<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096</id><updated>2012-02-11T14:47:20.174+08:00</updated><category term='Artikel'/><category term='TOKOH'/><category term='Buku'/><category term='Motivasi'/><category term='Renungan'/><category term='Galery'/><category term='Berita'/><category term='True Stories'/><title type='text'>sam's blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>81</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-4634766745660702565</id><published>2010-11-17T17:29:00.001+08:00</published><updated>2010-11-18T07:42:44.563+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KEKUATAN CINTA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TOOdbpnpiWI/AAAAAAAAAzk/0Rh3Xwvd3fs/s1600/Kekuatan+Cinta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TOOdbpnpiWI/AAAAAAAAAzk/0Rh3Xwvd3fs/s200/Kekuatan+Cinta.jpg" width="130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cinta itu adalah api yang murni dan bersinar-sinar. Saat kita mengikuti jalur cinta, kita menemukan bahwa kehidupan spiritual kita, kehidupan batin kita, paling terpuaskan. Tidak ada apa pun yang bisa lebih besar daripada cinta. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cinta adalah kehidupan, dan kehidupan itu sendiri bagaikan minuman para dewa dan kegembiraan spontan. Jika cinta berarti memiliki seseorang atau sesuatu, maka itu bukan cinta sejati; itu bukan cinta murni. Jika cinta berarti memberi dan menjadi satu dengan segalanya., dengan manusia dan Yang Maha Kuasa, maka itulah cinta sejati. Cinta sejati adalah kesatuan total kita dengan obyek yang dicintai dan dengan pemilik cinta. Siapakah pemilik cinta? Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang kita cintai? Kita mencintai Yang Maha Kuasa di dalam masing-masing individu. Jika kita mencintai tubuh, kita mengikat diri kita sendiri; jika kita mencintai jiwa, kita membebaskan diri kita. Yang harus kita cintai adalah jiwa masing-masing individu, sisi Yang Maha Kuasa di dalam diri setiap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa secara sadar memberikan cinta murni kepada orang lain jika Anda merasa bahwa Anda memberikan sebagian dari napas hidup Anda saat Anda bicara dengan mereka atau memikirkan mereka. Napas hidup ini Anda berikan hanya karena Anda merasa bahwa Anda dan seisi dunia benar-benar menyatu total, tak terpisahkan. Jika ada kesatuan, semuanya adalah cinta murni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jalur Hati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih suci adalah cara tercepat untuk menyadari Yang Maha Kuasa. Benak kita telah memainkan perannya. Sekarang dunia ini menangis karena menginginkan kekayaan hati, yakni cinta. Jika kita mengikuti jalur hati, kita pasti menyadari bahwa jauh di lubuk hati, jiwa bersemayam. Memang benar, cahaya jiwa merembes ke sekujur tubuh, namun ada suatu tempat spesifik di mana jiwa bersemayam sebagian besar waktu, dan tempat itu adalah hati. Hati spiritual terletak di tengah dada. Jika kita ingin menciptakan akses bebas kepada jiwa kita, kita harus memfokuskan perhatian dan konsentrasi kita kepada hati. Inilah pusat cinta dan kesatuan murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa mencapai hati spiritual ini melalui konsentrasi dan meditasi. Jika Anda ingin melakukan tindakan ini, setiap hari selama beberapa menit, seharusnya Anda berkonsentrasi kepada hati dan bukan ke tempat lain. Anda harus merasa bahwa Anda tidak punya kepala, Anda tidak punya kaki, Anda tidak punya lengan; Anda hanya punya hati. Jika Anda terus berpikir menggunakan benak, kehidupan bisa tampak seperti  sepotong kayu kering. Namun jika Anda terus berada di dalam hati, kehidupan bisa diubah menjadi lautan cinta dan kegembiraan murni. Jika Anda bisa menjaga kesadaran diri Anda di dalam hati, lambat laun Anda akan mulai mengalami perasaan persatuan spontan. Setelah Anda mengolah tanah spiritual hati, Anda akan menemukan bahwa di sana bertumbuh cinta spontan terhadap Tuhan dan kesatuan spontan dengan ciptaan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ramesh dan Gopal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kala, ada seorang lelaki bernama Ramesh, yang merupakan murid yang sangat baik. Orang tuanya bukan hanya kaya, namun juga luar biasa baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah, murid-murid sering membawa makanan dari rumah untuk dimakan selama jam makan siang. Suatu hari, Ramesh menyadari bahwa temannya Gopal tidak makan apa-apa saat jam makan siang selama beberapa hari. Ramesh menghampiri temannya dan bertanya mengapa ia tidak membawa makanan apa pun. Gopal menjawab, “Ibuku tak bisa memberikan makanan apa pun. Katanya kami tidak punya makanan di rumah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramesh berkata, “Jangan khawatir. Aku akan berbagi makananku denganmu.”&lt;br /&gt;“Tidak, aku tak bisa mengambil makananmu,” sahut Gopal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu saja bisa, “Ramesh bersikeras. “Orang tuaku memberikan jauh lebih banyak makanan daripada yang kuperlukan.” Akhirnya, Gopal setuju, dan selama beberapa minggu, kedua anak lelaki itu berbagi makan siang Ramesh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Gopal berhenti datang ke sekolah. Ramesh merasa cemas. Ketika ia bertanya kepada gurunya mengapa temannya tidak datang ke sekolah lagi, gurunya memberitahu, “Dia berasal dari keluarga miskin. Orangtuanya tak sanggup membayar uang sekolah. Karena itu, dia tak bisa datang ke sekolah lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramesh merasa sedih terhadap temannya. Setelah sekolah usai, ia mencatat alamat Gopal dari gurunya dan pergi ke rumah Gopal. Ramesh memohon agar temannya bersekolah kembali, dan mengatakan bahwa ia akan meminta orangtuanya untuk membayar uang sekolah. Orangtua Gopal sangat tergugah oleh kebaikan hari Ramesh, dan Gopal sekali lagi mulai bersekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Gopal adalah pria tua. Beberapa tahun kemudian, ia meninggal. Keluarga itu menjadi benar-benar miskin total, dan Ramesh menyokong mereka dengan uangnya sendiri. Ketika saudara perempuan Gopal terserang penyakit akut, keluarganya tidak sanggup membayar tagihan rumah sakit. Sekali lagi Ramesh membantu mereka. Dalam artian apa pun, Ramesh adalah teman dan wali keluarga Gopal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Ramesh maupun Gopal lulus dari SMU dan melanjutkan ke college. Suatu hari, Gopal berkata kepada Ramesh, “Jika kukatakan bahwa hatiku sangat penuh ucapan syukur kepadamu, maka pernyataan itu adalah eufimisme. Aku menyayangimu lebih daripada aku menyayangi nyawaku sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramesh menjawab, “Temanku jika kau menyayangiku, itu lebih dari cukup untukku. Kau tidak perlu menyayangiku lebih daripada menyayangi nyawamu sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gopal berkata, “Tetapi aku sungguh-sungguh, dan aku ingin membuktikannya.” Kemudian ia membuka pisau lipatnya dan mengiris tangannya sendiri. Dengan sendirinya, ia mulai berdarah. Gopal meneteskan beberapa tetes darah ke kaki Ramesh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramesh berseru, “Apa yang kau lakukan, apa yang kau lakukan?” Ia menyentuh irisan di lengan Gopal dan meneteskan beberapa tetes darah di hatinya sendiri sembari berkata, “Inilah tempat yang tepat bagi darah hidupmu. Aku memberimu harta duniawiku dalam bentuk kekayaan materi. Kau memberiku cinta hatimu, kekayaan sorgawi yang tak bisa diukur sama sekali.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=samsblog-20&amp;o=1&amp;p=8&amp;l=bpl&amp;asins=B0042JTDXK&amp;fc1=000000&amp;IS2=1&amp;lt1=_blank&amp;m=amazon&amp;lc1=0000FF&amp;bc1=000000&amp;bg1=FFFFFF&amp;f=ifr" style="align:left;padding-top:5px;width:131px;height:245px;padding-right:10px;"align="left" scrolling="no" marginwidth="0" marginheight="0" frameborder="0"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com"&gt;BACK TO HOME &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-4634766745660702565?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/4634766745660702565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/11/kekuatan-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/4634766745660702565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/4634766745660702565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/11/kekuatan-cinta.html' title='KEKUATAN CINTA'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TOOdbpnpiWI/AAAAAAAAAzk/0Rh3Xwvd3fs/s72-c/Kekuatan+Cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-8778357490151168145</id><published>2010-11-12T19:14:00.005+08:00</published><updated>2010-11-25T16:33:01.600+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>MENGATASI KEKHAWATIRAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SKtAlit9XxI/AAAAAAAAAEw/Ux52Zsh0yLM/s1600/507387166_c5ae9a822c_b.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="90" src="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SKtAlit9XxI/AAAAAAAAAEw/Ux52Zsh0yLM/s200/507387166_c5ae9a822c_b.jpg" width="130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kekhawatiran merusak pikiran. Jika tidak dicegah atau dikendalikan,akan mengakibatkan kegelisahan atau bahkan penyakit jiwa. Anda akan mendapat peringatan awal, seringkali dengan masalah kesehatan tubuh. Kekhawatiran dalam pikiran menyebabkan goncangan pada tubuh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Hidup dalam zaman ini, hidup yang serba ketergesa-gesaan: segala sesuatu dilakukan serba cepat. Dr. Charles Mayo dari Mayo Clinic berkata. “Kekhawatiran memengaruhi peredaran darah, jantung dan kelenjar serta seluruh system saraf. Jarang kita dengar ada orang meninggal karena bekerja berlebihan, tetapi banyak orang meninggal karena stress. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan Asuransi Metropolitan Life mengedarkan selebaran tentang kelelahan. Inilah yang dikatakannya: “Kerja keras jarang menyebabkan kelelahan yang tidak dapat disembuhkan dengan tidur atau istirahat malam yang cukup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran, ketegangan, dan gangguan emosional adalah tiga penyebab terbesar kelelahan. Seringkali hal-hal itulah penyebab sebenarnya ketika kita menyalahkan pekerjaan fisik atau mental. Ingatlah bahwa otot yang tegang adalah otot yang bekerja. Beristirahatlah. Simpanlah tenaga untuk tugas-tugas penting.&lt;br /&gt;Sebuah pepatah Yunani mengatakan , “Anda akan mematahkan busur bila Anda terus merentangkannya.” Jika kita terus menerus hidup dalam ketegangan atau stres, akan tiba waktunya, cepat atau lambat, kita akan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara Menang atas Kekhawatiran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada dua hal yang perlu dikhawatrikan:&lt;br /&gt;Apakah Anda sehat atau sakit.&lt;br /&gt;Jika Anda sehat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan&lt;br /&gt;Jika Anda sakit, ada dua hal yang perlu dikhawatirkan:&lt;br /&gt;Apakah Anda akan sembuh atau meninggal.&lt;br /&gt;Jika Anda sembuh, tak ada yang perlu dikhawatirkan&lt;br /&gt;Jika Anda meninggal, hanya dua hal yang perlu dikhawatirkan:&lt;br /&gt;Apakah Anda akan masuk surga atau neraka.&lt;br /&gt;Jika Anda masuk surga, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.&lt;br /&gt;Tetapi jika Anda masuk neraka, sudah terlambat untuk khawatir; jadi mengapa harus khawatir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.Ketahuilah apa yang penting&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hanya satu saja yang perlu ( Lukas 10:42a ).&lt;br /&gt;Anda berbicara tentang menempatkan prioritas! Ada hal yang mungkin mendesak, tetapi tidak penting, belajarlah membedakannya. Maria telah memilih satu hal yang benar-benar penting, yaitu duduk di dekat kaki Yesus dan mendengarkan-Nya (Lukas 10:38,39). Kamu merepotkan diri dengan begitu banyak hal, Marta; kamu harus memutuskan mana yang lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci mengurangi ketegangan adalah berfokus pada satu hal dan membiarkan penghalang-penghalang dalam kehidupan sehari-hari berlalu. Ya, akan ada kemunduran, hari yang suram, masalah, dan pertanyaan yang tak dapat kita jawab; itulah kehidupan. Tetapi bukan terjadi pada saya yang mengendalikan emosi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2).Memercayai Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu (Amsal 3:5,6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat tindakan dalam bagian ini; percaya, tidak bersandar kepada pengertian sendiri, mengakui Allah, dan meluruskan jalan Anda. Tiga tindakan yang pertama mewakili tanggung jawab kita, tetapi yang ke empat mengatakan Dia akan meluruskan jalan Anda. Ini adalah sebuah janji dan Allah menawarkan bertanggung jawab atas hal ini. Tantangan bagi kita adalah melakukan tiga hal yang pertama. Selanjutnya kita tidak perlu takut atau gelisah karena Allah berjanji bahwa Dia akan memelihara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis kitab Amsal, diilhami Roh Kudus, menasihati kita bahwa tanggung jawab kita adalah percaya, bersandar dan mengakui Allah. Baiklah tanggung jawab saya adalah berfokus kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERCAYA, berarti bergantung dan tunduk sepenuhnya. Ketika saya percaya kepada-Nya dengan segenap hati, artinya saya menyerahkan masa kini dan masa depan saya, dan berkata, “Tuhan, semua ini milik-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HATI berarti manusia batin, pusat intelek dan emosi. Ini tidak berbicara bagian fisik anatomi kita. Ini berarti kita diperintahkan untuk menaruh semua kepercayaan kita sepenuhnya kepada Dia, tidak menahan satu bidang pun dari kehidupan kita. Tidak pikiran, tidak juga emosi kita. Kita harus menyerahkan segalanya kepada Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya kepada TUHAN. (Yeremia 17:7 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3).Bersandar pada Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Supaya bisa bersandar pada Allah, saya tidak boleh bersandar pada pengertian sendiri. Dengan kata lain, saya tidak boleh melihat diri sendiri sebagai sumber jawaban atau sumber kekuatan yang saya butuhkan.&lt;br /&gt;PENGERTIAN, mengacu kepada persepsi terbatas seseorang. Setiap kali anda menghadapi situasi yang menekan jangan segera melihat diri sendiri dan berkata, “Bagaimana saya akan mengatasinya?” Sadarilah bahwa wawasan Anda terbatas.&lt;br /&gt;BERSANDAR, artinya mengandalkan, memberi semua energi ANda, berserah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (I Petrus 5 : 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4).Mengakui Pertolongan Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya harus mengakui atau mengenali Allah dalam semua bidang kehidupan; bukan hanya dalam beberapa hal, bukan dalam kebanyakan hal, bukan dalam hal-hal yang tidak saya mengerti, bukan dalam hal-hal yang tak dapat saya tangani, tetapu dalam semua hal yang saya hadapi. Dalam soal-soal kehidupan yang paling pentind maupun yang paling sederhana, dalam soal-soal yang berarti maupun yang sepele, dalam soal-soal yang sulit maupun yang mudah, saya harus mengakui Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MELURUSKAN, berarti berjalan di depan, mempersiapkan jalan, dan menyingkirkan semua rintangan. Frasa di bagian akhir ayat 6 (Amsal 3), “maka Ia akan meluruskan jalanmu”. Ini menggambarkan bahwa Allah berjalan di depan Anda dalam situasi yang sulit, dan dengan kuasa-Nya yang besar, Dia menyingkirkan semua rintangan. Karena Anda bersandar kepada-Nya, Dia akan membawa Anda menuju kemenangan. Anda adalah anak Tuhan. Seperti halnya seorang ayah akan melindungi anaknya yang masih kecil dan tidak berdaya, dan tidak dapat melindungi dirinya sendiri, dan akan mempersiapkan jalan untuk memastikan anak itu terlindung, dikasihi, dan dibela – Allah mempersiapkan jalan untuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dapat menyimpulakan Amsal 3:5,6 seperti ini: &lt;br /&gt;Berilah diri Anda sepenuhnya kepada Tuhan. Serahkan semua kebutuhan masa kini dan masa depan Anda kepada-Nya, yaitu Tuhan Juruselamat Anda yang begitu dekat, temukan keamanan dan perlindungan Anda di dalam Dia. Lakukan ini dengan segenap pikiran, perasaan dan kehendak Anda. Untuk memungkinkan hal ini, Anda tidak boleh bersandar pada kepintaran manusia. Sebaliknya, akui penyertaan-Nya dan perhatian-Nya dalam setiap situasi Anda. Kemudian, Dia yang mengendalikan situasi sepenuhnya, akan meratakan jalan Anda, menyingkirkan setiap rintanga di sepanjang jalan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah janji yang luar biasa.&lt;br /&gt;Janji ini untuk orang-orang yang mengalami tekanan pada zaman sekarang. Bebas dari kekhawatiran adalah berkat dari Allah.&lt;br /&gt;Tuhan akan melakukan bagian-Nya jika kita melakukan bagian kita lebih dulu.&lt;br /&gt;Tanggung jawab saya adalah memercayai Dia dan menyerahkan semua kekhawatiran saya &lt;iframe src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=samsblog-20&amp;o=1&amp;p=8&amp;l=bpl&amp;asins=B00472O3C8&amp;fc1=000000&amp;IS2=1&amp;lt1=_blank&amp;m=amazon&amp;lc1=0000FF&amp;bc1=000000&amp;bg1=FFFFFF&amp;f=ifr" style="align:left;padding-top:5px;width:131px;height:245px;padding-right:10px;"align="left" scrolling="no" marginwidth="0" marginheight="0" frameborder="0"&gt;&lt;/iframe&gt;kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-8778357490151168145?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/8778357490151168145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/11/mengatasi-kekhawatiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/8778357490151168145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/8778357490151168145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/11/mengatasi-kekhawatiran.html' title='MENGATASI KEKHAWATIRAN'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SKtAlit9XxI/AAAAAAAAAEw/Ux52Zsh0yLM/s72-c/507387166_c5ae9a822c_b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-8271096258394062823</id><published>2010-04-08T22:36:00.003+08:00</published><updated>2010-11-30T23:21:32.540+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TOKOH'/><title type='text'>Mengenal Ratu Isabella I</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S73rD_iC5VI/AAAAAAAAAyI/Q7e2C8Yjk4s/s1600/Queen+Isabella-I.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 109px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S73rD_iC5VI/AAAAAAAAAyI/Q7e2C8Yjk4s/s320/Queen+Isabella-I.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457776777269273938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ratu Isabella I dari Castile lebih diingat orang sebagai ratu yang membiayai perjalanan Christopher Columbus melayari laut Atlantik. Kenyataannya Ratu Isabella adalah seorang penguasa yang energetik dan mumpuni yang membuat banyak keputusan penting yang memengaruhi Spanyol serta Amerika Latin selama berabad-abad, dan secara tidak langsung memengaruhi jutaan orang&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan keputusannya dihasilkan setelah berkonsultasi dengan suaminya yang sama mampu dan cerdas dengan Isabella, Ferdinand of Aragon. Keputusan-keputusan tersebut juga dikerjakan dengan kerja sama yang erat dengan suaminya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isabella lahir pada 1451 di kota Madrigal kerajaan Castile  ( sekarang bagian dari Spanyol). Sebagai seorang gadis, dia menerima pelatihan agama  yang ketat dan menjadi penganut Katolik taat.&lt;br /&gt;Saudara tirinya , Henry IV, menjadi raja Castile pada 1454 sampai dia meninggal pada 1474. Saat itu belum ada kerajaan Spanyol. Daerah yang kita kenal sebagai Spanyol saat ini terbagi empat kerajaan, Castile, kerajaan terbesar, Aragon yang terletak di sebelah tenggara Spanyol, Granada si selatan dan Navarre di utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir 1460-an, Isabella yang saat itu diperkirakan menjadi penerus takhta Castile, merupakan putrid mahkota terkaya di Eropa dan banyak pangeran mencoba mencuri hatinya. Kakak tirinya, Henry IV, berharap agar Isabella menikahi Raja Portugal. Pada 1469, saat Isabella berusia 18 tahun meloloskan diri dan walau ditentang oleh Raja Henry, Isabela menikahi Ferdiand, putra mahkota kerajaan Aragon. Murka karena pembangkangan Isabella, Henry menunjuk putrinya Juana, menjadi penerusnya. Tetapi saat Henry meniggal pada 1474,  Isabella mengklaim takhta Castile. Pendukung Juana tidak terima dan perang sipil segera berkobar. Pada Februari 1479, pasukan Isabella menang. Raja John II dari Aragon meninggal pada tahun yang sama dan Ferdinand menjadi raja Aragon. Setelah itu Ferdinand dan Isabella memimpin hampir seluruh Spanyol bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teori, kedua kerajaan dan kebanyakan dari institusi pemerintahan tetap terpisah. Praktiknya, Ferdinand dan Isabella membuat semua keputusan bersama-sama dan melakukan yang terbaik sebagai penguasa gabungan Spanyol. Selama dua puluh lima tahun pemerintahan gabugan mereka, kebijakan utama mereka adalah menciptakan kerajaan Spanyol yang bersatu yang dipimpin oleh monarki yang kuat. Salah satu proyek mereka yang pertama adalah penaklukan Granada, satu-satunya bagian dari tanjung Iberia yang masih di bawah kekuasaan Muslim. Perang dimulai pada 1481 dan berakhir pada 1492, dengan kemenangan mutlak Ferdinand dan Isabella. Dengan penaklukan Granada, batasan Spanyol hampir sama yang kita kenal sekarang ( Kerajaan Navarre yang kecil dianeksasi Ferdinand pada 1512 setelah Isabella meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal kekuasaan mereka, Ferdinand dan Isabella mendirikan lembaga Inkuisisi Spanyol. Lembaga ini adalah pengadilan gerejani yang dikombinasikan dengan kekuatan hakim, juri, jaksa penuntut, dan polisi investigasi. Pengadilan ini terkenal dengan hukumannya yang keras dan ketidakadilan yang kotor dalam prosedurnya. Para tersangka tidak punya kesempatan untuk menyangkal tuduhan terhadap mereka. Saya curiga siapa pun tuduhan yang dialamatkan kepada mereka akan disiksa dengan kejam sampai mengaku. Dalam hitungan kasar, minimal dua ribu orang dibakar ditonggak selama dua puluh tahun pertama Inkuisisi Spanyol dan sering kali juga ada yang menerima hukuman yang lebih ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inkuisisi Spanyol dikepalai oleh pendeta ultrafanatik, Tomas de Torquernada, yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;confessor&lt;/span&gt; pribadi Isabella. Walau Inkuisisi direstui oleh Paus, badan itu tetap berada di bawah control kerjaan Spanyol. Inkuisisi sebagian berfungsi untuk mendirikan kesamaan agama, dan sebagian lagi menendang oposisi politik terhadap kerajaan. Di Inggris, para tuan tanah mengumpukan cukup kekuatan untuk memeriksa kekuatan raja. Para tuan tanah Spanyol tadinya kuat, tetapi kerajaan Spanyol berhasil menggunakan Inkuisisi sebagai senjata melawan para tuan tanah feudal, oleh karenanya Spanyol mampu mendrikan kerajaan yang terpusat dan absolute. Inkuisisi juga digunakan untuk mendapatkan control yang lebih besar atas Klerik Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang menjadi target utama Inkuisisi adalah orang yang dicurigai memiliki agama berbeda, khususnya Yahudi dan Muslim yang dialihkan ke Katolik tetapi meneruskan praktik agama lamanya secara sembunyi-sembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dimulai, Inkuisisi tidak langsung diarahkan kepada Yahudi. Pada 1492 atas desakan Torquemeda yang fanatic, Ferdinand dan Isabella menandatangani dekrit yang memerintahkan Yahudi Spanyol untuk beralih ke Katolik atau meninggalkan negara itu dalam empat bulan tanpa harta benda mereka. Bagi sekitar 200.000 Yahudi Spanyol, dekrit ini merupakan bencana dan banyak yang tewas sebelum sampai ditempat aman. Bagi Spanyol, kehilangan itu merupakan pukulan yang besar secara ekonomi karena orang-orang Yahudi terdiri dari pedagang-pedagang ulung dan tukang yang andal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Granada menyerah,orang-orang Islam yang tinggal di Spanyol diizinkan menjalankan agamanya di bawah perjanjian damai. Faktanya pemerintah Spanyol dalam waktu yang tidak terlalu lama melanggar perjanjian itu. Oleh karenanya, bangsa Moor memberontak, tetapi dikalahkan. Pada 1502 seluruh Muslim yang tinggal di Spanyol dipaksa antara beraih menjadi Kristen atau pengasingan – pilihan yang sama diberikan kepada orang-orang Yahudi sepuluh tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau Isabella seorang Katolik taat, dia tidak pernah membiarkan keagamaannya bercampur dengan rasa nasionalismenya terhadap Spanyol. Dia dan Ferdinand bekerja keras dan berhasil memastikan bahwa gereja Katolik Spanyol berada di bawah kerajaan Spanyol dan bukan di bawah Paus. Ini adalah salah satu alas an kenapa reformasi protestan pada abad 16 tidak pernah mencapai Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa yang paling penting pada masa kekuasaan Isabella adalah penemua benua baru oleh Christoper Columbus yang juga terjadi pada 1492. Ekspansi Columbus disponsori oleh kerajaan Spanyol. (Tetapi, cerita yang menyebutkan bahwa Isabella harus  menggadaikan berliannya untuk membayar ekspedisi itu tidak benar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isabella meninggal pada 1504. Selama masa hidupnya, dia mempeunyai satu putra dan empat putrid. Sang putra, Juan meninggal pada 1497. Putri Isabella yang paling terkenal adalah Juana. Ferdinand dan Isabella menjodohkan Juana dengan Philip I (Sang Rupawan) yang juga putra dari raja Austria Hapsburg dan putra mahkota dari kerajaan Burgundy. Hasilnya adalah cucu Isabella, kaisar Charles V mewarisi kekaisaran paling luas dalam sejarah Eropa. Charles V juga ditunjuk sebagai Kaisar Suci Roma dan merupakan monarki terkaya dan terkuat pada zamannya. Daerah kekuasaan baik secara nominal maupun actual meliputi Spanyol, Jerman, Belanda, Austria, Swiss, sebagian besar Itali dan sebagian Prancis, Cekoslovakia, Polandia, Hungaria dan Yugoslavia. Baik Charles V dan putranya, Philips II, merupakan penganut Katolik yang kuat. Selama mas kekuasaannya, mereka menggunakan kekayaan dari Dunia Baru untuk membiayai perang melawan negara-negara Protestan di utara Eropa. Jadi pernikahan antara kerajaan yang diatur oleh Ferdinand dan Isabella memengaruhi sejarah Eropa selama hampir seratus tahun setelah wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita rangkum prestasi dan pengaruh Ferdinand dan Isabella. Dengan kerja sama mereka, mereka berhasil mendirikan kerajaan Spanyol yang bersatu dengan batas negara yang dipegang Spanyol selama lima abad, mereka menciptakan kerajaan Spanyol yang lebih terpusat dan bersifat absolut. Dan keteguhan mereka dalam beragama serta pendirian Inkuisisi memiliki pegaruh kuat daam sejarah masa depan Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir terakhir perlu didiskusikan. Secara mudah sseorang dapat mengatakan bahwa keberadaan Inkuisisi di Spanyol telah meyebabkan Spanyol terpasung secara intelektual. Abad-abad setelah 1492, sebagian besar barat Eropa mengalami perubahan intelektual dan ilmiah yang sangat besar. Tidak begitu dengan Spanyol. Inkuisisi hanya mengizinkan Katolik Ortodoks yang kaku. Sampai tahun 1700, Spanyol secara intelektual terbelakang dibanding dengan Eropa Barat secara keseluruhan. Bahkan walau sudah lima abad sejak Ferdinand dan Isabella mendirikan Inkuisisi Spanyol dan sekitar 150 tahun sejak Inkuisisi dibubarkan, Spanyol belum benar-benar bebas dari pengaruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dukungan financial Isabella terhadap ekspedisi Columbus memastikan bahwa Amerika Selatan dan Tengah menjadi koloni Spanyol. Artinya, budaya Spanyol dan intuisinya-termasuk Inkuisisinya-didirikan sebagian besar belahan bumi bagian barat. Oleh karena itu, tidak mengejutkan bahwa karena Spanyol secara intelektual tertinggal dibandinkan Eropa Barat secafra keseluruhan, maka koloni Spanyol di Amerika Selatan secara intelektual lebih terbelakang disbanding koloni Inggris di Amerika Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat Perang Salib telah sangat kuat di Spanyol karena perang panjang selama 700 tahun melawan orang Muslim untuk merebut kembali tanjung Iberia. Walau perang tersebut berakhir dengan sukses pada 1492, Spanyol memiliki kebebasan untuk memiih arah yang dituju. Tetapi Ferdinand dan Isabella-terutama Isabella-yang menetapkan arah Spanyol kea rah agama yang ortodoks tanpa kompromi. Tanpa pengaruhnya, besar kemungkinan Spanyol tetap menjadi masyarakat yang majemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamak membandingkan Isabella dengan Ratu Elizabeth I yang lebih popuer. Elisabeth paling tidak memiliki kemampuan yang setara dengan Isabella, lebih lanjut karena kebijakannya yang manusiawi dan toleran, dia lebih terlihat sebagai penguasa yang dapat dikagumi. Tetapi Elizabeth tidak seinovatif Isabella dan tidak satu pun tindakan Elizabeth memiliki pengaruh kuat seperti halnya pendirian Inkuisisi oleh Isabella. Walau beberapa kebijakan Isabella cukup menjijikkan,  hanya sedikit kerajaan dalam sejarah memiliki pengaruh yang demikian jauh seperti yang dimiliki Isabella.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER: 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia Sepanjang Sejarah by Michael H.Hart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-8271096258394062823?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/8271096258394062823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/04/mengenal-ratu-isabella-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/8271096258394062823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/8271096258394062823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/04/mengenal-ratu-isabella-i.html' title='Mengenal Ratu Isabella I'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S73rD_iC5VI/AAAAAAAAAyI/Q7e2C8Yjk4s/s72-c/Queen+Isabella-I.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-2777967621497652164</id><published>2010-04-08T17:54:00.005+08:00</published><updated>2010-11-30T23:22:12.019+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>THINK ON THESE THINGS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S72oSHM_w-I/AAAAAAAAAyA/jq3yuCNxwWs/s1600/The+Rain.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 131px; height: 88px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S72oSHM_w-I/AAAAAAAAAyA/jq3yuCNxwWs/s320/The+Rain.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457703352567579618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hujan di tanah yang tandus adalah sesuatu yang istimewa, bukan? Ia mencuci daun-daun hingga bersih, bumi pun tersegarkan dan saya pikir kita semua seharusnya mencuci  pikiran kita seluruhnya hingga bersih, seperti pohon dicuci oleh hujan, karena mereka dibenani debu berabad-abad, debu yang kita sebut pengetahuan, pengalaman. Jika Anda mau mencuci pikiran kita setiap hari, membersihkannya dari kenangan hari kemarin, kita akan memiliki pikiran yang segar, pikiran yang mampu mengatasi berbagai masalah kehidupan&lt;/span&gt;”(Jiddu Krishnamurti)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah kehidupan  Anda sama dengan perjuangan besar meraih sukses? Apakah Anda takut menjadi sosok yang biasa-biasa saja? Jika pertanyaan ini mencerminkan diri Anda, berliburlah sejenak dari perjuangan Anda dan bacalah Think On These Things. Mungkin merupakan karya filsuf Jiddu Krishnamurti yang paling praktis, buku ini muncul dari sesi tanya jawab murid-murid sekolah di India, tetapi mampu menyentuh hati dan pikiran secara universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishnamurti mengajari murid-muridnya bahwa tujuan pendidikan sesungguhnya adalah bukan untuk mempersiapkan kita mendapat pekerjaan, tetapi untuk “membantu kita memahami seluruh proses hidup”. Pendidikan adalah tentang cara mencintai, cara hidup sederhana, cara membebaskan pikiran kita dari prasangka, takhyul dan rasa takut. Tanpa pengetahuan ini kita akan menjalani hidup dengan cara yang hampir mekanis, alih-alih menjadi orang yang sungguh-sungguh kreatif. “Jika pikiran tidak bisa menembus penghalangnya sendiri”, kata Krishnamurti, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;terdapat kesedihan&lt;/span&gt;”. Dengan logikanya yang tak bisa dibantah, Think On These Things menghancurkan keyakinan kita tentang keselamatan berupa nama baik, uang, dan kesuksesan, menunjukkan bahwa menginginkan hal-hal tersebut akan membawa kesedihan. Setiap orang ingin menjadi “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;seseorang&lt;/span&gt;” tetapi Krishnamurti menunjukkan bagaimana keinginan ini justru membuat kita menjadi orang yang biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ambisi dan Kesuksesan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini menjelaskan secara terperinci tentang kesuksesan duniawi. Budaya kita mengagungkan ambisi dan prestasi, dan konsekwensinya kita merasa harus selalu berjuang meraih sejumlah prestasi. Tetapi Krishnamurti menunjukkan bahwa keinginan untuk menjadi sesuatu selalu berakhir dalam kekecewaan dan kekosongan. Ini bukan cara yang cerdas untuk menjalani hidup karena artinya Anda selalu tidak merasa bahagia dengan keadaan sekarang ini, dikuasai rasa iri dan keinginan yang tak pernah terpuaskan. Pernyataan Krishnamurti, “ Kita semua ingin menjadi orang yang terkenal – dan di saat kita ingin menjadi sesuatu, kita tidak lagi bebas” adalah kebalikan dari yang Anda lihat buku-buku motivasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dimengerti bahwa tidak banyak menginginkan sesuatu akan membuat Anda merasa lebih puas dengan apa yang Anda miliki, tetapi siapa yang mau mengorbankan pemenuhan potensi mereka? Krishnamurti memberitahu sebuah jalan alternative yang tidak akan mengarah pada depresi atau kegilaan . Ia berpendapat  bahwa tujuan pendidikan sesugguhnya  adalah membantu orang mengidentifikasi pekerjaan apa yang mereka cintai. Melalukan apa yang Anda cintai memberi manfaat ganda. Anda tidak hanya menemukan tingkat kepuasan yang tidak biasa dalam kehidupan sehari-hari, tetapi Antusiasme Anda terhadap pekerjaan itu  akan menjamin “kesuksesan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambisi menuntut kita untuk terus menerus hidup di masa depan, masa depan yang jika akhirnya datang, mungkin tetap meninggalkan perasaan hampa pada kita. Tetapi profesi berarti kita bisa menikmati pekerjaan kita tanpa perasaan gelisah karena ingin mencapai hasil tertentu. Lagi pula , tidak ada yang abadi, jadi dunia ini akan jauh lebih baik bila dihuni oleh orang yang bekerja tanpa dipengaruhi buruknya hasrat memperoleh sesuatu. Kompetisi hanya diperlukan jika kita menginginkan satu hadiah, tetapi setiap orang harus menyadari bahwa harta itu bukan ada “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;di luar sana&lt;/span&gt;” melainkan ada di dalam kecakapan dan minat kita sendiri. Itulah kecerdasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mitos Tentang Rasa Aman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin membuat hidup ini jadi permanent, tetapi dengan melakukan hal itu kita menentang alam, dan di sanalah terbaring kepedihan kita. Hanya pikiran yang selalu bergerak , tanpa sempat istirahat dan gagasan tetap, yang bisa selaras dengan kehidupan, dan karenanya penuh kegembiraan. Manusia, kata Krishnamurti, “menggali kolam kecil untuk diri mereka sendiri jauh dari derasnya arus kehidupan, dan di kolam kecil itulah mereka stagnan, mati; dan stagnasi inilah, kematian inilah yang kita sebut kehidupan”. &lt;br /&gt;Kalimat yang keras, tetapi apakah benar bahwa kehidupan yang kita ciptakan bagi diri kita sendiri, kolam kecil berupa keluarga, pekerjaan, ketakutan, ambisi, agama, dan sebagainya adalah upaya untuk tidak mersakan realitas yang lebih besar? Semakin kita meyakini bahwa tempat yang berada di sisi sungai kehidupan ini adalah tempat yang aman, kita semakin tidak menyadari hakekat kehdupan yang sesungguhnya – perubahan yang terus-menerus. Kita bergantung pada hal-hal yang telah kita ketahui, tetapi ketergantungan ini membuat kita menjadi orang yang penuh ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi semua ini tidak lantas berarti kita harus menanggalkan lingkungan eksternal kehidupan kita, melainkan kita perlu menyadari bahwa kita hanya menciptakan representasi kehidupan yang kita sukai. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tujuan menjalani hidup adalah untuk menemukan kebenaran, dan jika kita tidak secara aktif  berusaha agar bisa lebih dekat lagi dengan inti berbagai hal, kita akan segera mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memecahkan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran tidak akan bisa menyelesaikan masalah jika pikiran itu dikuasai oleh masalah tersebut. “ Hanya pikiran yang tidak dikuasai oleh masalah sajalah yang bisa merasa segar untuk memahami masalah”, kata Krishnamurti. Jika Anda bisa menciptakan  suatu ruang di antara pikiran-pikiran Anda, Anda akan kembali memperoleh kesegaran dan kreativitas yang tidak bisa dirasakan oleh pikiran normal yang dibebani oleh masalah dan kecemasan yang datang silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pikiran yang membuat kita terjerumus ke  dalam kekacauan  tersebut, solusi yang dihasilkan tidak akan benar-benar bagus. Tetapi dengan menutup pikiran tersebut , solusi yang elegan akan muncul. Kita beranggapan bahwa pikiran adalah segalanya, padahal tidak. Kita bisa memperkaya hidup kita dengan melangkah masuk ke dalam kecerdasan luas alam semesta yang eksis dalam otak kita. Ironisnya, dengan menghentikan ocehan tiada henti dari pikiran, kita juga akan memperoleh pemahaman diri. Dengan demikian, tidak berpikir, jika dilakukan dengan sengaja, bisa menjadi merupakan bentuk kecerdasan yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang Kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang hidup hanya sebagai teknisi, tulis Krishnamurti. Kita belajar secara otomatis dan melewati ujian, mendapat pekerjaan; kita mempelajari teknik untuk meraih sukses dalam masyarakat ini.Tetapi jika kita tidak memperhatikan hal-hal yang sesungguhnya – keindahan, cinta, kedamaian – maka kita akan hidup di dunia yang kelihatannya berat dan terpisah-pisah. Dengan demikian kita punya pilihan; hanya menjadi seorang teknisi atau seorang pencipta, menjadi kurang menyerupai manusia atau lebih menyerupai manusia. Krishnamurti berkata, “ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Engkau bisa menjadi orang yang kreatif hanya ketika ada penyerahan – artinya, sungguh, ketika tidak ada rasa terpaksa, tidak ada rasa takut, tidak bisa menjadi sosok yang diinginkan , tidak bisa memperoleh sesuatu, tidak bisa mencapai tujuan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang telah belajar bagaimana masyarakat bisa berhasil dan “melakukannya dengan baik” memperoleh rasa percaya diri yang bersifat teknis. Rasa percaya ini akan menimbulkan arogansi. Tetapi ada rasa percaya diri jenis lain yang datang dari berikir di luar system. Rasa percaya ini lebih tidak merusak. Jika kita tidak  memilikinya, kata Krishnamurti, kita “akan diserap oleh masyarakat  dan tersesat dalam keadaan yang biasa-biasa saja”. Jika kita berusaha sekuat tenaga untuk tetap menjadi diri kita sendiri, kita akan mengetahui kreativitas sejati yang tidak dibentuk oleh apa yang secara sosial diterima atau sesuai. Seorang teknisi bisa memberi “hasil” tetapi seorang pencipta , denga sifat dan fokus mereka pada hal-hal penting, akan meningkatkan dunia sekitar mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishnamurti berbicara tentang perlunya memiiki jiwa pemberontak. Maksudnya bukan mengubah masyakat  dari dalam, tetapi memberontak melawan cara pikir dan cara padang yang ada. Jika Anda memberontak melawan “sistem” , jika Anda melobi agar terjadi perbaikan , bukankah hal itu sama saja dengan seorang narapidana yang memberontak di dalam penjara menuntut kondisi yang lebih baik? Revolusi yang sesugguhnya bukanlah mengeluh tentang kondisi penjara, melainkan memandang melalui jeruji-jerujinya agar bisa melihat institusi tersebut dalam konteks yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu memandang pikiran kita dengan cara seperti ini, mengamati proses kerjnya dan memahami mengapa pikiran kita mengambil kesimpulan seperti itu. Misalnya, kita tidak bisa menghentikan ketamakan dan rasa iri hati kita dengan berusaha mengeliminasinya; perasaan itu hanya akan hilang jika kita bisa mengamati pikiran kita secara keseluruhan. Ketika kita megakui bahwa pikiran kita peuh dengan ketamakan, irihari, kebencian dan ambisi, kita menciptakan ruang di mana kita bukan hal-hal ini. Itulah awal dari seorang bebas yang mampu menggunakan mata iar kreativitas, yang terdapat diluar pikiran yag berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan dan Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita adalah orang yang berjuang untuk meraih sesuatu, kita juga percaya bahwa kebahagiaan  adalah sesuatu yang bisa kita cari. Tetapi seperti yang dengan tepat ditunjukkan oleh Krishnamurti, kebahagiaan tidak bisa “ditemukan”., kebahagiaan adalah produk sampingan  dari memaknai dan menjalani hidup tanpa rasa takut. Kebahagiaan tidak dihasilkan dari prestasi dan ambisi, hidup adalah saat-saat di mana kita tidak memikirkan hal-hal tersebut, saat kita hanyut dalam suatu tugas atau merasa menjadi bagian dari lingkungan sekitar kita. Bahkan sekadar berpikir atau berbicara tentang kebahagiaan  sudah mengindikasikan bahwa kita tidak menyatu dengan sumber kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, ketidakbahagiaan terjadi karena tidak adanya cinta, atau karena ada jarak antara diri kita dengan orang lain. Jarak ini diciptakan oleh penilaian kita. Sulit untuk sungguh-sungguh mencintai jika kita sedang memikirkan diri kita sendiri dan keinginan kita ; bagi orang lain, hal ini tampak dangkal. &lt;br /&gt;Orang yang berjuang keras akan berkata, cinta memang baik tapi itu hanya mimpi indah  - aku harus sukses di dunia ini. Krishnamurti membantah, “Cinta adalah hal yang paling praktis di dunia.” Orang yang ambisius mencari kekuatan, dan dalam pencariannya mereka tidak bisa meliat fakta bahwa cinta adalah kekuatan terbesar yang kita ketahui. Cinta yang hebat adalah kecerdasan yang hebat, karena kecerdasan mampu mengenali bahwa pada akhirnya cinta adalah satu-satunya yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: 50 Spiritual Classics by Tom Buttler-Bowdon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-2777967621497652164?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/2777967621497652164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/04/think-on-these-things.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/2777967621497652164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/2777967621497652164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/04/think-on-these-things.html' title='THINK ON THESE THINGS'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S72oSHM_w-I/AAAAAAAAAyA/jq3yuCNxwWs/s72-c/The+Rain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-3680956279201885669</id><published>2010-01-16T10:02:00.005+08:00</published><updated>2010-11-30T23:23:01.505+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Senja Kala Sekularisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S1Ee-RJcaGI/AAAAAAAAAx0/2ah_0T7SUmI/s1600-h/Early+Evening.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 95px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S1Ee-RJcaGI/AAAAAAAAAx0/2ah_0T7SUmI/s320/Early+Evening.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427153081061894242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anda tidak perlu Tuhan untuk berperang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;You don’t need God for a war&lt;/span&gt;, demikian John Micklethwait, pemimpin redaksi majalah The Economist, bersama Adrian Wooldridge seorang kolumnis, dalam karyanya God is Back. Buku setebal 405 halaman ini menyajikan fakta sosial seputar kebangkitan keyakinan agama yang meramaikan panggung politik global di awal abad ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda naik pesawat terbang dan mendarat di Bandar Udara Nashville, Tennessee, Amerika Serikat, Anda akan disambut tulisan selamat datang: Music City, USA. Menurut Micklethwait, mestinya ditambah lagi dengan papan nama: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Faith City&lt;/span&gt;, atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jesus City&lt;/span&gt;, bahkan lebih mengena: Southern Baptist City, mengingat di kota ini terdapat sedikitnya 700 gereja, 65 persen penduduknya mengaku religius. Nashville juga dikenal sebagai kota produsen buku-buku dan kaset keagamaan yang diekspor ke seluruh dunia. Banyak penyanyi papan atas melakukan rekaman lagu-lagu keagamaan di kota ini, sebut saja Hank Williams, Johnny Cash, atau Carrie Underwood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggemar lagu-lagu gereja tak akan sulit mencari kaset semisal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jesus Remembered Me, Jesus Dies for Me, How Can You Refuse Him Now?, I Talk to Jesus Everyday&lt;/span&gt;, dan lainnya. Suasana batin ini jauh berbeda dengan akhir abad ke-19 ketika seluruh universitas papan atas AS menggusur ke pinggir posisi agama. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Now God is returning to intellectual life&lt;/span&gt;, tulisnya. Dulu orang belajar agama dianggap aneh atau semacam hobi bagi sekelompok orang, tetapi sekarang belajar agama merupakan hal yang lumrah, bahkan suatu kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapuhnya institusi keluarga dan berkembangnya demoralisasi sosial telah ikut mendorong pertumbuhan agama yang sangat mengesankan. Dikatakan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Islam and Pentecostalism today occupy a ”social space” analogous to early twentieth century socialism. Marx has reemerged in the guise of radical imams and Pentecostal preachers.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pisau bermata dua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji-janji surga dunia ideologi besar marxisme dan kapitalisme yang tidak kunjung tiba telah ikut mendorong agama untuk tampil kembali. Ada kerinduan dan harapan masyarakat modern terhadap agama. Namun, agama yang berkembang dalam masyarakat yang kian mengglobal ini tampil semakin warna-warni, beragam paham dan keyakinan. Keragaman agama ini sekaligus juga potensial menimbulkan konflik. Oleh karena itu, kehadiran kembali agama ini dalam waktu yang sama juga menimbulkan ketakutan, dikhawatirkan akan semakin mengintensifkan konflik dan perang atas nama Tuhan. Ketakutan ini cukup beralasan mengingat perang atas nama Tuhan memang memiliki sejarah panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik agama bisa dibedakan menjadi dua, yaitu konflik internal antarsekte dan konflik eksternal, yaitu melawan agama lain. Konflik antara Protestan dan Katolik dan antara Sunni dan Syiah, misalnya, telah menelan korban ribuan nyawa dan menyisakan luka di antara mereka. Dalam ranah global, dua agama yang selalu menyimpan konflik adalah antara Kristen dan Islam. Agama Yahudi terbatas hanya untuk keturunan Israel, Hindu lebih berpusat pada rakyat India, Tao dan Konghucu untuk orang-orang China Daratan dan perantauan, dan Shinto lebih banyak bagi masyarakat Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, konflik internal antarsekte juga sangat fenomenal. Di kawasan Timur Tengah, terutama Irak dan Lebanon, konflik berdarah-darah antara kelompok Sunni dan Syiah diperkirakan masih akan berlanjut terus. Contoh ini bisa ditambah dengan menyajikan kasus Ahmadiyah di Indonesia yang dihujat dan diserang oleh mayoritas Sunni. Bukanlah mustahil, kalau suatu saat Syiah membesar sangat mungkin akan muncul konflik seperti di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, meskipun gerakan agama kembali bangkit, masih ada pertanyaan besar, apa jaminannya bahwa kebangkitan agama akan memberikan kehidupan lebih baik di masa depan? Di sini muncul keraguan di balik God is Back. Tanpa melibatkan Tuhan saja berbagai peperangan yang sadis dan brutal terjadi di mana-mana. Terlebih lagi jika emosi agama ikut hadir menambah amunisi peperangan. Micklethwait mengatakan, kebangkitan agama akan melipatgandakan jumlah orang yang siap untuk saling berbunuhan dengan alasan agama. Konfrontasi antara nuklir Iran di satu pihak dan Israel serta Amerika di pihak lain pasti akan menggema ke seluruh dunia dan orang pun akan segera menafsirkan sebagai perseteruan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perseteruan antara India dan Pakistan soal Kashmir pasti akan melibatkan emosi keagamaan meskipun pada dasarnya merupakan persengketaan wilayah. Belum lagi di Filipina dan Indonesia, hubungan antara minoritas dan mayoritas Islam-Kristen juga selalu menyimpan bara konflik. Namun, tanpa melibatkan Tuhan dan agama sesungguhnya manusia telah mengukir sejarah konflik berdarah-darah dan berkesinambungan. Abad dua puluh adalah abad paling sekuler dan sekaligus paling berdarah-darah. Apa yang disebut ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the Godless religions of Nazism and Communism&lt;/span&gt;” telah membunuh puluhan juta manusia. Begitu juga pembantaian di Kamboja, Kongo, dan Rwanda, kesemuanya sama sekali tidak melibatkan nama Tuhan. Lalu terorisme yang terjadi di Sri Lanka dan Eropa juga bersifat sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, akar terorisme tidak selalu dimotivasi oleh agama. Bahkan, dalam berbagai kasus agama dijadikan jubah dan penambah amunisi, padahal akarnya bisa jadi adanya dominasi mayoritas terhadap minoritas atau kekuatan asing yang akan menguasai atau menjarah wilayah bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Politik identitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah maraknya gelombang demokratisasi di berbagai belahan dunia, salah satu konsekuensi yang kurang diperhitungkan sebelumnya adalah munculnya gerakan politik identitas. Proses demokratisasi yang tidak disertai penegakan hukum, partsipasi pendidikan dan kesejahteraan sosial yang merata, maka politik identitas untuk memperjuangkan kelompok etnis dan agama akan semakin menguat. Fenomena ini mesti dicermati dan diantisipasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda kelompok berdasarkan kepentingan etnis, daerah, agama, dan parpol mendapatkan ruang manuver secara leluasa dengan dalih hak asasi dan demokrasi. Indonesia sebagai negara bangsa yang masih amat muda, sementara korupsi masih akut, lalu pemerintah yang tengah berkuasa sangat diwarnai politik balas budi dan perkoncoan, sangat rawan untuk menghadapi menguatnya politik identitas yang jika kebablasan akan memperlemah demokrasi dan kohesi bangsa. Terlebih lagi jika ideologi transnasional yang tidak setia pada semangat kemerdekaan RI dan Pancasila ikut bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tanpa melibatkan Tuhan saja potensi konflik antardaerah dan etnis cukup rawan. Dan itu sudah terjadi. Terlebih lagi jika memperoleh amunisi tambahan berupa ketidakadilan ekonomi dan pendidikan serta sentimen agama, maka proses demokratisasi yang kita perjuangkan akan digerogoti oleh konflik antarkelompok kepentingan yang tidak rasional. Slogan Bhinneka Tungal Ika, keragaman dalam kesatuan, beralih menjadi perseteruan dalam keragaman yang tidak kunjung reda.&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Komaruddin Hidayat Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-3680956279201885669?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/3680956279201885669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/01/senja-kala-sekularisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/3680956279201885669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/3680956279201885669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/01/senja-kala-sekularisme.html' title='Senja Kala Sekularisme'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S1Ee-RJcaGI/AAAAAAAAAx0/2ah_0T7SUmI/s72-c/Early+Evening.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-6828926146925501374</id><published>2010-01-12T17:20:00.005+08:00</published><updated>2010-11-30T23:23:27.174+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Gereja Terus Diserang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S0w_z8lw6mI/AAAAAAAAAxk/vfw5wXUujGQ/s1600-h/Gereja+Terus++diserang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 84px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S0w_z8lw6mI/AAAAAAAAAxk/vfw5wXUujGQ/s320/Gereja+Terus++diserang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425781812745005666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kuala Lumpur, Minggu - Beberapa orang yang merupakan bagian dari kelompok radikal Malaysia memperluas aksi terornya. Minggu (10/1), mereka menyerang Gereja All Saints, gereja Anglikan tertua di Taiping, Perak. Sudah delapan bangunan gereja dirusak sejak kerusuhan pertama Jumat (7/1).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain menjadikan bangunan gereja sasaran teror bom molotov, hari Minggu mereka juga melampiaskan aksinya ke sebuah biara Katolik di Taiping. Sekelompok kecil orang itu melempari biara dengan bom molotov dan mengumpat umat Kristen di Malaysia. Aksi itu membuat para biarawan khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi kelompok ini sebenarnya sebagai reaksi atas putusan Pengadilan Tinggi (PT) Malaysia pada 31 Desember 2009 yang mengizinkan Kristen dan bukan Islam memakai kata ”Allah” untuk merujuk kepada Allah (God). Pengadilan menetapkan kata ”Allah” bukan monopoli Islam karena sudah muncul sebelum Islam lahir dan bahkan sudah lebih dulu digunakan Kristen di Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok radikal itu dipelopori, antara lain, oleh Gerakan Pemuda Muslim Abim. Mereka bersikukuh kata ”Allah” hanya boleh digunakan Islam. Jika agama lain, termasuk Kristen menggunakan kata itu, sama artinya menghasut pemeluk Islam untuk meninggalkan agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan PT Malaysia tersebut sekaligus membatalkan larangan pemerintah kepada umat Kristen untuk menggunakan kata ”Allah” menyusul unjuk rasa tahun lalu setelah adanya publikasi kata ”Allah” dalam majalah Katolik, The Herald, edisi Melayu. Pemerintah berpendapat, kata ”Allah” membingungkan dan menyesatkan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S0xCe3u4rwI/AAAAAAAAAxs/XNrgRBSdOdA/s1600-h/Gereja+Terus++diserang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S0xCe3u4rwI/AAAAAAAAAxs/XNrgRBSdOdA/s320/Gereja+Terus++diserang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425784749198716674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Petugas polisi Diraja Malaysia memeriksa kerusakan di Gereja All Saints di Taiping, Negara Bagian Perak, yang menjadi sasaran perusakan oleh kelompok ekstrem, Minggu (10/1). Setidaknya delapan gereja dan sebuah biara dilempari bom molotov, menyusul protes atas sengketa peradilan seputar pemakaian kata Allah di kalangan umat Kristen dan Katolik Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas larangan pemerintah, pihak gereja Katolik pun menggugat ke pengadilan. Ketika muncul kerusuhan yang cenderung meluas, kalangan pemerintah sepakat untuk mencegah tindakan anarki terhadap kalangan minoritas di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak terpengaruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa organisasi massa Islam, termasuk partai oposisi PAS yang bergaris keras, juga sepakat dengan keputusan pengadilan. Mereka menyatakan setuju, semua agama Samawi, di mana saja di seluruh dunia, termasuk Kristen dan Yahudi, berhak menggunakan kata ”Allah”. Mereka mengecam keras aksi itu. Islam tidak menyarankan umatnya menyerang rumah ibadah, termasuk gereja dan pengikutnya. Aksi kekerasan itu, menurut PAS, tak mewakili Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski aksi teror terus dilancarkan sekelompok kecil orang itu, umat Kristen di Malaysia tetap membanjiri gereja di seluruh negeri pada hari Minggu. Tak terkecuali di delapan gereja yang telah dirusak atau terbakar oleh bom molotov, antara lain di Gereja God Shepherd Lutheran di Petaling Jaya, Selangor, atau gereja Protestan, Metro Tabernakel, di Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai khotbah di gereja, pendeta dan pastor menyerukan perdamaian di seluruh Malaysia, negeri yang dihuni oleh multi-etnis itu. Sebanyak 60 persen penduduk Malaysia yang mayoritas dari etnis Melayu memeluk Islam. Selebihnya adalah kelompok minoritas China, India, dan pemeluk bukan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk umat Kristen di Malaysia, kata pemimpin gereja, mereka sudah menggunakan kata ”Allah” sejak berpuluh-puluh tahun bersamaan dengan masuknya Kristen ke negeri itu. Di pedalaman Serawak dan Sabah misalnya, kata ”Allah” sejak awal digunakan setiap kelompok doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengecam tindakan sekelompok orang itu. Pemerintah akan mengambil tindakan tegas karena aksi itu merusak keharmonisan masyarakat multi-etnis Malaysia. Najib bahkan sempat mengunjungi gereja yang menjadi sasaran perusakan, gereja Kemah Suci Metro. Dia menyumbang sebesar 500.000 ringgit atau sekitar 147.000 dollar AS. (AP/AFP/REUTERS/CAL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-6828926146925501374?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/6828926146925501374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/01/gereja-terus-diserang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/6828926146925501374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/6828926146925501374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/01/gereja-terus-diserang.html' title='Gereja Terus Diserang'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S0w_z8lw6mI/AAAAAAAAAxk/vfw5wXUujGQ/s72-c/Gereja+Terus++diserang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-2549047014390187546</id><published>2010-01-08T17:36:00.006+08:00</published><updated>2010-11-30T23:23:53.479+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ataturk, Mahatma Gandhi, dan Gus Dur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S0b83PN19dI/AAAAAAAAAxc/6YSiMJrr7sk/s1600-h/Ataturk-Mahatma+Gandhi-Gus+Dur.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 79px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S0b83PN19dI/AAAAAAAAAxc/6YSiMJrr7sk/s320/Ataturk-Mahatma+Gandhi-Gus+Dur.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424300827121939922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ghazi Musthapa Kemal Atatürk. Begitu tokoh nasionalis dan pemimpin Turki yang hidup pada tahun 1881-1938 itu dikenal. Dia memainkan peran penting dalam menggusur Kekhalifahan Utsmaniyah dan kemudian mendirikan Turki modern. Namanya, Atatürk, sudah menunjukkan artinya, ”Bapak Bangsa Turki”. Ia seorang jenderal yang sangat kondang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu warisan Atatürk adalah prinsip ”negara sekuler”. Prinsip ini dikenalkannya ketika ia membentuk Republik Turki yang sekuler dan pro-Barat pada tahun 1923, setelah runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah (Ottoman). Prinsip dasar ”negara sekuler” adalah pemisahan antara agama dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama diakui, tapi harus dipisahkan dari negara agar tidak dimanipulasi untuk kepentingan politik. Demikian sebaliknya, untuk menghindarkan terjadinya manipulasi politik untuk kepentingan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mendapat tekanan dalam prinsip ”negara sekuler” ini adalah dunia, pembangunan dunia. Tetapi, sama sekali tidak mengabaikan agama. Ini sangat berbeda dengan sekularisme. Sekularisme hanya mementingkan dunia (saeculum) yang transendental tak ada, tak mendapat tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengintrodusir prinsip ”negara sekuler”, yang pertama dilakukan Atatürk adalah membubarkan pengadilan agama pada tahun 1924. Kaum wanita diberikan hak-hak yang lebih memadai, alfabet Barat diperkenalkan untuk menggantikan yang tradisional, dan berbagai perangkat budaya Barat, seperti cara berpakaian, dikampanyekan secara besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Turki punya Atatürk, India mempunyai Mohandas Kramchand Gandhi (1869-1948) yang juga disebut Mahatma atau Jiwa yang Agung. Gandhi adalah pionir gerakan tanpa kekerasan dan bapak bangsa India yang oleh majalah mingguan Asiaweek terbitan hari ini, 3 Desember 1999, dinobatkan sebagai ”Tokoh Asia Abad Ke-20” kategori kepemimpinan moral dan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaranya lembut, agak kecil, akan tetapi setiap kata yang diucapkan penuh kejernihan arti. Dengarkanlah apa yang ia katakan pada hari Kamis, 15 Agustus 1947, malam ketika hari pembebasan itu datang di India, negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berkumpullah bersama semua manusia dari semua agama, suku, dan ras India di bawah satu panji, dan pompakan semangat solidaritas dan persatuan untuk mengusir eksklusivisme kelompok dan sentimen-sentimen yang picik dan sempit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya kurus dengan pakaian kain putih tenunan kasar yang sering adalah hasil pintalan benangnya sendiri. Kakinya tidak beralas sepatu bagus, tetapi cukup sandal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gandhi adalah sebuah nama yang tertanam dalam hati dan pikiran pejuang-pejuang kemerdekaan berbagai bangsa yang terjajah selama sebelum Perang Dunia II pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua mantra peninggalan Gandhi yang bisa menjadi pegangan para pemimpin di mana pun, yang menekankan perjuangan tanpa kekerasan. Kedua mantra itu adalah ahimsa dan satyagraha. Ahimsa adalah falsafah pantang kekerasan yang dia kembangkan, dan satyagraha adalah aksi perjuangan yang tidak memakai kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, kita di Indonesia, baru saja kehilangan seorang tokoh yang tidak kalah besarnya dibanding kedua tokoh di atas. Dialah Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur, tokoh antikekerasan; pejuang demokrasi; bapak pluralisme; pembela orang-orang terpinggirkan yang tidak punya suara; pembela dan pelindung kaum minoritas, baik itu suku, etnis, maupun agama; tidak pernah lepas tangan, lepas tanggung jawab, dan berani menghadapi setiap persoalan, serta tidak suka mencari kambing hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sudah tahu, Gus Dur merupakan seorang tokoh yang sudah lama memperjuangkan tegaknya demokrasi di Indonesia, dan bahkan di dunia internasional. Selama Orde Baru ia dengan tegar dan kritis selalu membela kepentingan bangsa secara keseluruhan di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Hal itu terlihat dengan jelas, di antaranya melalui pembelaannya yang tidak kenal kompromi terhadap kelompok-kelompok minoritas dan orang-orang yang tertindas meskipun untuk itu dia harus menerima hujatan dari kelompok mayoritas, atau bahkan dari kelompoknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang pantas dicatat, Gus Dur adalah tokoh yang tidak haus akan kekuasaan. Ketika kekuasaan jatuh ke tangannya, ia gunakan sebaik mungkin untuk kepentingan rakyat, masyarakat banyak. Dan, ketika kekuasaan harus dilepaskan, ia lepaskan tanpa berat hati, rela, legowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan bukan segala-galanya. Bagi Gus Dur, kekuasaan seperti dirumuskan Thomas Aquinas, adalah fungsional demi kesejahteraan masing-masing orang, bonum commune communitatis, kesejahteraan umum masyarakat.&lt;br /&gt;Kini, orang merasakan, setelah Gus Dur tidak ada, seperti ada sesuatu yang ”bolong”, yang hilang, yang selama ini sudah menjadi bagian dari bangsa dan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, warisan Gus Dur, antara lain tentang pluralisme, tidak haus akan kekuasaan, menghormati manusia lain, kiranya tidak akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemal Atatürk, Gandhi, dan Gus Dur meninggalkan warisan yang sangat bernilai kepada bangsanya masing-masing.(KOMPAS.COM)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-2549047014390187546?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/2549047014390187546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/01/ataturk-mahatma-gandhi-dan-gus-dur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/2549047014390187546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/2549047014390187546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2010/01/ataturk-mahatma-gandhi-dan-gus-dur.html' title='Ataturk, Mahatma Gandhi, dan Gus Dur'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/S0b83PN19dI/AAAAAAAAAxc/6YSiMJrr7sk/s72-c/Ataturk-Mahatma+Gandhi-Gus+Dur.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-3962088247147578900</id><published>2009-12-10T23:53:00.004+08:00</published><updated>2010-11-30T23:24:17.878+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Peziarah Perdamaian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SyEagYwvmTI/AAAAAAAAAxE/CoOeHW-xN98/s1600-h/Peziarah+Perdamaian.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 109px; height: 82px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SyEagYwvmTI/AAAAAAAAAxE/CoOeHW-xN98/s320/Peziarah+Perdamaian.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413637370781079858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah satu kesaksian tentang perdamaian di zaman modern yang tidak biasa adalah yang dilakukan oleh seorang perempuan yang menyebut dirinya sebagai seorang Peziarah Perdamaian. Selama hampir tiga puluh tahun ia berkeliling Amerika sambil menyebarkan pesan perdamaian kepada semua orang yang ingin mendengarkannya. Tidak bisa diperkirakan pengaruh yang telah diberikannya kepada ribuan orang. Tulisan sebagai tanda peringatan ini ditulis oleh Ann dan John Rush, anggota &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Society of Frien&lt;/span&gt;d, yang banyak mempromosikan pekerjaan dan kesaksian dari Peziarah Perdamaian (Fellowsihip, Maret 1982).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Saya menantikan saat di mana tubuh saya kembali ke asalnya menjadi debu, sedangkan jiwa saya akan terus hidup”, demikian tulis Peziarah Perdamaian. “Bebas dari bumi, sebebas udara, dan kini kamu berkeliling ke mana saja”, tulis seorang sahabat sesudah kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dia tidak takut mati, bahkan menantikannya, Peziarah adalah seorang yang bahagia di dunia ini, yang selalu berterima kasih pada indahnya dunia ini. “Anda tidak selalu berkesempatan dapat bertemu dengan orang yang lebih bahagia”, tulis seorang pendeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fellowship&lt;/span&gt; memberitakan pada bulan September bahwa Peziarah Perdamaian telah meninggal dunia akibat kecelakaan mobil saat berada dalam perjalanan menuju satu pertemuan di luar kota Knox, Indiana. Ia selalu berpendapat bahwa kita harus bergembira dengan mereka yang kita cintai, dan yang telah membuat hidup kita di dunia ini menjadi bahagia. Pada tahun pertama peziarahannya (1953), ia hampir terbunuh dalam sebuah badai salju, tetapi ia malah menyebutnya sebagai pengalaman yang paling indah dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seperti kebanyakan temannya di negara ini, kita tidak dapat menerima berita kematiannya dengan gembira. Perasaan kaget merupakan hal yang sering dialami. Kehidupannya sebagai seorang peziarah memang merupakan suatu keajaiban. Setelah berjalan lebih dari dua puluh lima ribu mil, ia berkata, “Saya akan tetap berkelana sampai umat manusia sadar mengenai apakah itu jalan perdamaian, berjalan sampai menemukan tempat prlindungan, dan berpuasa sampai diberikan makanan”. Ketika berbicara dengan setiap orang tentang pentingnya perdamaian, kata-katanya sederhana saja. Seperti yang ditulis Robert Steele dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gandhi Marg&lt;/span&gt;, sebuah jurnal di India, “Peziarah Perdamaian berbicara dengan penuh kuasa dan percaya diri, ia mengingatkan kepada seorang juru bicara Allah pada masa Alkitab”. Dalam jurnal India lainnya ditulis : “Seolah-olah suara Gandhi yang sedang berbicara melalui dia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh empat tahun lalu, perempuan yang luar biasa ini muncul di antara kami, dan persahabatannya berdampak dalam kehidupan kami dan dia. Saat itu kami hidup di belantara wilayah British Columbia, dalam satu komunitas Quaker; saat itu Peziarah sedang berkelana di Kanada. Ketika dia berceramah di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Argenta Friends Meeting&lt;/span&gt;, di tepi Danau Kootenay, John berkata kepadanya, “Ini berita yang sama dengan yang telah disampaikan para orang suci selama berabad-abad”. “Saya tidak tahu ada yang baru dalam pesan-pesan saya, kecuali penerapannya”, ia menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesannya selalu sama : “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan, kepalsuan dengan kebenaran, dan kebencian dengan kasih&lt;/span&gt;”. Kebenaran yang diberitakannya, bersama dengan rasa damainya yang mendalam, sangat berkesan bagi mereka yang mendengarkannya. Tahun berganti tahun, ia menjadi begitu bersemangat sehingga para pendengarnya memberikan respons dengan penuh sukacita. Ia bercerita tentang perjalanan dan langkah yang diambilnya, tanpa mengetahui ke mana ia akan pergi. Semuanya mengarah ke dalam damai di hati. “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Damai di hati terjadi melalui karya kebaikan untuk semua orang&lt;/span&gt;”, ia berkata. “Tiap-tiap orang berperan, dan akan merasakan apa peranan itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai dalam hati tidak datang dengan mudah kepada perempuan yang luar biasa ini. Pada usia dua puluhan, ia memiliki pekerjaan yang baik dan kegiatan sosialnya banyak, namun ia merasa kehidupannya tidak bermanfaat. Sesudah bergumul panjang, ia akhirnya memutuskan mengabdikan kehidupannya untuk pelayanan. Itu terjadi empat puluh tahun yang lalu. Saat keputusan itu diambil, ia merasa sangat damai. Dengan itu, ia sadar bahwa kehidupannya akan diabdikan untuk usaha perdamaian. Sesudahnya, ia mengalami “anugerah besar menyangkut kesehatannya”, katanya. “Sejak itu, saya tidak pernah mengalami sakit, baik flu atau sakit kepala”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjalan setiap hari, sambil menikmati keheningan dan keindahan alam, dan memperoleh wawasan-wawasan luar biasa yang kemudian saya terapkan. “Salah satu contoh wawasan yang diperolehnya adalah sebagai berikut : “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saya merasa perlu untuk menyederhanakan kehidupan ini. Kehidupan yang sederhana menjadi mudah karena saya merasa tidak bisa menerima lebih dari yang mereka butuhkan&lt;/span&gt;”. Kemudian, persiapan selama lima belas tahun dilakukan, di mana dia berusaha membebaskan dirinya dari “pemilikan harta yang tidak diperlukan dan kegiatan yang tidak penting”, dan mulai melakukan pekerjaan sukarela untuk FOR dan kelompok perdamaian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa persiapan ini, dia mengalami “pengalaman yang luar biasa”.&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya saya memahami apa itu damai di hati. Saya merasa menyatu dengan sesama dan semua ciptaan. Saya merasa dikelilingi oleh semua hal yang baik, seperti kasih, perdamaian dan kebahagiaan. Sepertinya ada kekuatan yang tidak pernah habis. Anda merasa akan terhubung dengan kekuatan universal. Pada saat seperti inilah, saya merasa terpanggil untuk memulai peziarahan demi terjadinya perdamaian dalam dunia. Suatu hari, ketika saya sedang berjalan menelusuri New England, tiba-tiba saya merasa sedang memakai pakaian berwarna biru dengan tulisan Peziarah Perdamaian di dada, dan berjalan melintasi Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suratnya yang pertama, dia menulis : “Dalam menjalankan peziarahan ini, saya tidak merasa sebagai seorang individu, tetapi merasa bersatu dengan hati umat manusia yang merindukan perdamaian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Peziarah meninggalkan rumahnya dua puluh delapan tahun lalu, tanpa membawa uang seperser pun atau organisasi pendukung pun, tetapi hanya dengan pakaian di badan, sikat gigi, pena. Sisir dan pesan-pesannya. Ia tidak membawa nama dan kartu identitasnya. Sejak saat itu, ia tidak pernah merasa kekurangan. Tanpa meminta apa pun, semua kebutuhan untuk perjalanan saya dapat terpenuhi”, ia bersaksi. “Orang-orang pada dasarnya adalah sangat baik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan sepanjang dua puluh lima ribu mil, pada tahun 1964, ia mengatakan bahwa berbicara merupakan prioritas pertama baginya. Ini yang memberi dorongan baginya untuk mulai berjalan mulai ketika ia berusia empat puluh empat tahun. “Saya tidak berjalan dengan kekuatan seperti anak muda, namun kekuatan itu datang dari damai yang berasal dari hati”. Selama pemerintahan Mc Carthy, terjadinya Perang Korea, dan Perang Vietnam, Peziarah menyampaikan pesannya kepada puluhan ribu orang (mungkin lebih dari satu juta; tak ada yang mencatat), di jalan-jalan kota dan jalan-jalan yang berdebu, di berbagai terminal truk (ia pernah berbicara kepada sekelompok supir truk semalam suntuk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tahun-tahun itu, ketika kebanyakan orang takut keluar rumah, ia malah berjalan menelusuri daerah-daerah kumuh, tidur di stasiun-stasiun bis, dalam truk dan dalam rumah orang-orang yang tidak dikenalnya. Ia tidur di tanah, hanya dibungkus daun-daunan, di ladang jagung, dan di dalam boks di kolong jembatan. Orang-orang yang tak dikenalnya menjadi sahabatnya, mereka mengundangnya menginap dirumah mereka, dan mengatur pertemuan-pertemuan di mana ia akan berbicara, terkadang satu tahun atau lebih di muka. Tahun-tahun belakangan ini, ia bisa lebih sering tidur dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peziarah Perdamaian telah mengajarkan kepada kita akan pentingnya pengharapan yang dibarui itu bagi dunia masa depan, dan pengharapan bahwa banyak orang akan memperoleh kedamaian di hati sehingga perdamaian dunia pun dapat dimungkinkan. Ia telah memperkuat iman kita secara rohani dan memberikan kita suatu contoh konkret tentang sesuatu yang belum pernah kita impikan : seseorang yang dipenuhi kedamaian di hati dan memiliki semangat yang tak termakan oleh usia. Ia telah memberikan kepada kita harapan untuk memperoleh “Semangat Universal” yang sama karena menurutnya hal itu ada untuk semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau saya mampu menemukannya, Anda juga bisa”, katanya.Inspirasi terbesar adalah kesatuan antara hidup dan perkataannya. Dirinya adalah pesan itu sendiri.(Ann dan John Rush)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com"&gt;BACK TO HOME    &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-3962088247147578900?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/3962088247147578900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/12/peziarah-perdamaian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/3962088247147578900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/3962088247147578900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/12/peziarah-perdamaian.html' title='Peziarah Perdamaian'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SyEagYwvmTI/AAAAAAAAAxE/CoOeHW-xN98/s72-c/Peziarah+Perdamaian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-5244895037592068495</id><published>2009-11-28T11:51:00.004+08:00</published><updated>2010-11-30T23:24:46.137+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TOKOH'/><title type='text'>Kardinal Tauran, Bangun Dialog Antaragama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SxCeh44XUpI/AAAAAAAAAw8/oVdJb7zYWXg/s1600/Kardinal+Tauran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 123px; height: 209px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SxCeh44XUpI/AAAAAAAAAw8/oVdJb7zYWXg/s320/Kardinal+Tauran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408997457513632402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peristiwa menara kembar World Trade Center di New York, Amerika Serikat, 11 September 2001, telah mengubah wajah agama. Agama bisa dijadikan legitimasi untuk menebar teror. ”Tak ada gunanya kita beragama. Agama telah meracuni semuanya,” kata Christopher Hitchens, penulis buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;God is Not Great: How Religion Poisons Everything&lt;/span&gt;, 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kardinal Jean-Louis Tauran, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Presiden Pontifical Council for Interreligious Dialogue&lt;/span&gt; (PCID), menilai peristiwa ”9/11” dan buku Hitchens membuat orang muda di berbagai belahan dunia meninggalkan agama. Mereka tak ingin tahu agama. Bahkan, bagi mereka, mengolok-olok agama, mencemarkan para tokohnya dengan karikatur bukan lagi hal tabu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Pencemaran agama bukanlah sebuah kemajuan peradaban,” ungkap Kardinal Tauran dalam pertemuan dengan para tokoh Nahdlatul Ulama di Jakarta, Kamis (26/11). ”Paus Benediktus XVI mengecam keras pencemaran agama,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan eksistensi agama, khususnya bagaimana membangun dialog antaragama, merupakan alasan Kardinal Tauran berkunjung ke Indonesia. Sebagai Presiden PCID atau Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama (jabatan setingkat menteri), Kardinal Tauran mengajak para pemimpin agama di berbagai negara untuk menempatkan kembali agama sebagai jiwa kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Indonesia menjadi istimewa dalam kaitan dengan eksistensi agama, dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia. Yang dilakukan umat Islam di sini berpengaruh bagi wajah Islam di dunia,” ungkapnya saat bertemu para tokoh Muslim di Wahid Institute, PBNU, dan PP Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kardinal Tauran baru pertama kali ke Indonesia. Namun, sejak menjadi Presiden PCID tahun 2007 ia sudah mengunjungi negara-negara yang mayoritas penduduknya bukan umat Kristen. ”Ternyata hambatan terbesar dialog antaragama adalah ketidaktahuan. Semoga hal ini tak saya temui di Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ketaktahuan adalah musuh dari sebuah dialog,” tegas Kardinal Tauran yang akan bertemu dengan para tokoh agama di Bali, Makassar, dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sisi kemanusiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir dan besar di Bordeaux, Perancis, Tauran berusaha melihat sisi kemanusiaan dalam setiap masalah, baik saat menjadi Menteri Luar Negeri Vatikan (1990-2003) maupun ketika menjadi Presiden PCID. Contohnya, saat dia bertemu Presiden Iran Khatami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hampir semua diplomat Eropa mengatakan, Iran adalah negara yang ’sulit’. Tapi, ketika bertemu Presiden Khatami, saya bisa berdiskusi dan berbincang soal Thomas Aquinas, teolog klasik Katolik, yang ajarannya menjadi pelajaran wajib semua calon imam Katolik. Saya tak menduga, Presiden Khatami membaca buku-buku Thomas Aquinas,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada kemanusiaan, itu pula yang menjadi dasar Kardinal Tauran dalam upaya dialog antaragama, salah satu sarana utama diplomasi luar negeri Vatikan.&lt;br /&gt;”Sebagai manusia, kita sama di hadapan Tuhan. Kita semua adalah saudara. Masing-masing di dalam diri ada kehadiran ’Yang Suci’. Maka, berkaitan dengan dialog, khususnya dialog antaragama, saya tak suka memakai kata ’toleransi’. Kata itu sering dipakai secara salah. Seorang saudara tak ingin ditoleransi, ia ingin dicintai,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kardinal Tauran prihatin terhadap hubungan antara penduduk asli Eropa yang kebanyakan beragama Kristen dan penduduk pendatang yang beragama Islam. Ia melihat kedua kelompok itu tak sungguh-sungguh saling mengenal. Ketika kedua kelompok itu harus tinggal bersama, yang diusahakan hanya toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sifat toleransi adalah merumuskan batas. Tujuannya menghindari konflik. Namun, ketika batas itu tersentuh, konflik mudah terjadi. Sebaliknya dengan cinta, ia tak memiliki batasan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kardinal Tauran, salah satu cara menumbuhkan sikap saling mengenal yang melampaui toleransi adalah pendidikan. Ia menunjuk contoh Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Banyak orang Perancis sama sekali tak tahu apa itu Islam. Kami hanya melihat Islam dari sosok imigran Maroko, Aljazair, dan Turki. Maka, agar mengenal Islam, mulailah di sekolah diajarkan sejarah Islam. Para murid mendapat penjelasan, Islam adalah sebuah realitas agama dengan nilai religius dan kemanusiaan yang tinggi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di sinilah, khususnya dalam hubungan dialog antaragama, sekolah menjadi penentu masa depan harmoni antarmanusia,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kardinal Tauran merasakan pentingnya sekolah dan pendidikan dalam hubungan antaragama. Sebagai warga Perancis, ia menjalani wajib militer di Lebanon tahun 1965, kala negeri itu masih seperti ”surga”. Ia kembali ke Lebanon sebagai Duta Vatikan tahun 1979-1983, saat Lebanon dilanda perang saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Waktu itu saya tak mengerti, mengapa Lebanon bisa berubah. Masyarakatnya terpecah dan krisis sosial terjadi di mana-mana. Itulah kenyataan yang menjadi ’sekolah’ saya untuk memahami berbagai masalah Timur Tengah dan Islam. Lebanon menjadi jendela untuk melihat dunia Islam. Saya makin menyadari, Islam bukan sebuah blok yang monolit. Islam memiliki berbagai corak yang sangat kaya. Di Lebanon dan Suriah, misalnya, saya menemukan corak Islam yang tulus, di mana kami bisa saling bicara mengenai kebudayaan, karya kasih, dan perdamaian,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling menghargai&lt;br /&gt;Setelah peristiwa ”9/11” khususnya, banyak negara mulai mengedepankan dialog antarkepercayaan untuk harmoni dan perdamaian sebagai bagian dalam hubungan (diplomasi) antarbangsa. Dalam kaitan ini, agama dilihat sebagai substansi kebudayaan (Paul Tillich, Theologie de la Culture, 1978). Sejarah menunjukkan, tak ada satu pun kebudayaan yang tidak didasarkan agama atau kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Namun, janganlah karena hal ini, dialog antaragama dipandang sebagai strategi untuk menarik orang menjadi pemeluk agama tertentu. Menjadi pemeluk agama adalah sebuah misteri antara manusia dan Tuhan. Ia tak bisa dikendalikan, bahkan diatur,” kata dia menjawab pertanyaan dalam dialog nasional Muslim-Kristen bertajuk ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Building Trust for Social Justice&lt;/span&gt;” yang diadakan PP Muhammadiyah di Jakarta, Kamis (26/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kardinal Tauran lalu menguraikan betapa dialog antaragama tak hanya sebuah pilihan, tetapi harus menjadi kebutuhan hidup yang menentukan masa depan kemanusiaan. Secara konkret ia mengajak agar setiap pemeluk agama—dengan tetap berpegang terhadap keyakinannya—mulai mengenali, menghargai, bahkan mungkin menimba keunggulan spiritualitas agama-agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Untuk ini, perlu ketulusan dan tingkat pendidikan yang matang. Masalah lain adalah bagaimana dialog antaragama ini dapat diwujudkan di tingkat akar rumput,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menjadi pekerjaan rumah yang tak mudah bagi para elite agama karena perbedaan tingkat pendidikan masih menjadi kendala utama. (H Witdarmono Wartawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JEAN-LOUIS TAURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Lahir: Bordeaux, Perancis, 5 April 1943 • Pendidikan: • Sarjana Filsafat dan Teologi, Universitas Gregoriana, Roma, 1969 • Doktor Hukum Gereja, Universitas Gregoriana, Roma, 1973 • Jabatan: • 1979-1983: Duta Vatikan untuk Republik Dominika, lalu untuk Lebanon • 1990-2003: Menteri Luar Negeri Vatikan • 2007–kini: Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H Witdarmono&lt;/span&gt;/Kompas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-5244895037592068495?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/5244895037592068495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/kardinal-tauran-bangun-dialog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/5244895037592068495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/5244895037592068495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/kardinal-tauran-bangun-dialog.html' title='Kardinal Tauran, Bangun Dialog Antaragama'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SxCeh44XUpI/AAAAAAAAAw8/oVdJb7zYWXg/s72-c/Kardinal+Tauran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-915814988956348654</id><published>2009-11-25T22:21:00.004+08:00</published><updated>2010-11-30T23:25:16.635+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Memahami, Dapat Uraikan Kesalahpahaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Sw09vwcBM9I/AAAAAAAAAw0/4cagl6lplsw/s1600/Memahami+dapat+uraikan+kesalahpahaman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 110px; height: 72px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Sw09vwcBM9I/AAAAAAAAAw0/4cagl6lplsw/s320/Memahami+dapat+uraikan+kesalahpahaman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408046618207400914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memahami bisa menguraikan kesalah pahaman, memahami bisa mempercepat proses untuk mengerti. Bila bisa dimengerti oleh orang lain merupakan semacam kebahagiaan, dan bisa mengerti orang lain adalah semacam kemuliaan.(CLIPART)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diantara manusia dengan manusia sering kali bisa terjadi kesalah pahaman. Yang disebut kesalah pahaman adalah pengertian yang diterima secara salah, atau dimengerti secara miring. Sebenarnya memahami dan kesalah pahaman, hanya terpaut bagai seutas benang, karena tidak memahami, lalu menjadi salah paham merupakan fenomena yang umum terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbulnya kesalah pahaman terutama dikarenakan kita sendiri tidak jelas terhadap kenyataan dan hakekat dari manusia atau hal ihwal itu, dan mempercayai kabar angin, atau terkelabui oleh propaganda yang keliru, atau diakibatkan oleh karena berpuas diri dan konservatif, serta memutuskan dengan membuta. Kesalah pahaman bisa mengakibatkan salah memutuskan, bisa membuat orang saling memusuhi, bahkan saling melukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa akhir Dinasti Qing, banyak sekali masyarakat China yang salah paham terhadap kamera. Pada 1860, tentara gabungan Inggris dan Prancis menyerbu masuk ke Tian Jin, menyertai kedatangan mereka masih ada sebuah hal yang baru ------ kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendatang dari Barat mengangkat kamera, memotret segala macam hal yang mereka anggap "hal yang baru". Sedang bagi penduduk Tian Jin, benda yang bisa dengan setia  mencatat segala pemandangan yang pernah kita lihat ini, memberi mereka suatu perasaan ingin tahu tetapi di samping itu juga ada semacam rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desas-desus bertebaran dari jalan besar hingga ke dalam kampung. Di kaca mata masyarakat, kamera menjadi "kaca penyerap sukma". Masyarakat pernah membicarakan tentang benda itu, "Benda apa yang sedang dibawa oleh orang Barat ini? Kaca pemotret siluman?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan begitu, saya pernah mendengar kata tuan Zhang yang berada di sebelah rumah saya yang mengatakan bahwa benda itu adalah senjata pembawa maut! Dengan suara satu klik saja, sukma orang tersebut langsung hilang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada sebuah lelucon: Pada suatu acara pengumpulan dana yang khusus diadakan demi masyarakat miskin  yang  berada  di  Ethiopia  Afrika. Dalam acara itu hadir seorang nenek tua yang menentang dengan tegas.  Karena sikap nenek itu telah mempengaruhi suasana keseluruhan acara, pembawa acara lalu mempertanyakan alasan dia menentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek itu berbicara panjang lebar dengan alasan yang seakan-akan cukup beralasan, dia berkata bahwa masyarakat Ethiopia berpura-pura miskin, mereka sedang menipu sumbangan dana kami, jika mereka sungguh-sungguh miskin, bagaimana mungkin setiap penduduk di sana bisa mengritingkan rambut mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidatonya yang sangat menarik itu segera mengundang gelak tawa dari seluruh hadirin. Jelaslah bahwa, tanpa adanya pemahaman yang mendalam terhadap suatu masalah lalu menyatakan begitu saja pendapat kita, hal itu bukan hanya akan melukai orang lain, juga merupakan sikap yang kurang bertanggung jawab terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebohongan seseorang hanya melukai orang-orang yang berada di sekitarnya, sedang dengan adanya propaganda kebohongan dari pemerintah, maka yang dilukai adalah seluruh rakyat yang berada di negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila masyarakat tidak pernah berpikir panjang maka itu merupakan nasib baik pemerintahnya" (Hitler).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang percaya dengan kebohongan serta bertengkar dan berebut secara membabi-buta, akan menjadi boneka dari kekuasaan lalim, akan menjadi obyek permainan dan pembodohan sesuka hati dari otokrasi, dan menjadi mayat hidup yang kehilangan sukma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh: biadab brutal dan kejam adalah salah satu ciri khas yang paling menonjol dari Revolusi Kebudayaan (di China era 1950-an). Saat itu sasaran yang diganyang termasuk tuan tanah, orang kaya, sayap kanan, pengkhianat, mata-mata, spekulator, kalangan intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sekarang dilihat kembali, orang-orang yang berdosa pada saat itu semuanya adalah rakyat awam yang baik, namun karena kebutuhan dari persaingan politik PKC, kebutuhan untuk mempropagandakan kebohongan, mereka dilukiskan bagai setan iblis, mereka menjadi sasaran penindasan dari orang lain, itu merupakan pemisahan antara manusia dengan manusia, mereka saling memusuhi, saling dendam satu dengan yang lain, saling mengganyang satu dengan yang lain, peristiwa pada masa itu sangat jarang terjadi dalam sejarah umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara ayah dan anak saling melukai, bertengkar antara suami dan isteri, genap sepuluh tahun mereka saling menyeret dan mengritik, membongkar, menyiksa, fenomena saling membunuh terlihat dimana-mana. Asalnya adalah saudara sekandung, mengapa harus saling mencederai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka semuanya sudah tercuci otaknya oleh kekuasaan lalim, sudah terdoktrinasi oleh kelas untuk membedakan segalanya, musuh dalam kelas semuanya bukanlah manusia, mereka semuanya adalah sasaran otokrasi. Orang yang tidak memahami fakta kebenaran, orang yang tidak mempunyai pikiran secara mandiri, akan beginilah tercuci otaknya, saling salah paham, saling melukai dan saling membunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, bagaimana seharusnya kita menghindari terjadinya kesalah pahaman? Pepatah dahulu mengatakan "mendengarkan dari dua belah pihak akan menjadi jelas, mendengarkan sepihak akan tidak jelas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus belajar berdiri di sudut pandang yang obyektif, melihat segala permasalahan dari berbagai sudut pandang dan secara menyeluruh, secara luas memahami fakta kenyataan, baru bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, untuk menghasilkan keputusan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya mendengarkan perkataan sepihak bisa menjerumuskan kita ke dalam pikiran untuk memastikan berdasarkan pikiran subyektif kita, tidak memahami fakta kebenaran, mudah terkelabui oleh kebohongan, mendapatkan kesimpulan yang keliru, bisa salah paham dengan kebaikan, bahkan melukai orang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang awam sering mengatakan "membaca buku bermanfaat", seorang terpelajar di zaman Dinasti Xi Han bernama Liu Xiang mengatakan, "Buku bagaikan obat, membaca buku dengan baik akan menyembuhkan kebodohan." Benar adalah demikian, hanya dengan Anda mencari fakta kebenaran, mendengarkan fakta kebenaran, Anda baru bisa memahami fakta kebenaran, semua pendapat Anda yang bersahaja dan kesalah pahaman akan terhapus setelah mengetahui jelas fakta kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama-tama kita harus yakin, orang yang bisa mengungkap dengan jelas fakta kebenaran adalah seorang pemberani, telah mencerminkan sebagai orang yang benar-benar tidak tertundukkan oleh kekerasan. Kedua, kita harus menghormati mereka yang telah dituduh dan difitnah tetapi masih bisa menjelaskan fakta kebenaran dengan tidak mengeluh dan mendendam, sebagai suatu sikap seorang budiman yang mulia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Anda harus bisa menyayangi setiap fakta kebenaran yang dihantarkan ke Anda, karena setiap pengungkapan fakta kebenaran adalah harus dilakukan melalui usaha yang penuh susah payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fakta kebenaran adalah teman yang merupakan anugrah Tuhan kepada kita, teman telah datang di hadapan Anda, bukankah Anda harus bergembira?" -- Confucius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami bisa menguraikan kesalah pahaman, memahami bisa mempercepat untuk menjadi mengerti. Bila bisa dimengerti oleh orang lain merupakan semacam kebahagiaan, bisa mengerti orang lain adalah semacam kemuliaan.(The Epoch Times/lin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Erabaru.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-915814988956348654?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/915814988956348654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/memahami-dapat-uraikan-kesalahpahaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/915814988956348654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/915814988956348654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/memahami-dapat-uraikan-kesalahpahaman.html' title='Memahami, Dapat Uraikan Kesalahpahaman'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Sw09vwcBM9I/AAAAAAAAAw0/4cagl6lplsw/s72-c/Memahami+dapat+uraikan+kesalahpahaman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-7897963934845510537</id><published>2009-11-21T00:02:00.006+08:00</published><updated>2010-11-30T23:25:43.166+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Tuhan Melihat Seperti Rakyat Melihat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Swa95CKvLUI/AAAAAAAAAws/zHN5mcfi9Ew/s1600/Tuhan+Melihat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 105px; height: 85px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Swa95CKvLUI/AAAAAAAAAws/zHN5mcfi9Ew/s320/Tuhan+Melihat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406217190236958018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika usia Yao beranjak senja,&lt;br /&gt;Dibukanya lebar-lebar mata batinnya,&lt;br /&gt;Menjenguk ke dalam lubuk hati rakyat,&lt;br /&gt;Melihat siapa yang pantas menggantikannya,&lt;br /&gt;Menjadi pengemban amanat berikutnya…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya saat Shun lanjut usia,&lt;br /&gt;Telinganya ditajamkan mendengarkan rakyatnya,&lt;br /&gt;Mencari kejernihan di tengah kebisingan,&lt;br /&gt;Membaca kesejatian di antara fatamorgana,&lt;br /&gt;Memilih pemimpin yang mampu dan bisa,&lt;br /&gt;Bukan yang merasa bisa dan mampu,&lt;br /&gt;Pemimpin sejati, bukan yang imitasi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Yao dan Shun telah lama meninggalkan dunia,&lt;br /&gt;Namun kearifan rakyat tetaplah lestari sepanjang hayat,&lt;br /&gt;Dibalik keluguan dan kebersahajaannya,&lt;br /&gt;Rakyat memiliki kearifannya sendiri,&lt;br /&gt;Mampu melihat dengan mata hati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setiap pemimpin,&lt;br /&gt;Haruslah hati-hati dalam melangkah,&lt;br /&gt;Karena setiap kata yang terucapkan,&lt;br /&gt;Akan direkam dan dipadankan dengan kenyataan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untaian kata bisa dibuat indah,&lt;br /&gt;Raut wajah boleh ditarik ramah,&lt;br /&gt;Janji-janji gampang diusung tinggi,&lt;br /&gt;Namun kesederhanaan rakyat mampu menembusi semuanya,&lt;br /&gt;Ia membaca mata,&lt;br /&gt;Menjenguk  hati,&lt;br /&gt;Menemui sang hakiki…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Nabi pun lalu berkata,&lt;br /&gt;Tuhan melihat seperti rakyat melihat,&lt;br /&gt;Tuhan mendengar seperti rakyat mendengar,&lt;br /&gt;Sebagai wujud penghormatan pada rakyat,&lt;br /&gt;Apresiasi bagi kewaskitaan sejati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai Cang Lang,&lt;br /&gt;Sungai Cang Lang,&lt;br /&gt;Di kala airmu jernih,&lt;br /&gt;Bolehlah untuk mencuci topiku,&lt;br /&gt;Di kala keruh,&lt;br /&gt;Bolehlah untuk mencuci kakiku…&lt;br /&gt;Dan Sang Nabi pun bersabda,&lt;br /&gt;Wahai camkanlah murid-muridku,&lt;br /&gt;Sungai Cang Lang telah menentukan nilainya sendiri,&lt;br /&gt;Demikian halnya dengan diri kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebuah bangsa akan hancur binasa,&lt;br /&gt;Bila tak ada kerukunan di antara rakyatnya,&lt;br /&gt;Sebuha negara akan luluh lantak,&lt;br /&gt;Bila memimpinnya saling menista…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untaian sajak di atas mengulas sejarah demokrasi pertama di dunia, saat Yao berkuasa, 2357-2255 SM. Saat itu usia Yao sudah lanjut. Dia pun sadar untuk segera menyiapkan calon penggantinya. Meski ia mempunyai Sembilan orang putra dan dua orang putri, namun menurutnya tidak ada yang pantas menggantikannya. Sejak itu matanya ditajamkan untuk melihat siapa yang patut menggantikannya. Semula dicarinya di antara pembantu dekatnya, namun semunya tidak ada yang memenuhi syarat. Maka mulailah telinganya ditajamkan. Saat itulah ia mendengar suara rakyat yang mengarah pada Shun, seorang petani berbudi luhur, namun selalu dijahati ibu tirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih meyakinkan hatinya, dinikahkanlah kedua putrinya dengan Shun. Lewat kedua putrinya Yao ingin melihat dari dekat karakter Shun. Setelah yakin pilihannya tepat dan benar, barulah Yao diberikan kesempatan  kepada Shun untuk menggantikannya. Itulah demokrasi purba. Rakyat yang memilih pemimpin secara langsung dan suaranya ditangkap oleh raja yang berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dirintis Yao, dilanjutkan oleh Shun. Ketika Shun berusia lanjut, mulailah ia melihat siapa-siapa di antara menterinya yang kiranya layak untuk mengemban amanah berikutnya. Semula Shun memilih salah seorang menteri senior, namun menteri itu justru menunjuk orang lain. Sampai akhirnya semua orang sepakat memilih Xia Yu, yang juga menjadi pilihan rakyat. Xia Yu demikian popular di mata rakyat, karena dialah yang bertahun-tahun bekerja menyelaraskan aliran-aliran sungai yang pada waktu itu kerap banjir dan menyengsarakana rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang patut dicatat secara khusus. Yao berasal dari suku Han, yang merupakan suku mayoritas di Tiongkok (kurang lebih 95% dari jumlah penduduk Tiongkok). Sementara Shun berasal dari etnis Jepang, sedangkan Xia Yu berasal dari etnis Proto Melayu. Meski keduanya bukan dari etnis mayoritas, namum demokrasi pada waktu itu sudah maju melampaui batas-batas primordial. Patut dicatat pula bahwa kecerdasan dalam berdemokrasi pada masa itu, tidak saja dimiliki kaum elit, tapi juga rakyat jelata, terbukti pilihan rakyat juga didasarkan aspek prilaku (Shun), serta dedikasi atau kinerja (Xia Yu). Bukan prestasi imitasi, tetapi prestasi riil di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan lain yang perlu menjadi bahan renungan adalah kebesaran jiwa para pemimpin waktu itu. Mereka tidak mau berebut jabatan dan bahkan saling merekomendasikan satu sama lainnya. Ini terbukti kala Shun mencari siapa yang pantas menggantikannya, mereka yang ditunjuk malah merekomendasikan orang lain yang dianggap lebih mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ini merupakan fenomena yang sangat menarik, jauh berbeda dengan situasi perpolitikan saat ini yang justru gemar saling sikut dan saling berebut kekuasaan. Celakanya mereka berani mengatasnamakan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fenomena luar biasa itu tidaklah keliru jika Gao Yao, nabi purba dan Menteri Kehakiman merangkap Penasehat Agung Raja Suci Yao dan Shun kemudian mengatakan, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuhan melihat bagai (seperti) Rakyat  Melihat, Tuhan Mendengar bagai (seperti) Rakyat Mendengar&lt;/span&gt;”. Inilah wujud demokrasi sejati, dalam artian yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Budi S. Tanuwibowo&lt;/span&gt; ; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bertambah Bijak Setiap Hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-7897963934845510537?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/7897963934845510537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/tuhan-melihat-seperti-rakyat-melihat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/7897963934845510537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/7897963934845510537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/tuhan-melihat-seperti-rakyat-melihat.html' title='Tuhan Melihat Seperti Rakyat Melihat'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Swa95CKvLUI/AAAAAAAAAws/zHN5mcfi9Ew/s72-c/Tuhan+Melihat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-7739477824454219337</id><published>2009-11-16T18:17:00.004+08:00</published><updated>2010-11-30T23:26:10.157+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TOKOH'/><title type='text'>Mengenal Wilma Rudolph</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SwEneiGXjKI/AAAAAAAAAwk/U0RpTNAdCQI/s1600/wilma_rudolph+1940-1994.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 114px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SwEneiGXjKI/AAAAAAAAAwk/U0RpTNAdCQI/s320/wilma_rudolph+1940-1994.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404644433324379298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diperkirakan bahwa ia tidak akan pernah bisa berjalan, ia berhasil meraih tiga medali emas Olimpiade. Pada saat Wilma Rudolph berusia 4 tahun, ia mungkin sudah meraih pencapaian terbesar dalam hidupnya: bertahan hidup.&lt;br /&gt;Dilahirkan premature dua bulan, beratnya hanya 1,7 kg. Karena satu-satunya rumah sakit berjarak satu jam perjalanan, yang mau menerima orang kulit hitam , ibunya memilih merawatnya di rumah sampai sembuh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ibunya menyaksikan Wilma melalui berbagai penyakit masa kecilnya: biduran, gondok, cacar air, deman skarlatina, dan pneumonia ganda di saat yang sama. Ketika kaki kiri Wilma semakin lemah dan bentuknya tidak normal, ibunya melakukan segala hal yang ia bisa untuk mengurangi penderitaan anak itu. Tetapi karena keadaan kakinya semakin buruk, ibu Wilma naik bus Greyhound, membawa Wilma serta sedikit uang yang mereka miliki untuk berobat ke rumah sakit di Nashville.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah polio, kata dokter-penyakit yang mengkhawatirkan orangtua mana pun di tahun 1940-an. Saat itu, belum ada obatnya, dan penyakit itu dapat menyebar dan melumpuhkan paru-paru atau sistim saraf. Untung bagi Wilma, penyakit itu hanya menyerang kakinya. Tetapi celakanya, kata dokter, ia tidak akan mampu berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Wilma punya ide lain, dan mereka berdua memulai ritual mingguan. Dua kali dalam seminggu, merekan akan menumpang di bagian belakang bus Greyhound dan menempuh perjalanan selama satu jam ke Nasville. Wilma akan mengikuti terapi fisik yang menyakitkan selama berjam-jam yang didesain untuk menguatkan kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumpuh tidak pernah menjadi pilihan Wilma atau pun ibunya. “Dokter mengatakan kalau saya tidak akan pernah berjalan, tapi ibu saya meyakinkan saya akan berjalan,” kemudian ia menulis, “maka saya percaya pada ibu saya.” Pada saat Wilma berusia 6 tahun, ia diberi penyangga kaki yang terbuat dari metal untuk membantunya berjalan.&lt;br /&gt;Ia menghabiskan sebagian besar waktunya agar dapat lepas dari alat itu. Ia menganggap alat itu seperti alat penyiksa, karena meskipun alat itu membantunya berjalan, alat itu membuatnya tinggal dirumah dan tidak bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak ke-20 dari 22 anak, Wilma sering melihat anak-anak meninggalkan rumha dan berangkat kesekolah, berlari di halaman, dan membicarakan pengalaman di sekolah dengan teman sekelas mereka. Merasa dikucilkan, ia menderita depresi berat dan sering menangis sendirian di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ia menjadi sangat marah. Hal itu benar-benar tidak adil bagi gadis berusia 6 tahun, di mana ia dipaksa duduk di pinggir kehidupan saat setiap orang berpartisipasi. Dalam autobiagrafinya ia menulis. “Maka saya mulai kesal pada semua hal, melawan segala cara baru, yaitu dengan dendam. Saya merasa seperti mendapat semangat kompetisi saat itu juga, semangat yang membuatku sukses di bidang olahraga. Saya dikuasai kemarahan, dan saya akan mengalahkan penyakit ini tak peduli apa pun yang terjadi.” Ia melanjutkan terapi fisiknya di rumah, saudara-saudaranya membantunya menyelesaikan latihannya dan memijat kakinya. Tahun berikutnya, ia pergi ke sekolah dengan penyangga kaki yang terpasang, dan beberapa tahun kemudian, ia menimbulkan kegemparan di gereja ketika ia berjalan dengan berani melewati bangku pada suati haru Minggu-tanpa penyangga kaki, Wilma hanya menggunakan kedua kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ia masuk SMP, ia siap untuk bergabung dengan tim basket. Melawan harapan ibunya, ia memohon pada pelatih basket untuk mengizinkannya bermain. Ia setuju, tetapi hanya menyuruh Wilma duduk di kursi selama tiga tahun, membiarkannya dia bermain hanya di beberapa detik terakhir di permainan yang kalah dan kadang-kadang bahkan tidak memberinya kesempatan untuk memakai seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu merupakan tiga tahun yang penuh frustrasi bagi Wilma, dan juga tiga tahun persiapan. Tahun-tahun yang dihabiskan Wilma untuk mengamati anak-anak lainnya bermain ketika ia duduk diinggir lapangan telah memberinya kekuatan. Ia mengamati. Ia belajar. Ia menganalisis. Ia tiba di lapangan dengan pemahaman mendalam mengenai permainana tersebut bahkan menyaingi pelatihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tida tahun menanti, Wilma memaksa pelatihnya agar menyertakannya dalam permainan. Pelatih menempatkannya di daftar pemain awal, tempat ia meminpin timnya di musim pertandingan yang tidak terkalahkan  dan kejuaraan negara bagian. Tim itu kehilangan gelar juara, tetapi Wilma memenangkan sesuatu yang lebih besar: perhatian dari pelatih lari putrid di Tennessee State University. “Tigerbelles” adalah tim lari unggulan putrid di daerah itu, dan Coach Temple mengundang Wilma untuk bergabung dengan tim tersebut meskipun ia masih SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilma telah berlatih lari di sekolah, meski pun pertandingan tersebut adalah pertandingan informal dan tak seorang pun yang memedulikan catatan waktu atau penempatan. Ia selalu menang dengan mudah dalam pertandingannya: “Berlari pada waktu itu, murni hanya sebagai kesenangan bagi saya. Saya menang tapa benar-benar berusaha.”&lt;br /&gt;Wilma bergabung di bawah pengawasan ketat Coach Temple. Pelatih itu tegas, menghukum para gadis dengan berlari ekstra untuk setiap menit keterlambatan mereka selama latihan. Suatu pagi, Wilma kesiangan setengah jam. Ia pun dihukum melakukan 30 putaran ekstra, sejak saat itu ia memutuskan berlatih setengah jam lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan itu bukanlah kejutan terbesar. Pada pertandingan lari resminya yang pertama, Wilma kalah di setiap perlombaan yang diikutinya. Ia jauh ketinggalan dan kembali dikalahkan oleh atlet yang mendapatkan latihan serta teknik yang lebih baik. Meskipun dikalahkan, ia bertekad untuk meningkatkan kemampuannya sendiri. Ia berlatih dengan Coach Temple untuk mempelajari teknik bernapas dan strategi pertandingan. Ia melatih persiapannya di garis start, yang selalu menjadi titik kelemahannya. Ia melatih kekuatan fisik dan stamina mental. Ia juga mulai menganggap atlet universitas yang lebih dewasa sebagai saingan bukan pahlawan. Ia berhenti melakukan hal yang dapat menghalangi keberhasilannya sendiri dan meyakinkan dirinya untuk mengalahkan para atlet yang lebih berpengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan itu berhasil. Wilma belum pernah mendengar tentang Olimpiade sampai Tigerbelles mengundangnya untuk bergabung dengan mereka dalam tes uji coba tahun 1956. Ia masuk dalam tim dan-gadis yang berasal dari daerah pedesaan di Tennessee yang tidak pernah meninggalkan daerah Selatan itu-terbang ke Australia untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Melbourne. Di usinya yang masih 16 tahun, Wilma memenangkan medali perunggu di cabang lari 4 x 100 meter dan sangat gugup ketika berdiri di panggung dengan anggota timnya, Tigerbelles. Tetapi Wilma belum mengakhiri prestasinya. Menyaksikan para lawannya menerima medali mereka, ia bertekad untuk kembali bertanding pada tahun 1960.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilma menghabiskan empat tahun kemudian dengan berlatih intensif, memenangkan beasiswa penuh ke Tennessee State dan secara resmi bergabung denga Tigerbelles. Pada tahun 1960, ia bergabung kembali dengan tim Olimpiade dan berangkat ke Roma untuk berkompetisi di tiga pertandingan terpisah. Ketika pelari dari negara-negara lain berjuang menghadapi cuaca panas bersuhu 37 derajat C, Wilma menganggapnya seperti musim panas yang lembab di Tennessee. Meskipun kakinya terkilir, kali ini ia dengan mudah mengatasi cuaca panas tersebut dan-yang lebih mengejutkan-finalnya ia memecahkan rekor di jarak 100 meter (meskipun dibatalkan karena angina buritan yang kencang) dan rekor Olimpiade 200 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan medali emas dengan mudah pada pertandingan 100 dan 200 meter, ia bergabung dengan Tigerbelles di lari 400 meter, kembali mencatat rekor dunia teratas. Di babak final, tim dipersiapkan untuk menentukan kemenangan sampai Wilma hampir menjatuhkan tongkatnya, membiarkan Jerman dan Rusia memimpin. Tidak rela timnya kehilangan medali itu, ia lari dengan kencang, melewati lawannya dan sampai di garis finish hanya tiga sepersepuluh detik lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilma menjadi perempuan Amerika pertama yang memenangkan tiga medali Emas di Olimpiade, dan mendapat gelar “Perempuan Tercepat di Dunia”. Ia diundang menyeberangi Eropa dan mengelilingi dunia untuk mengikuti pertandingan persahabatan. Media masa Eropa jatuh cinta padanya, memanggilnya “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Black Gazelle&lt;/span&gt;”. Tetapi penghormatan terbesar Wilma adalah di Clarksville, Tennessee, parade penyambutan untuk menghormatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat hari-harinya di belakang bus Greyhound, Wilma bersikukuh agar kota itu menghilangkan hukum segregasi selama parade penyambutannya. Pemerintah kota mengabulkan sehingga parade serta pestanya menjadi perayaan bersama pertama yang pernah diadakan di kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilma terus aktif di bidang olahraga-melatih SMA, mengenalkan olahraga pada orang-orang muda di tengah kota, melaporkan pertandingan lari di televisi, bahkan memulai yayasannya sendiri untuk atlet amatir. Ia menjadi mentor atlet putri Afrika-Amerika seperti Jackie Joyner-Kersee dan Florence Griffith, para perempuan yang selanjutnya memenangkan tiga medali emas Olimpiade.&lt;br /&gt;Perempuan-perempuan ini dan ribuan atlet lain yang dibimbing oleh Wilma, terinspirasi oleh semangatnya dan pelajaran utama dalam hidupnya ”&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kemenangan mustahil diperoleh tanpa kerja keras&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;30 Success Stories&lt;/span&gt; oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laura Fitzgerald&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-7739477824454219337?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/7739477824454219337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/mengenal-wilma-rudolph.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/7739477824454219337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/7739477824454219337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/mengenal-wilma-rudolph.html' title='Mengenal Wilma Rudolph'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SwEneiGXjKI/AAAAAAAAAwk/U0RpTNAdCQI/s72-c/wilma_rudolph+1940-1994.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-372871501212218657</id><published>2009-11-16T16:36:00.004+08:00</published><updated>2010-11-30T23:26:34.517+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Tentara Muslim di Institusi Militer Israel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SwESuFAPiTI/AAAAAAAAAwc/KktFL-kH48g/s1600/Zionis+Soldier.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 101px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SwESuFAPiTI/AAAAAAAAAwc/KktFL-kH48g/s320/Zionis+Soldier.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404621610647783730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Konflik Israel Palestina atau Arab-Israel sering dikonotasikan sebagai peperangan antara Muslim dan Yahudi. Namun, sesungguhnya paham konotasi itu cukup rumit karena kini diperkirakan ratusan bahkan ribuan pemuda Muslim tercatat menjadi anggota militer Israel. Mereka ikut bertempur di berbagai front melawan Arab, seperti front Lebanon dan Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fahad Fallah adalah seorang perwira Muslim berpangkat kapten di institusi militer Israel. Fallah yang berasal dari suku Badui Israel mengaku bangga menjadi anggota korp militer dan siap bertempur di laga mana pun melawan musuh-musuh Israel. Ia juga mengaku ikut bertempur dalam perang Jalur Gaza lalu (27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fallah menuturkan, menjadi anggota militer Israel adalah warisan keluarga. ”Kakek dan bapak saya menjadi anggota militer Israel,” kata Fallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak warga Badui Arab yang beragama Islam bangga memiliki loyalitas pada negara Israel, tempat kelahiran mereka. Dan sejarah kerja sama Badui-Yahudi sesungguhnya telah terjadi sebelum berdirinya negara Israel tahun 1948.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala kabilah Al Hib dari suku Badui, Abu Yousuf, bahkan mengirim 60 anggota kabilah itu untuk membantu Yahudi berperang melawan Arab pada tahun 1946-1947. Kabilah Al Hib hidup di lembah-lembah Galilie (kini wilayah Israel Utara berbatasan dengan Lebanon dan Suriah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Israel juga ada tugu pahlawan khusus bagi serdadu Israel dari Badui Muslim yang gugur dalam berbagai kancah peperangan melawan bangsa Arab. Selain dari kalangan Badui, dikenal pula suku Druze Muslim yang menjadi anggota militer Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak militer Israel menolak mengungkapkan berapa sesungguhnya jumlah serdadu Israel dari kalangan Muslim. Namun, diperkirakan mencapai ratusan dan bahkan ribuan. UU Israel tidak mengharuskan Muslim dan minoritas lainnya ikut program wajib militer di negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa motivasi Muslim di Israel masuk menjadi anggota militer negara itu? Penanggung jawab urusan minoritas di institusi militer Israel, Kolonel Ahmed Romzi, mengatakan, kewajiban pertama warga Israel dalam membela tanah airnya, apa pun agama mereka, adalah mengabdi di institusi militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menegaskan, kaum minoritas di Israel kini juga mulai menyadari bahwa untuk meraih persamaan hak dengan Yahudi, dalam konteks negara Israel, harus melaksanakan semua kewajiban negara itu, termasuk menjadi anggota militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Romzi, banyak pemuda Muslim yang masuk menjadi anggota militer Israel untuk mendapatkan dana bagi sekolah mereka di universitas agar lebih mudah mendapatkan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Pertahanan Israel memang memberi fasilitas bantuan dana bagi serdadunya yang ingin melanjutkan studi ke tingkat universitas. Juga banyak perusahaan Yahudi mensyaratkan bagi pelamar kerja harus memiliki surat bukti menjadi anggota militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romzi mengungkapkan, warga Muslim Israel yang masuk menjadi anggota militer pascaperang di Jalur Gaza malah meningkat meskipun perang itu mendapat kutukan keras dari segenap Muslim di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ratusan Muslim di Israel mendaftar menjadi anggota militer negara itu per tahun. Mungkin jumlah Muslim yang menjadi anggota militer Israel mencapai ribuan,” ungkap Romzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Maret lalu (pascaperang Jalur Gaza), menurut Romzi, Departemen Pertahanan Israel menyebarkan iklan lowongan dan ternyata semakin banyak Muslim Israel yang mendaftar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini membuktikan perang Jalur Gaza tidak berpengaruh sama sekali,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kecewa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, banyak pula pemuda Muslim yang pernah menjadi anggota militer Israel merasa kecewa akibat mendapat cemoohan dari masyarakatnya, bahkan disebut pengkhianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ketika melamar menjadi anggota militer, saya dijanjikan kemudahan mencari kerja. Namun, setelah mengajukan lamaran kerja ke berbagai perusahaan dalam waktu cukup lama, lamaran saya selalu ditolak dan akhirnya saya kembali ke kampung,” ungkap Maher Badawi, seorang Muslim dari kota Nazaretz (Israel Utara) yang kini menjadi guru olahraga, menuturkan pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ironi lagi, lanjut Badawi, warga Muslim di Israel menolak mempekerjakan dia karena dituduh telah mengabdi sebagai anggota militer Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jadi, saya ini ditolak di mana-mana. Ditolak di masyarakat Yahudi maupun Muslim,” ungkapnya. Ia mengungkapkan penyesalannya menjadi anggota militer Israel karena kini terus dicemooh dan disebut pengkhianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Islam di Israel yang dipimpin Sheikh Raid Shalah merupakan institusi Islam yang paling mengutuk fenomena masuknya pemuda Muslim menjadi anggota militer Israel. Gerakan Islam sejak beberapa tahun lalu mengharamkan segenap pemuda Muslim menjadi anggota militer Israel. Gerakan Islam juga menolak menshalatkan jenazah pemuda Muslim yang tercatat pernah atau tengah menjadi anggota militer Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Musthafa Abd Rahman&lt;/span&gt;)/KOMPAS.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-372871501212218657?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/372871501212218657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/tentara-muslim-di-institusi-militer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/372871501212218657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/372871501212218657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/tentara-muslim-di-institusi-militer.html' title='Tentara Muslim di Institusi Militer Israel'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SwESuFAPiTI/AAAAAAAAAwc/KktFL-kH48g/s72-c/Zionis+Soldier.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-1723688525570417408</id><published>2009-11-14T21:25:00.005+08:00</published><updated>2010-11-30T23:26:58.090+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Harga Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Sv6wC5_lOgI/AAAAAAAAAwM/GTyZYkwJjOc/s1600-h/Self-esteem-Harga+Diri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 98px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Sv6wC5_lOgI/AAAAAAAAAwM/GTyZYkwJjOc/s320/Self-esteem-Harga+Diri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403950166864902658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski kita semua sepakat bahwa harta dan kedudukan bukan jalan satu-satunya untuk mendapatkan respek dari orang lain, kita juga semakin melihat bahwa materi memang sudah menjadi tolok ukur untuk banyak situasi. Seakan menjadi sebuah pelecehan sosial dan psikologis atas harga diri kita, bila kita tidak mengikuti arus gaya hidup di masyarakat. “ Kan tidak enak lho, kalau semua teman pakai tas sepuluh juta, sementara kita satu-satunya yang tidak,” ungkap seorang ibu pejabat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita juga kerap mendengar pegawai berkomentar, “nyatanya memang tidak cukup ya mengandalkan gaji saja. Kita memang terpaksa mencari obyekan dari sumber lain.” Situasinya sekarang kita bisa menyaksikan betapa orang bisa lebih takut miskin, lebih mati-matian menimbun harta, menjaga kedudukan dan mengejar pangkat, ketimbang memperjuangkan hati nurani, kekayaan jiwa bahkan kepentingan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita bisa saja terjebak dalam situasi dilematis untuk menjaga “harga diri” ini. Pertanyaannya: Maukah Anda dibayar untuk menjelekkan nama orang lain? Maukah Anda menerima uang bila nama keluarga dipermalukan? Maukah Anda melanggar kode etik profesi demi uang? Di sisi lain kita juga melihat dan bertanya-tanya, “Demi apa prajurit kita berjuang mempertahankan perbatasan Indonesia dan memperjuangkan Timor Timur sampai kehilangan anggota tubuhnya, bahkan gugur di medan laga? Mengapa ada pegawai yang jujur sampai akhir karirnya dan membiarkan anak isterinya hidup dengan uang belanja yang pas-pasan? Mengapa ada orang tidak takut dipenjara, ditangkap, kalau yakin tidak salah? Mengapa ada orang yang tetap pada pendiriannya dan kukuh akan keputusan jabatannya walaupun diming-imingi segelontor uang? Apa beda orang seperti Nelson Mandela dengan kita-kita yang biasa-biasa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjaga Amanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering tidak habis mengerti, mengapa ada orang yang jelas-jelas salah, namun tetap menyangkali kebenaran. Dalam upaya membela diri, ada orang yang tak ragu bolak-balik mengingkari kata-katanya sendiri. Sebetulnya, kapan seseorang mulai tidak berpikir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;selfish&lt;/span&gt; dan tidak lagi semata melihat keuntungan bagi diri sendiri? Psikolog Susan Quilliam mengatakan bahwa tanda orang berangkat dewasa adalah saat ia mulai bisa mengaitkan dirinya dengan kepentingan yang lebih luas, misalnya bisa dan menempatkan dirinya sebagai anggota masyarakat, kelompok profesi, perusahaan bahkan Negara. Mungkin ini sebabnya ada seorang pimpinan lembaga tinggi negara menginstruksikan untuk memasukkan kembali pelajaran Bela Negara ke dalam kurikulum kursus kepemimpinan para pejabatnya. Tujuannya tentu agar setiap orang bisa diingatkan kembali akan misi dan amanah atas peran , jabatan dan kewenangan yang dibebankan di pundaknya. Dengan demikian , tiap orang bisa berpandangan lebih dewasa dan tidak semata berorientasi : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;me, me, me attitude&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkepanjangannya konflik antar institusi  yang kita lihat belakangan ini, juga memperlihatkan tidak maunya sebuah lembaga  dipersalahkan secara sepihak, karena kesalahan juga ada di lembaga lain. Kita jadi bertanya-tanya, mengapa tidak lagi ada semangat korp dan keinginan membela kebersamaan? Bukankah lebih bangga bila kita bisa membela kepentingan  yang lebih besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refleksi Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dipikir-pikir, kualitas karakter seseorang kita lihat ternyata tidak sepenuhnya bergantung dari pendidikan atau lingkungan di mana dia hidup. Tidak jarang kita menemui orang yang pendidikannya rendah, katakanlah para pembantu rumah tangga, tetapi tetap menjaga nilai-nilai kejujuran dan tidak tergoda oleh iming-iming uang di depan mata. Dari mana pelajaran budi pekerti ini didapatkan oleh orang-orang  yang tidak makan bangku sekolah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kierkegaard, seorang ahli budi pekerti , mengungkapkan bahwa sebagai makluk tertinggi yang berakal budi, rasa bangga tehadap diri sendiri justru datang dari minat kita terhadap nilai-nilai kehidupan. Orang yang dangkal dan tidak tahu nilai kehidupan,m biasanya tumbuh menjadi pribadi yang tidak punya pegangan dan hanya melihat harta sebagai patokan kesuksesan. Sementara, orang yang berminat pada nilai kehidupan, pasti akan setia pada dirinya sendiri dan otomatis pula akan setia pada lingkungan yang lebih luas, keluarga, profesi, negara bahkan agama. Sebagai individu, kita sendiri yang perlu teguh untuk mereview apa yang sudah kita lakukan. Apakah hari-hari yanh kita lewati sudah “mengisi” kepribadian dan karakter kita sehingga menjadikan kita pribadi kelas satu atau sekedar biasa-biasa saja. Tidak semua orang bisa berkesempatan melakukan refleksi diri dan cukup inteligen untuk mengkonstruksi karakter yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tasteful&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Candradimuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung-ujungnya kita akan menyadari betapa uang bertumpuk-tumpuk, kekuasaan, kewenangan hanyalah sebagian kecil aspek yang sering kali tidak bisa membayar rasa malu, rasa bersalah, kesehatan jiwa dan respek yang kita butuhkan untuk mengkonstruksi dan memperkuat kepribadian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita jadi perlu mempertanyakan, apakah gengsi bisa kita dapatkan dari jabatan, uang berlimpah, benda-benda yang kita miliki, serta kekuasaan yang bisa kita dapatkan sebagai pejabat? Bukankah gengsi justru lebih “awet” bila kita menampilkan diri sebagai pribadi yang peduli, penuh minat, berperan sebagai agen dan abdi yang bertanggung jawab dan menghargai setiap orang yang ada di sekitar kita? Bukankah gengsi justru didapat kalau kita berterus terang bila tidak sanggup menjalankan tugas yang diemban? Bukankah gengsi justru didapat bila seorang ayah jujur minta maaf atas kesalahan anaknya dan siap bertanggung jawab atau bila seorang atasan dengan kesatria karena kesalahan  yang dilakukan anak buahnya? Dunia kerja memang ajang yang baik bagi kita untuk berkembang dan memperbaiki standar kehidupan. Namun, situasi pekerjaan memang juga merupakan candradimuka bagi orang yang ingin meningkatkan kualitas pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eileen Rachman &amp;amp; Sylvina Savitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-1723688525570417408?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/1723688525570417408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/harga-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/1723688525570417408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/1723688525570417408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/harga-diri.html' title='Harga Diri'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Sv6wC5_lOgI/AAAAAAAAAwM/GTyZYkwJjOc/s72-c/Self-esteem-Harga+Diri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-4777466326709645739</id><published>2009-11-08T20:56:00.004+08:00</published><updated>2010-11-30T23:27:26.790+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Uang dan Kekuasaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SvbDN4hrTbI/AAAAAAAAAwE/vT0UEE7buNA/s1600-h/Uang+dan+Kekuasaan-New.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 92px; height: 124px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SvbDN4hrTbI/AAAAAAAAAwE/vT0UEE7buNA/s320/Uang+dan+Kekuasaan-New.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401719446356839858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tindakan korup adalah tindak kekuasaan. Dan kekuasaan adalah kekuatan. Nenek moyang Indonesia mengenal trilogi tekad, ucap, lampah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Will, Mind, Power&lt;/span&gt;. Ketiganya satu. Huru-hara para pemegang mandat kekuasaan rakyat sekarang ini adalah uang. Tekadnya uang, pikirannya uang, dan kekuasaannya uang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bukan tekadnya demi rakyat, pikirannya demi rakyat, dan kekuasaannya demi rakyat. Masih lumayan kalau tekad uang demi rakyat, pikiran uang demi rakyat, dan praktik kekuasaan adalah uang demi rakyat. Yang terjadi adalah trilogi uang demi diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini mengaku dirinya religius dan tujuan semua religi, menurut sejarawan Arnold Toynbee, adalah menyisihkan ego manusia serta menebalkan simpati dan empati bagi banyak orang lain. Tidak ada pelaku religi sejati yang hanya memikirkan kepentingan egonya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya sekarang ini, setiap pemegang kekuasaan saling membela diri sendiri sebagai bersih sembari menuding yang lain sebagai kotor, dengan seluruh tekad, ucap, dan lampahnya. Pamer kekuasaan dan kebenaran merupakan agenda tiap hari. Rakyat, orang-orang lain itu, dari mana kekuasaan dan kekuatan mereka berasal, cuma dianggap kuburan. Mereka lupa bahwa rakyat juga memiliki will, mind, dan power sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kentut Semar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah hati nurani rakyat, pikiran rakyat, dan kekuatan rakyat di Indonesia telah membuktikan kesabarannya yang luar biasa. Dan setiap kesabaran ada batasnya. Rakyat Indonesia sejak dahulu kala memiliki tradisi sebagai abdi negara, abdi penguasa dalam arti memercayai tekad, ucap, lampah para penguasanya, rakyat ini tak lain adalah penakawan Semar dan anak-anaknya. Namun, kalau ketidakadilan terus-menerus berlangsung di kalangan penguasa, bahkan dewa-dewa, maka tak segan-segan Semar mengamuk naik ke swargaloka. Kalau Semar—rakyat ini—mengamuk, ia akan kentut terus-menerus menebar bau busuk, omongannya kasar, dan matanya rembes berair yang memudarkan pandangan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dewa dan Batara Guru dicaci maki, dimarahi, dinalarkan kembali pikiran mereka yang bengkok. Anehnya para dewa kekuasaan dalam cerita wayang ini tercerahkan dan tunduk kepada Semar yang jabatannya cuman pelayan raja ini. Para dewa wayang ini ternyata lebih intelektual daripada sejarah para penguasa di Indonesia. Alih-alih mereka sadar dan tercerahkan oleh tekad ucap lampah rakyat, justru marah dan membalas kekuatan rakyat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah klasik harta, kuasa, dan wanita di Indonesia tidak pernah berubah. Orang tidak pernah belajar dari sejarah. Dan sejarah kekuasaan di Indonesia selalu berulang. Kemarahan Semar, kemarahan rakyat, selalu jalan terakhir perubahan kekuasaan yang triloginya buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari trilogi will, mind, power ini, peran will, tekad, nurani menjadi pangkal semua peristiwa. Kalau kemauan atau kehendaknya baik, pikirannya akan baik, dan perbuatannya juga baik. Perselisihan trilogi Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK bersumber dari tidak adanya kesatuan tekad, kemauan baik bersama, yakni memberantas korupsi. Justru ketiganya saling tuduh melakukan korupsi. Maling teriak maling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemauan yang baik saja tidak cukup kalau tidak diikuti oleh pikiran yang baik. Ketiga lembaga ini memiliki peran yang berbeda-beda dan dengan demikian cara berpikir yang berbeda-beda. Kesatuan cara berpikir adalah perbedaan dalam kesatuan, praktik Bhinneka Tunggal Ika. Ketiganya harus memahami tugas masing-masing untuk dapat menyatu dalam kehendak yang sama: melenyapkan korupsi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyatukan bangsa ini adalah tekad yang sama, yakni merdeka dari penjajahan. Dalam tekad yang satu dan fokus ini, setiap perbedaan pikiran dikesampingkan, bukan malah ditonjol-tonjolkan dengan kekuatannya. Hanya sayang, setelah kehendak mereka tercapai, perbedaan pikiran kembali dikobarkan. Akibatnya, terjadi perbuatan yang melibatkan adu kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi sekarang dalam skala mikro. Pikiran masing-masing dan kebenaran masing-masing dipamerkan di depan publik. Mereka saling menuntut kebenaran masing-masing. Adu kebenaran dan adu pikiran. Padahal, yang diinginkan rakyat hanyalah kebenaran perbuatan. Dan bagaimana perbuatan, power, pemberantasan korupsi ini bisa terjadi kalau dalam tingkat kehendak, tekad, sudah berbeda yang tecermin dari ucapan pikiran mereka yang berbeda-beda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suap atau Peras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok masalah yang membuat will, mind, power ini terpecah belah adalah uang! Ketiganya saling menuduh terima suap atau memeras. Dan sumber kekacauan ini justru dari kaum petualang, spekulan, di luar mereka. Alangkah bodohnya dewa-dewa kekuasaan kita ini. Mereka saling berantem gara-gara ulah para Togog. Tokoh ini bermulut burung pelikan yang mampu menampung puluhan ikan di mulutnya. Dan dewa-dewa ini saling menuduh berebut beberapa ikan kecil yang meloncat jatuh dari mulut si Togog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah pada tekad perjuangan bangsa ini seratus tahun yang lampau. Pikiran boleh berbeda-beda, kebenaran boleh berbeda-beda, tetapi didasari oleh tekad yang sama. Kehendak mulia inilah yang menyatukan semua perbedaan dalam satu perbuatan yang mulia juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di makam-makam taman pahlawan negeri ini, arwah-arwah pejuang kita senantiasa bertanya, apakah negeri yang mereka bangun ini tetap bersatu dalam tekad? Tekad yang benar, pikiran yang benar, dan perbuatan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakob Sumardjo&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Esais&lt;/span&gt;/ Kompas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-4777466326709645739?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/4777466326709645739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/uang-dan-kekuasaan_08.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/4777466326709645739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/4777466326709645739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/uang-dan-kekuasaan_08.html' title='Uang dan Kekuasaan'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SvbDN4hrTbI/AAAAAAAAAwE/vT0UEE7buNA/s72-c/Uang+dan+Kekuasaan-New.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-8430722764827893082</id><published>2009-11-05T09:41:00.005+08:00</published><updated>2010-11-30T23:27:55.612+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Keras Terhadap Diri Sendiri, Toleransi dengan Orang Lain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SvIthmKJaRI/AAAAAAAAAvk/luQbhX1mh-g/s1600-h/Keras+Terhadap+Hidup.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 118px; height: 164px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SvIthmKJaRI/AAAAAAAAAvk/luQbhX1mh-g/s320/Keras+Terhadap+Hidup.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400428958372686098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Fan Chunren (1027-1101) adalah anak kedua Fan Zhongyan, seorang sastrawan terkenal dalam sejarah China dan tokoh politik penting dalam Dinasti Song (960-1279). Dia mengajarkan anak-anaknya untuk hidup sesuai dengan standar moral yang tinggi.&lt;br /&gt;"Orang yang paling bodoh bisa menjadi sangat rasional ketika dia melihat kesalahan orang lain, dan orang yang sangat pintar bisa menjadi sangat bodoh ketika dia mencari alasan atas kesalahannya sendiri". &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, "Jika seseorang dapat menegur diri sendiri seperti dia mencela orang lain dan memaafkan orang lain seperti dia memaafkan dirinya sendiri, maka orang itu dapat dengan mudah menjadi seorang bijak," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang bertanya pada Fan bagaimana pedoman untuk mematut diri sendiri dan orang lain. Dia menjawab, "Hanya orang yang sederhana dapat memupuk rasa hormat dan malu, dan hanya dengan memaafkan dapat membawa kebajikan dan pahala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fan berlatih kultivasi diri. Setiap hari setelah kembali dari kantor pemerintah, dia mengganti pakaiannya dengan sesuatu yang murah. Dia juga tidak pernah memilih-milih makanan yang dia makan. Dia terus melakukan ini terlepas dari pangkat yang telah dia capai sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berhubungan dengan orang lain, orang Tiongkok kuno mendidik anak-anak mereka untuk bersifat keras terhadap diri sendiri dan memaafkan orang lain. Oleh karena itu Fan menasehati anak-anak dan murid-muridnya bahwa kunci moralitas yang tinggi adalah "mengecam diri dengan cara seperti diri sendiri menemukan kesalahan orang lain dan memaafkan orang lain seperti seseorang memaafkan dirinya sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya, ini tidak begitu mudah. Orang cenderung melihat dunia sebagai tidak memuaskan, korup, merasa tidak puas dan tidak nyaman. Jengkel dan terganggu, mereka mulai menyalahkan dan mencela orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering membicarakan banyak prinsip-prinsip besar untuk menutupi masalah kita sendiri. Ketika kita melihat kekurangan orang lain, kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri. Ini bukanlah cara untuk kultivasi tingkah laku seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama dalam berkultivasi pahala adalah dengan mulai mengidentifikasi kekurangan kita sendiri. Setelah kita mempelajari sebuah prinsip, akan mudah untuk menerapkannya kepada orang lain, tetapi jauh lebih sulit untuk menerapkannya ke diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya berbicara tentang prinsip-prinsip itu tidak akan berhasil kecuali kita menerapkannya dalam tindakan nyata. Setiap kali timbul konflik atau kesulitan, kita harus terlebih dahulu memperbaiki diri sendiri daripada mengkritik atau menyalahkan orang lain. Modal moral kita akan bertambah jika kita dapat terus menerus memeriksa diri sendiri dan toleransi dengan kesalahan-kesalahan orang lain. Hal ini, pada gilirannya akan memungkinkan kita untuk mempengaruhi orang lain dengan cara yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang kita lihat pada orang lain harus berfungsi sebagai pengingat untuk diri kita sendiri untuk tidak membuat kesalahan yang sama. Jika kita dapat sungguh-sungguh memaafkan orang lain dengan cara yang sama kita memaafkan diri sendiri, kesucian akan berada dalam jangkauan. (EpochTimes/ Minghui/khl)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://erabaru.net/china-news-a-culture/42-budaya-tionghoa/6476-keras-terhadap-diri-sendiri-toleransi-dengan-orang-lain"&gt;Erabaru.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-8430722764827893082?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/8430722764827893082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/keras-terhadap-diri-sendiri-toleransi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/8430722764827893082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/8430722764827893082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/keras-terhadap-diri-sendiri-toleransi.html' title='Keras Terhadap Diri Sendiri, Toleransi dengan Orang Lain'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SvIthmKJaRI/AAAAAAAAAvk/luQbhX1mh-g/s72-c/Keras+Terhadap+Hidup.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-1151791462328722016</id><published>2009-11-04T17:07:00.004+08:00</published><updated>2010-11-30T23:28:19.295+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Patung Salib Dilarang Dipasang di Sekolah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SvFEjb9WkmI/AAAAAAAAAvc/R-RR9EQp5k8/s1600-h/Patung+Salib.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 122px; height: 92px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SvFEjb9WkmI/AAAAAAAAAvc/R-RR9EQp5k8/s320/Patung+Salib.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400172803785134690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) Eropa di Strasbourg, Jerman, melarang pemasangan patung salib sebagai dekorasi di sekolah-sekolah di Italia, Selasa 3 November 2009. Putusan ini mendapat kecaman dari Italia, yang sebagian besar warganya adalah penganut agama Katolik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Stasiun televisi BBC mengungkapkan bahwa menurut putusan pengadilan, patung salib yang ditempel di dinding ruang kelas sekolah-sekolah di Italia melanggar hak orang tua yang ingin mendidik anaknya dengan ajaran yang mereka anggap sesuai, termasuk untuk percaya atau tidak percaya terhadap Tuhan. Pemasangan patung salib  juga dianggap membatasi kebebasan beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini dibawa ke pengadilan oleh seorang ibu di Italia, Soile Lautsi, yang ingin memberikan pendidikan sekuler bagi anaknya. Lautsi mengajukan keluhan kepada pengadilan HAM terkait dengan kebijakan sekolah tempatnya anaknya belajar di Italia bagian utara. Sekolah itu terkenal memasang patung salib di setiap ruang kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vatikan sangat terkejut dengan keputusan pengadilan yang dianggap keliru tersebut. Juru bicara Vatikan, Pastor Federico Lombardi mengatakan, pengadilan Eropa tidak punya hak mengintervensi persoalan di Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tampaknya pengadilan ingin mengingkari peran Kristiani dalam membentuk identitas Eropa, yang dulu hingga sekarang adalah hal penting," kata Lombardi. "Salib menjadi tanda cinta Tuhan, persatuan, dan kebaikan bagi semua umat manusia," lanjutnya. Lombardi mengatakan, sangat tidak menyenangkan bila salib dianggap sebagai tanda perpecahan, eksklusivitas, dan pengekangan kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak politisi di Italia geram dengan keputusan pengadilan. Menteri Pendidikan Mariastella Gelmini mengatakan, salib adalah simbol tradisi, dan bukan simbol agama Katolik. Menteri lain mengatakan keputusan tersebut memalukan. Sedangkan menteri lain mengatakan, Eropa melupakan warisan Kristen yang ada di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Italia mengatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut. Salib sudah umum ditempelkan di bangunan publik di Italia, termasuk sekolah, meski peraturan konstitusi mengatakan bahwa harus ada pemisahan antara gereja dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kesepakatan antara Vatikan dan Italia sudah tercapai untuk mengakhiri posisi agama Katolik sebagai agama negara pada 1984, peraturan pemasangan salib belum pernah dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://dunia.vivanews.com/news/read/102594-patung_salib_dilarang_dipasang_di_sekolah"&gt;Vivanews.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-1151791462328722016?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/1151791462328722016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/patung-salib-dilarang-dipasang-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/1151791462328722016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/1151791462328722016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/patung-salib-dilarang-dipasang-di.html' title='Patung Salib Dilarang Dipasang di Sekolah'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SvFEjb9WkmI/AAAAAAAAAvc/R-RR9EQp5k8/s72-c/Patung+Salib.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-2781798349971434082</id><published>2009-11-03T10:06:00.005+08:00</published><updated>2010-11-30T23:28:47.316+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Keindahan di Puncak Borobudur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Su-QcuRU7rI/AAAAAAAAAvU/hHzWq_7OMl4/s1600-h/Borobudur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 113px; height: 90px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Su-QcuRU7rI/AAAAAAAAAvU/hHzWq_7OMl4/s320/Borobudur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399693301371956914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Borobudur adalah sebuah ‘buku tua’ yang terbuka. Banyak sudah yang mencoba membacanya. Namun sebagaimana buku lain, kebenarannya jadi probabilistik ketika diolah oleh pikiran manusia. Dalam terang pemahaman seperti ini, tidak ada niat sepercik pun untuk menempatkan kepingan-kepingan keindahan dalam tulisan ini sebagai satu-satunya keindahan. Untuk itu, izinkan tulisan ini melaksanakan tugas probabilistiknya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti mau diolah indah arsiteknya, dalam kawasan Borobudur terbentang garis lurus yang menghubungkan tiga candi: Mendut, Pawon, Borobudur. Hampir semua pengunjung biasa maupun peziarah spiritual memulai kunjungan atau setidak-tidaknya melewati candi Mendut terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati tidak besar, Mendut menyimpan tidak sedikit pesan. Di bagian luar, ada relief kura-kura menggigit kayu yang diterbangkan dua burung. Melihat keindahan langka seperti ini, sejumlah anak-anak berteriak gembira: ’duh burung betapa indahnya ide kalian!’. Kontan saja kura-kura menjawab: ’bukan ide burung, ideku!’. Dan jatuh matilah kura-kura dengan badan berantakan berkeping-keping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang boleh punya penafsiran, namun perjalanan suci menuju Borobudur seperti diingatkan di pintu awal, hati-hati dengan ego. Membuka mulut atas nama ego, beresiko demikian besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelembutan bertemu ketekunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam candi Mendut, tersimpan tiga patung megah: Buddha di tengah diapit oleh kelembutan Avalokiteshvara serta ketekunan Vajrapani. Seperti mau berpesan, setelah sadar akan bahayanya ego, temukan keBuddhaan di Borobudur dengan dua spirit: lembut pada orang lain, penuh ketekunan pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapur (pawon) adalah tempat memasak. Bahan-bahannya sudah jelas, hati-hati membuka mulut atas nama ego, untuk orang lain hanya ada kelembutan, untuk diri sendiri tersedia cuma ketekunan. Ini yang dimasak sampai matang di candi Pawon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya dengan makanan sebenarnya yang hanya diolah sekali waktu di tempat tertentu, makanan batin diolah setiap saat di setiap tempat. Itulah sebabnya orang-orang Zen menyebut meditasi sebagai makan ketika lapar, tidur ketika mengantuk. Atau keseharian itulah meditasi. Keseharianlah tempat kita memasak makanan-makanan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam pesan sejumlah guru, dalam keadaan mata tertutup maupun terbuka, jadilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;compassionate witness&lt;/span&gt; (saksi penuh kasih) terhadap apa saja yang muncul ketika meditasi. Baik-buruk, suci-kotor, sukses-gagal semuanya disaksikan dengan penuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang lama berlatih penuh ketekunan menjadi saksi penuh kasih, mengisi kesehariaannya dengan kelembutan, akan merasakan kalau Borobudur menyimpan jauh lebih dari sekedar tumpukan batu-batu yang diukir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai rangkaian makna, Borobudur kerap diceritakan sebagai gunung kehidupan yang berisi alam nafsu di bawah, alam bentuk di tengah, alam tanpa bentuk di atas. Sebuah cara memandang yang layak dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah membaca tanda-tanda awal di Mendut, memasaknya dalam keseharian yang berisi ketekunan dan kelembutan, tersedia penafsiran lain. Borobudur adalah perjalanan pembersihan batin dari segala kekotoran (serakah, benci, bodoh, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian bawah terpampang kekotoran batin yang kasar ala nafsu badaniah. Di atasnya, memang terpampang cerita-cerita indah tentang Siddharta Gautama. Dari kelahiran, pencerahan sampai menjadi guru manusia sekaligus para dewa. Namun tanpa kewaspadaan yang cukup, kisah-kisah para suci pun bisa menjadi sumber kekotoran batin. Terutama kalau kisah para suci digunakan untuk menghakimi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru ini salah, aliran itu salah dan jadilah kisah para suci sumber amarah, permusuhan. Mempelajari kisah para suci tentu baik, membadankannya dalam keseharian lebih baik lagi, namun waspada kalau kesucian juga bisa menjadi awal kekotoran batin adalah praktek meditasi yang membuat keseharian jadi bersih, jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesucian yang dijaga oleh kewaspadaan inilah kemudian membukakan pintu pemahaman tanpa kata. Persis seperti bagian atas Borobudur yang tidak lagi berisi relief. Hanya lingkaran sempurna, diisi stupa yang di tengahnya berisi patung Buddha dengan mudra memutar roda Dharma. Tanpa kata, tanpa penghakiman, hanya gerak keseharian yang melaksanakan kesempurnaan ajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah dipahami kalau Dr. Rabindranath Tagore (pemenang hadiah Nobel pertama dari luar Eropa),  yang datang ke Borobudur tanggal 23 September 1927, kemudian menulis rangkaian kesempurnaan ala Borobudur di Visva Bharati News.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap rangkaian kalimat indah Tagore tentang Borobudur selalu diakhiri dengan: ’&lt;span style="font-style: italic;"&gt;let Buddha be my refuge&lt;/span&gt;’. Biarlah kuberlindung pada sifat-sifat bajik di dalam diri. Artinya setiap batin yang bersih akan mengambil perlindungan hanya pada sifat- sifat bajik di dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan puncak perjalanan Tagore ketika menulis Borobudur. Bila waktunya tiba, digapainya keheningan nan suci itu, yang berdiri diam di tengah gelora abad-abad keriuhan, sampai dia dipenuhi keyakinan, bahwa dalam ketidakterbatasan, ada makna kebebasan tertinggi, yang bergumam sekaligus bergetar: ’biarlah kuberlindung pada sifat- sifat bajik di dalam diri'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal ego, ketekunan, kelembutan Tagore, prestasi hidupnya sudah memberikan jawaban. Dan perjalanan Tagore ke  Borobudur memberi inspirasi, siapa yang egonya terkendali, tekun berlatih, lembut sikapnya, maka tersedia sebuah tempat berlindung yang mengagumkan: sifat- sifat bajik di dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pesan Dalai Lama: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;compassion is the best protectio&lt;/span&gt;n. Atau pesan tetua Jawa, orang bodoh kalah sama orang pintar. Yang pintar kalah dengan yang licik. Namun ada yang tidak terkalahkan, yakni orang yang beruntung!. Dan keberuntungan tertinggi tercapai ketika kebajikan membuat semuanya terlihat baik. Orang baik terlihat baik, orang jahat terlihat baik karena kita cukup bajik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu sebabnya stupa terbesar, teratas di Borobudur di dalamnya kosong (tanpa pesan) karena tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ringkasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Borobudur adalah sebuah monumen penuh keindahan. Di pintu masuk awal  diingatkan : hati-hati membuka mulut atas nama ego. Berbekallah kehati-hatian ini, kemudian jangan lupa memasak bahan-bahan kehidupan dengan jalan keras melatih diri sendiri, lembut bersikap pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menapaki Borobudur, adalah menapaki tangga-tangga batin. Di bawah terpampang jelas kekotoran batin yang kasar ala nafsu badaniah. Di tengah memang berisi cerita kesucian, namun tanpa kewaspadaan yang cukup, kesucian juga bisa menjadi kekotoran batin. Terutama kalau kesucian membuat manusia menjadi fanatic dan mudah tersinggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kesucian yang dijaga kewaspadaan inilah yang membukakan pintu pemahaman bahwa semuanya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Simponi di Dalam Diri&lt;/span&gt; , &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GEDE PRAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-2781798349971434082?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/2781798349971434082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/keindahan-di-puncak-borobudur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/2781798349971434082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/2781798349971434082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/11/keindahan-di-puncak-borobudur.html' title='Keindahan di Puncak Borobudur'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Su-QcuRU7rI/AAAAAAAAAvU/hHzWq_7OMl4/s72-c/Borobudur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-4818177015390091533</id><published>2009-10-26T21:10:00.005+08:00</published><updated>2010-11-30T23:29:15.052+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>The Prophet : Kahlil Gibran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SuWf3Fz5GcI/AAAAAAAAAvM/AmyxIHkZLew/s1600-h/Kahlil+Gibran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 91px; height: 110px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SuWf3Fz5GcI/AAAAAAAAAvM/AmyxIHkZLew/s320/Kahlil+Gibran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396895497274857922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kamu tidak terkurung dalam tubuhmu, ataupun dibatasi oleh rumah dan ladang. Karena kamu tinggal di atas gunung dan mengembara bersama angin. Manusia tidak merangkak ke bawah sinar matahari untuk mencari kehangatan atau menggali lubang masuk ke kegelapan untuk mencari keselamatan, manusia adalah makhluk yang bebas, sebuah jiwa yang menyelimuti bumi dan mengembara di angkasa”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Prophet&lt;/span&gt; adalah buku puisi yang membuat penulis berdarah Lebanon-Amerika, Kahlil Gibran terkenal. Biasa ditemukan di toko kado dan sering dikutip untuk acara pernikahan atau acara lain yang membutuhkan pemikiran “spiritual”, karya ini tidak pernah menjadi karya favorit kaum intelektual, dan bagi sebagian pembaca, karya ini agak sedikit cantik atau berlebihan. Walau demikian, penulisnya adalah seniman sejati dan terpelajar yang mendapatkan kebijaksanaannya dengan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini diawali dengan seorang pria bernama Almustafa yang tinggal di Pulau Orphalese. Penduduk setempat menganggapnya sebagai orang bijak, tetapi ia berasal dari tempat lain dan telah menunggu selama 12 tahun sampai tiba kapal yang tepat untuk membawanya pulang ke tempat asalnya. Dari sebuah bukit di atas kota, ia melihat kapalnya memasuki pelabuhan dan merasa sedih karena harus meninggalkan orang yang telah ia kenal. Para tetua kota memintanya untuk tidak pergi. Seorang pendeta wanita melangkah maju dan meminta Almustafa memberitahu filosofi kehidupan kepada mereka sebelum ia pergi, mengutarakan kebenarannya kepada orang yang berkumpul. Hal-hal yang ia katakana menjadi dasar buku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Prophet&lt;/span&gt; menyediakan pengetahuan spiritual yang tak lekang oleh waktu dalam berbagai subjek, termasuk tentang memberi, makan dan minum, pakaian, membeli dan menjual, kejahatan dan hukuman, hukum, pengajaran, waktu, kenikmatan, agama, kematian, kecantikan dan persahabatan. Dalam setiap bab terdapat gambar yang menggugah karya Gibran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kita akan membahas sejumlah tema ; walau demikian, ini adalah karya yang harus dibaca lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta dan perkawinan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bodohlah orang, kata sang nabi, “yang hanya mencari kedamaian cinta dan kenikmatan cinta”, karena mengharapkan kedua hal ini akan membuat orang tersebut serba kekurangan, ia tidak banyak melihat kepedihan tetapi juga tidak banyak melihat kebahagiaan yang murni. Sang nabi berkata : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ketika cinta memanggilmu, ikuti ia meski jalannya berat dan curam”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa mengharapkan cinta berhenti di suatu ukuran tertentu ataupun beranggapan bahwa kita bisa mengarahkan jalannya, “karena jika cinta menganggap dirimu pantas menerimanya, ia akan mengarahkan jalanmu”. Cinta tidak hanya membuat kita tumbuh, cinta juga memangkas diri kita agar kita tumbuh lurus dan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya tentang pernikahan, sang nabi menjelaskannya dari sudut pandang konvensional yang menyebutkan bahwa pernikahan adalah tentang dua orang yang menjadi satu. Pernikahan sejati memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk mengembangkan individualitas mereka, sama seperti “pohon ek dan pohon cemara yang tumbuh tidak dibawah bayangan masing-masing’. Resep sang nabi untuk memiliki relasi yang baik : “Saling mengisi cangkir pasangan, tetapi jangan minum dari cangkir yang sama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pekerjaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang yang tidak punya pekerjaan merasa sangat rendah diri? Apakah hanya karena tidak punya uang? Jawabannya bisa ditemukan dalam penjelasan sang nabi tentang arti kerja yang sesungguhnya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kamu bekerja agar tetap bisa menyamai langkah bumi dan jiwa bumi. Karena menjadi pengangguran berarti menjadi orang asing bagi musim-musim, dan keluar dari prosesi kehidupan”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sekadar karena kehilangan sumber penghasilan ataupun status yang membuat seorang pengangguran merasa sangat putus asa, melainkan perasaan bahwa Anda tersingkir dari kehidupan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bekerja hanya untuk uang juga tidak cukup. Orang beranggapan bahwa bekerja adalah kutukan, kata sang nabi, tetapi dengan bekerja “kamu memenuhi sabagian impian terdalam bumi, yang ditugaskan padamu ketika impian tersebut tercipta”. Melalui kerja Anda mengekspresikan cinta Anda kepada siapa saja yang memperoleh manfaat dari kerja Anda, dan memuaskan kebutuhan Anda sendiri untuk mencipta. Mereka yang menikmati pekerjaan mereka mengetahui bahwa itulah rahasia mencapai pemenuhan, bahwa kita bisa diselamatkan melalui apa yang kita lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesedihan dan kepedihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan mencungkil sebagian diri kita, tetapi area yang terbentuk akibat cungkilan tersebut menciptakan ruang bagi lebih banyak kebahagiaan di musim kehidupan yang lain. Dalam salah satu kalimatnya yang istimewa, ia mengatakan, “Kepedihanmu berarti pecahnya kulit yang menyelubungi pemahamanmu”. Usahakan untuk menghargai kepedihan Anda sebagai pengalaman yang lain dari kehidupan yang berharga ini. Jika Anda bisa melakukannya, Anda akan lebih tenang menghadapi emosi Anda, seperti berlalunya sebuah musim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang menyadari, kata sang nabi, bahwa penderitaan merupakan cara untuk menyembuhkan diri kita sendiri, “ramuan pahit yang diberikan dokter menyembuhkan dirimu yang sakit”. Jika lain kali Anda merasa sedih, ingatlah bahwa di tingkatan tertentu mungkin hal itu merupakan pilihan Anda sendiri untuk membuat diri Anda berkembang. Tanpa kesulitan, kita tidak akan mempelajari apa-apa tentang kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harta milik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waspadalah terhadap cinta akan rumah dan benda-benda, sang nabi memperingatkan, karena semua kenyamanan ini mengikis kekuatan jiwa. Jika Anda terlalu erat mengikat diri sendiri pada kemewahan kehidupan rumah tangga,”rumah Anda tidak akan menjadi jangkar melainkan tiang kapal”. Anda akan terikat pada tiang tersebut manakala kapal itu tenggelam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebebasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan akan kebebasan itu sendiri adalah sejenis perbudakan. Ketika orang berbicara tentang menginginkan kebebasan, seringkali mereka ingin terbebas dari aspek diri mereka sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Baik dan jahat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada hal yang jahat. Kejahatan hanyalah kebaikan yang merasa lapar dan haus, dan tidak bisa menemukan pemenuhan terhadap kebutuhannya itu dimana pun juga kecuali di tempat yang gelap. Ada cahaya, dan ada yang tidak ada cahaya, itulah kejahatan. Berilah cahaya pada kejahatan, maka kejahatan itu akan lenyap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Doa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak bisa meminta apapun dalam doa, karena Tuhan sudah tahu kebutuhan terdalam Anda. Karena Tuhan adalah kebutuhan utama kita, maka kita seharusnya tidak perlu berdoa meminta hal-hal lain, melainkan berdoa meminta lebih banyak Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diri yang terpisah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sang nabi mengumpamakan jiwa seperti arena perang, dimana tujuan dan hasrat kita sepertinya selalu bertentangan. Tetapi memeranginya juga percuma saja; Anda harus menjadi penengah, mencintai semua unsur dari diri Anda yang sedang berperang, sebelum Anda bisa menyembuhkan diri Anda sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diri yang tak terbatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sang nabi berusaha menyampaikan kepada orang yang berkumpul itu bahwa kehidupan yang kita jalani di bumi ini hanyalah bagian kecil dari diri kita yang lebih besar. Kita semua memiliki “raksasa” dalam diri kita, tetapi kita harus terlebih dahulu mengetahui bahwa mereka ada. “Dalam kerinduanmu terhadap sosok raksasamu, terbaring hal-hal yang baik dari dirimu”, kata sang nabi. Oleh karena itu, dalam upaya-upaya memahami diri, kita sebenarnya sedang mencari hal-hal yang paling baik dari diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipandang secara keseluruhan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Prophet&lt;/span&gt; adalah metafora bagi misteri kehidupan: kita datang ke dunia ini dan pulang ke tempat di mana kita berasal. Ketika sang nabi mempersiapkan diri untuk naik ke kapalnya, Nampak jelas bahwa ia tidak berbicara tempat asalnya di seberang lautan, melainkan tentang dunia asal dirinya sebelum ia dilahirkan. Sekarang bagi dirinya, kehidupan tampak seperti mimpi yang singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahlil Gibran menunjukkan bahwa kita seharusnya menerima semua pengalaman hidup dengan senang hati, sekalipun penuh dengan kepedihan, karena setelah kematian kita akan melihat bahwa hidup kita memiliki pola dan tujuan, bahwa hal yng sekarang tampaknya “baik” atau “buruk” bagi kita akan dipandang sebagai sesuatu yang baik bagi jiwa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah ungkapan dari kesatuan yang lebih besar, yang sekarang terlupakan. Ketika menantikan perjalanannya, Almustafa mengumpamakan dirinya seperti “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;setitik air tanpa batas di samudera tanpa batas&lt;/span&gt;”. Merasakan diri Anda sebagai manifestasi sementara dari sumber yang sangat besar akan memberikan perasaan yang sangat nyaman, dan mungkin itulah sumber perasaan damai dan bebas yang dirasakan oleh banyak orang ketika membaca &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Prophet&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;50 Spiritual Classics&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tom Butler Bowdon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-4818177015390091533?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/4818177015390091533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/prophet-kahlil-gibran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/4818177015390091533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/4818177015390091533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/prophet-kahlil-gibran.html' title='The Prophet : Kahlil Gibran'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SuWf3Fz5GcI/AAAAAAAAAvM/AmyxIHkZLew/s72-c/Kahlil+Gibran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-5334226434049108783</id><published>2009-10-25T22:23:00.005+08:00</published><updated>2010-11-30T23:29:46.668+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>WAKTU : Obat Universal Untuk Semua Penyakit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SuRfpImKQxI/AAAAAAAAAvE/cCCrt46_hXc/s1600-h/Watch-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 97px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SuRfpImKQxI/AAAAAAAAAvE/cCCrt46_hXc/s320/Watch-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396543413783511826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;WAKTU adalah Dokter Alam Raya yang hebat untuk penyakit manusia. Agen utamanya adalah energi  yang menghubungkan segala hal  dengan hal lain di alam raya. WAKTU adalah penyembuh luka  terhebat, baik fisik maupun mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKTU menukarkan masa muda yang tidak rasional dengan kematangan usia dan pengetahuan. Waktu mengubah luka hati  dan frustasi menjadi keberanian , daya tahan, dan pemahaman. WAKTU membuat matang benih di ladang dan pohon buah, serta membuat mereka siap untuk kesenangan dan keberlangsungan manusia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;WAKTU memberi orang yang emosional peluang untuk menenangkan diri dan menjadi rasional.  WAKTU membantu kita menemukan hukum alam yang hebat, dengan metode coba-coba, serta membantu kita untuk mendapat untung dari kesalahan penilaian kita.&lt;br /&gt;WAKTU adalah kepemilikan kita yang paling berharga, karena kita bisa merasa yakin bahwa tidak ada satu detik pun yang ada di tempat mana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKTU adalah lembaga belas kasih yang membuat kita bisa menyesali dosa dan kesalahan kita serta mendapatkan pengetahuan  berguna dari hal itu.&lt;br /&gt;WAKTU menyukai mereka yang memahami hukum alam dengan tepat dan yang menyesuaikan mereka sebagai panduan untuk kebiasaan hidup yang tepat. Tetapi WAKTU bergerak dengan cepat bersama hukuman bagi mereka yang mengabaikan atau menolak hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKTU pengontrol ahli hukum alam raya, Kekuatan Kebiasaan Kosmik, pemasti dari sebuah kebiasaan, baik makhluk hidup maupun benda mati. WAKTU juga pengontrol ahli hukum konpensasi yang tidak terlalu penting, lewat tindakan yang membuat kita mendapatkan sesuatu yang kita tanamkan. (Operasi positif dari hukum ini disebut hukum untuk meningkatkan hasil, operasi negatif disebut hukum yang mengurangi hasil.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKTU tidak selalu melaksanakan hukum konpensasi dengan cepat. Tetapi, hal itu memang dilaksanakan dengan pasti, sesuai dengan kebiasaan dan pola pasti yang dipahami oleh filsuf, serta sesuatu yang membuat dia bisa meramalkan sifat peristiwa yang akan datang dengan menganalisis penyebab yang telah mereka lepaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKTU juga merupakan pengontrol ahli Hukum Perubahan hebat yang membuat segala hal dan semua orang selalu mengalami perubahan, dan tidak pernah membolehkan mereka tetap sama dalam waktu dua menit. Fakta ini dipenuhi banyak manfaat. Hal itu memberi alat yang membuat kita bisa memperbaiki kesalahan kita, menghilangkan ketakutan kita dan kebiasaan lemah kita, serta mengganti kebodohan kita dengan pengetahuan dan kedamaian pikiran ketika kita semakin tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah ke pengalaman masa lalu Anda, dan pikirkan peristiwa ketika hati Anda yang kesal tidak menemukan obat dari rasa sakit yang hanya diselamatkan oleh tangan penuh kasih Dokter Waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda mengalami kegagalan dalam bisnis atau sejumlah pekerjaan yang Anda pilih, Anda mungkin telah mengamati bahwa WAKTU datang menolong Anda dengan peluang lain yang mungkin lebih besar. Dan, Anda merasa senang karena telah berputar dari rute Anda ke jalan peluang yang lancar dan lebar.&lt;br /&gt;Di lain waktu, ketika Anda mendapati diri Anda membuang-buang waktu dari agen PELUANG yang berharga itu, WAKTU, salinlah resolusi berikut, berikan ke memori dan langsung laksanakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komitmen saya kepada Dokter Waktu; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.WAKTU adalah aset terbesar saya. Saya harus mengaitkan diri saya ke hal itu pada   sistim anggaran yang menunjukkan bahwa setiap detik yang tidak didedikasikan untuk tidur, pasti digunakan untuk perbaikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Di masa depan , saya harus menganggap WAKTU saya yang hilang akibat pengabaian sebagai suatu dosa. Saya harus menebusnya dengan menggunakan waktu secara lebih baik di masa depan dalam jumlah yang setara dengan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Dengan memahami bahwa saya pasti meraih apa yang saya tanam, saya pasti hanya menanam  benih layanan yang menguntungkan orang lain dan diri saya. Hal tersebut membuat saya melemparkan diri saya jalan Hukum Konpensasi yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Saya juga harus menggunakan WAKTU saya di masa depan sehingga setiap hari akan memberi saya kedamaian pikiran.Tanpa kedamaian pikiran, saya tidak bisa mengenali bahwa benih yang saya tanam memerlukan penilaian ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Dengan berpikir bahwa kebiasaan berpikir saya menjadi pola yang mengikat semua situasi yang mempengaruhi hidup saya lewat interval WAKTU, saya harus membuat pikiran saya menjadi sangat sibuk dalam hubungannya dengan situasi yang saya inginkan. Dengan demikian, tidak ada WAKTU tersisa untuk memikirkan rasa takut dan frustrasi , serta hal-hal yang tidak saya inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Dengan mengenali bahwa WAKTU yang saya pilih di bumi ini adalah terbatas dan tidak pasti, saya harus mengusahakan dengan segala cara untuk menggunakan bagian saya atas hal itu. Saya mengaharapkan, orang yang terdekat dengan saya akan mendapat manfaat lewat pengaruh saya dan menjadi terinspirasi lewat contoh saya untuk memanfaatkan WAKTU mereka dengan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Akhirnya, ketika jatah WAKTU saya habis, saya harap , saya telah meninggalkan monumen yang bertuliskan nama saya. Itu bukan monument dari batu, tetapi monumen dari hari para rekan saya. Suatu monumen yang ciri-cirinya akan memberi kesaksian bahwa dunia telah dibuat sedikit lebih baik karena kehadiran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Saya harus mengulangi Komitmen ini setiap hari, selama masih ada sisa jatah WAKTU saya. Saya harus mengembaikannya dengan KEYAKINAN bahwa hal itu akan menyempurnakan karakter saya dan menginspirasi orang-orang yang mungkin hidupnya saya pengaruhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Jarum WAKTU bergerak maju dengan cepat! Kami berteriak, “Mundurlah, berputar mundurlah O WAKTU di dalam lari Anda,” tetapi WAKTU tidak mengindahkan teriakan Anda. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Itu lebih cepat dari yang Anda pikir&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Gerakkan diri Anda, ikuti para musafir. Terjagalah dan milikilah pikiran Anda sendiri saat Anda masih mempunyai WAKTU yang cukup untuk dijalani. &lt;br /&gt;Jalani sebagian besar WAKTU Anda sekarang dengan harapan bahwa Anda tidak perlu bereinkarnasi dalam rangka melakukan pekerjaan itu sekali lagi telah mengabaikan pekerjaan itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda telah diperingatkan!&lt;br /&gt;Sekarang, tanggung jawab adalah MILIK ANDA. Ada tes sederhana yang menilai apakah Anda telah menggunakan WAKTU Anda demi kemanfaatan terbaik atau tidak. Bila Anda telah mendapat kedamaian pikiran serta kelimpahan materi yang mencukupi kehidupan Anda, WAKTU Anda telah digunakan dengan tepat. Bila Anda belum mendapat berkah ini, WAKTU Anda belum digunakan dengan tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang hebat yang sebenarnya tidak memiliki realitas seperti “waktu luang”, karena mereka harus membuat pikiran mereka selalu menyesuaikan diri dengan pola pemikiran konstrukstif. Dengan penggunaan WAKTU yang benar, mereka mengembangkan indera keenam yang peka. Indera keenam itu mereka gunakan untuk melihat, mendengar dan melihat dari dalam diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pikiran menyimpang masuk ke dalam pikiran orang yang benar-benar hebat, pikiran ini langsung diubah menjadi pikiran posiitif. Mereka pun memanfaatkan pikiran tersebut dengan tindakan fisik positif yang sesuai dengan sifat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tik, tik, tik – pendulum Jarum Jam berayun denga cepat! Seluruh wajah peradaban melaksanakan tindakan yang meringankan pikiran. &lt;br /&gt;Tuan Benar dan Tuan Salah terlibat alam pertempuran makhluk hidup demi kehebatan. WAKTU telah datang bagi semua orang untuk dihadapi dan dihitung. Penggunaan WAKTU kita masing-masing membuat jatah WAKTU setiap orang akan memberi tahu  sisi manakah yang kita miliki – Tuan Benar atau Tuan Salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu telah mempercepat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jam Waktu&lt;/span&gt; dengan sangat cepat sehingga separuh terakhir abad ke-20 akan mengungkapkan lebih banyak peluang untuk penyempuarnaan diri daripada yang telah diungkapkan selama keberadaan manusia sebelumnya. &lt;br /&gt;Bagian yang Anda miliki dari PELUANG yang sangat banyak ini bisa diterima dan digunakan hanya dengan cara mengaitkan diri Anda ke WAKTU!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;CREAT YOUR OWN MIRACLE&lt;/span&gt; oleh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NAPOLEON HILL&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-5334226434049108783?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/5334226434049108783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/waktu-obat-universal-untuk-semua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/5334226434049108783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/5334226434049108783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/waktu-obat-universal-untuk-semua.html' title='WAKTU : Obat Universal Untuk Semua Penyakit'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SuRfpImKQxI/AAAAAAAAAvE/cCCrt46_hXc/s72-c/Watch-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-5488817110433629914</id><published>2009-10-21T23:46:00.003+08:00</published><updated>2010-11-30T23:30:09.494+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TOKOH'/><title type='text'>Mengenal Aristoteles</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/St8tI8D1AZI/AAAAAAAAAu8/yM5g26DqcTk/s1600-h/Aristoteles.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 96px; height: 116px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/St8tI8D1AZI/AAAAAAAAAu8/yM5g26DqcTk/s320/Aristoteles.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395080510197531026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aristoteles merupakan filsuf dan ilmuwan terbesar pada masa dunia kuno. Dia mempelopori studi tentang logika formal, memperkaya nyaris setiap cabang filsafat dan membuat berbagai sumbangan pada ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari ide-ide Aristoteles yang sudah ketinggalan zaman sekarang. Tapi, yang lebih penting dibandingkan semua teori individualnya adalah pendekatan rasional yang melandasi karya-karyanya. Yang implisit dalam tulisan-tulisan Aristoteles adalah sikap bahwa setiap aspek kehidupan manusia dan masyarakatnya dapat dijadikan objek pemikiran dan analisis, memahami bahwa alam semesta bukanlah dikendalikan secara kebetulan, sihir, atau kehendak para dewa yang semena-mena, melainkan diatur oleh hokum-hukum rasional, kepercayaan bahwa akan berguna bagi umat manusia jika mereka melakukan penyelidikan sistematik terhadap berbagai aspek dunia alamiah, dan keyakina bahwa kita harus mendayagunakan pengamatan empiris sekaligus pemikiran logis dalam menyusun kesimpulan kita.&lt;br /&gt;Himpunan sikap ini , yang berlawanan dengan tradisionalisme, takhayul dan mistisisme, mempengaruhi secara mendasar peradaban Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aristoteles dilahirkan pada tahun 384 SM di kota Stagira, Makedonia. Ayahnya seorang dokter terkenal. Pada usia 17 tahun dia pergi ke Athena untuk belajar di Akademi Plato. Dia tinggal di sana selama 20 tahun, sampai beberapa waktu setelah Plato wafat. Minat Aristoteles dalam bidang biologi dan “ilmu pengetahuan praktis” mungkin datang dari ayahnya: di bawah bimbingan Plato, dia mengembangkan minat dalam hal spekulasi filosofis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 342 SM, Aristoteles kembali ke Makedonia untuk menjadi pengajar pribadi anak raja, seorang anak lelaki berusia 13 tahun yang kelak terkenal dalam sejarah sebagai Alexander Agung.Pada 335 SM, setelah Alexander Agung naik takhta, Aristoteles kembali ke Athena, di mana dia membuka sekolahnya sendiri, Lyceum. Dia menghabiskan 12 tahun berikutnya di Athena, sebuah periode yang kira-kira bertepatan dengan karier penaklukan militer Alexander.&lt;br /&gt;Alexander tidak meminta nasihat pada teman tutornya ini, tapi dia melimpahi dana cukup besar kepada Aristoteles untuk membiayai risetnya. Ini mungkin pertama kali dalam sejarah seorang ilmuwan memperoleh dana skala besar dari pemerintah untuk melakukan penelitian. Ini menjadi yang terakhir pada abad-abad berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, asosiasinya denga Alexander mengandung hal-hal berbahaya. Aristoteles ditentang karena gaya dictator yang diterapkan Alexander. Ketika sang penguasa menghukum mati sepupu Aristoteles dengan tuduhan penghianatan, Alexander pun sempat mempertimbangkan untuk mengeksekusi Aristoteles. Tapi walau Aristoteles  terlalu demokratik bagi selera Alexander, dia diasosiasikan terlalu dekat dengan Alexander, sehingga dia tidak dipercaya oleh warga Athena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Alexander wafat pada 323 SM, faksi anti-Makedonia meraih kekuasaan di Athena dan Aristoteles didakwa “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak setia&lt;/span&gt;”. Aristoteles yang ingat nasib Socrates 76 tahun  kesempatan pada Athena untuk melakukan dosa kedua kalinya terhadap dunia filsafat. Dia wafat di pengasingan beberapa bulan kemudian pada 322 SM dalam usia 62 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah karya Aristoteles sungguh menakjubkan. Tercatat 47 karyanya berhasil diselamatkan, dan daftar tempo dulu mengenai karyanya mencantumkan tidak kurang dari 170 judul. Tapi bukan sekadar jumlahnya saja, melainkan juga luasnya bidang pengetahuan yang digelutinya yang amat mengagumkan. Karya-karya ilmiahnya nyaris seperti sebuah ensiklopedia pengetahuan ilmiah di zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aristoteles menulis soal astronomi, ilmu hewan, embriologi, ilmu bumi, ilmu batuan, fisika, anatomi, fisiologi dan hampir semua bidang pengetahuan yang dikenal orang Yunani Kuno. Sebagian karya-karya ilmiahnya merupakan kompilasi pengetahuan yang sebelumnya diperoleh ilmuwan lain, sebagian merupakan hasil temuan para asisten yang dipekerjakannya, dan sebagian lagi merupakan hasil dari sekian banyak pengamatan yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang pakar terdepan dalam setiap bidang ilmu saja sudah merupakan pencapaian luar biasa dan tampaknya tidak akan  pernah lagi dicapai orang lain di masa depan. Tapi, Aritoteles mencapai lebih dari pada itu. Dia juga seorang filsul orosinal dan memberikan sumbangan besar pada setiap bidang filsafat spekulatif. Dia menulis soal etika dan metafisika, soal psikolgi dan ekonomi, soal teologi dan politik, serta soal retorika dan estetika. Dia menuis tentang pendidikan, syair, adapt istiadat bangsa-bangsa kurang beradab, dan konstitusi Athena. Salah satu proyek risetnya adalah pengumpulan konstitusi sejumlah besar Negara, yang kemudia diujinya  dengan studi perbandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, yang terpenting dari semua karyanya adalah teori tentang logika, dan Aristoteles secara umum dianggap sebagai pendiri cabang filsafat penting ini.&lt;br /&gt;Adalah sifat logis dari cara berpikirnyalah yang memungkinkannya memberikan sumbangan pada begitu banyak bidang. Dia berbakat mengorganisasikan pemikirannya, dan definisi-definisi yang diusulkannya menyiapkan basi bagi pemikiran-pemikirn selanjutnya di banyak bidang berbeda. Tidak perbah bersikap mistis dan ekstremis, Aristoteles merupakan suara yang  konsisten menyerukan akal sehat praktis. Tentu saja dia juga melakukan kesalahan , tapi yang mengejutkan adalah betapa jarangnya dia membuat kesalahan dalam ensiklopedia raksasa pemikirannya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Aristoteles terhadap pemikiran Barat begitu besar. Selama zaman kuno dan pertengahan, karya-karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Syriac, Arab, Italia, Prancis, Ibrani, Jerman dan Inggris. Para penulis Yunani sesudahnya mempelajari dan mengagumi karya-karyanya, demikian pula para filsuf Byzantium. Karya-karyanya memiliki pengaruh besar pada falsafah Islam dan selama berabad-abad tulisannya mendominasi pemikiran Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Averroës&lt;/span&gt;, mungkin merupakan filsuf Arab paling ternama, berusaha membuat sebuah sintesis dari teologi Islam dan rasionalisme Aritotelian. Pemikir Yahudi paling berpengaruh di Abad di abad pertengahan, Maimonides, mencapai sintesis serupa bagi Yudaisme. Namun, dari karya-karya semacam itu yang paling dipuji adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Summa Theologica&lt;/span&gt; karya cendekiawan Nasrani, Santo Thomas Aquinas. Terlalu banyak orang terpelajar di abad pertengahan yang terpengaruh oleh Aristoteles, sehingga mustahil dicantumkan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekaguman pada Aristoteles begitu besarnya sampai-sampai di akhir abad pertengahan, kekaguman itu berubah menjadi pendewaan dan karya-karyanya menjadi semacam kekang intelektual yang menghambat penyelidikan lebih lanjut ketimbang sebuah lampu yang menerangi jalan. Aristoteles, yang suka mengamati dan berpikir bagi dirinya sendiri – pastinya akan tidak setuju dengan pemujaan yang membabi-buta yang dilakukan generasi berikutnya atas karya-karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ide Aristoteles kelihatan reaksioner jika diukur dengan standar masa kini. Misalnya, dia mendukung perbudakan karena sesuai denga hukum alam, dan dia percaya bahwa wanita secara alami lebih rendah derajatnya daripada pria. (Kedua pemikiran ini tentu saja mencerminkan pemikiran yang Berjaya pada zamannya). Namun, banyak pandangannya yang terdengar sangat modern, misalnya “Kemiskinan merupakan ayah dari revolusi dan kejahatan” dan “Siapa pun yang pernah memikirkan seni memerintah umat manusia akan merasa yakin bahwa nasib Negara-negara akan ditentukan oleh pendidikan terhadap kaum muda.” (Tentu saja tidak ada pendidikan umum semasa Aristoteles hidup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael H.Hart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-5488817110433629914?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/5488817110433629914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/mengenal-aristoteles.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/5488817110433629914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/5488817110433629914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/mengenal-aristoteles.html' title='Mengenal Aristoteles'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/St8tI8D1AZI/AAAAAAAAAu8/yM5g26DqcTk/s72-c/Aristoteles.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-8424757465169945375</id><published>2009-10-20T17:36:00.006+08:00</published><updated>2010-11-30T23:33:24.222+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>15 Langkah Untuk Mengatasi Rasa Putus Asa.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/St2E3DeryVI/AAAAAAAAAu0/KhxltKI0WqA/s1600-h/15+steps.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 101px; height: 101px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/St2E3DeryVI/AAAAAAAAAu0/KhxltKI0WqA/s320/15+steps.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394614010021398866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah perkawinan yang membosankan. Sebuah kondisi kesehatan yang kronis. Sebuah pengangguran yang berkepanjangan. Keputusasaan terjadi ketika Anda mulai merasa  putus asa tentang masa depan Anda - ketika tampaknya  keadaan terganggu yang Anda alami, tidak akan pernah membaik. Tetapi jika Anda memandang kepada Tuhan, melampaui keadaan Anda , Anda akan menemukan harapan dan masa depan yang lebih baik yang Dia janjikan bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah bagaimana Anda dapat mengatasi rasa putus asa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berdoa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sudah tahu bagaimana Anda merasa putus asa, tetapi Dia ingin Anda berbicara kepada-Nya tentang perasaan Anda dan dengarkan bagaimana Roh-Nya menuntun Anda. Jujurlah dalam melampiaskan frustrasi Anda kepada Tuhan dan ingat bahwa Dia peduli tentang apa yang sedang Anda alami. Mintalah Tuhan untuk membuka mata rohani Anda sehingga Anda akan dapat melihat situasi Anda dari perspektif-Nya. Berdoa untuk pelepasan dari situasi yang bukan kehendak Allah, dan ketekunan untuk memberdayakan Anda untuk menanggung keadaan tersebut sampai Anda mempelajari semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ingat Siapa Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pindahkan fokus Anda kepada Allah sendiri, dari keadaan yang mengecilkan hati Anda . Ingat bahwa Dia adalah kasih, dan juga bahwa Dia adalah sumber kekuatan. Percaya bahwa Allah akan membantu Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persiapkan diri Anda untuk situasi yang mengecilkan hati, karena Anda pasti menemuinya dalam kehidupan Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, Setan akan mencoba untuk mencegah Anda dalam beberapa cara, tetapi Anda dapat berjaga-jaga terhadap serangan tersebut dengan menjaga disiplin dasar rohani setiap hari. Berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tetaplah pada tugas Anda &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berpikir dan berdoa mengenai pekerjaan yang sedang Anda lakukan untuk Allah. Mintalah Dia untuk menjelaskan apakah Dia telah benar-benar menuntun Anda untuk tugas Anda saat ini atau tidak. Merefleksikan keberhasilan dan kegagalan yang Anda alami sejauh ini dan lihat apakah Anda dapat mengenali suatu pola yang dapat membantu Anda membedakan jika Anda melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan. Jika tampak seolah-olah Anda sedang melakukan apa yang Tuhan ingin Anda lakukan, tapi Anda hanya perlu untuk mengatasi beberapa tantangan saat melakukannya, jangan menyerah. Sebaliknya, melawan keputusasaan dengan menuliskan sebuah visi baru untuk bagaimana melanjutkan pekerjaan Anda di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dapatkan bimbingan dari seorang Konselor  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika kekecewaan Anda telah menjadi begitu mendalam bahwa Anda berjuang untuk mengatasi itu, berbagilah keprihatinan Anda dengan seorang konselor Kristen yang dapat memberikan nasihat Alkitab tentang bagaimana untuk maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Isilah tangki energi spiritual Anda &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengidentifikasi apa yang menyebabkan tingkat energi spiritual Anda berjalan rendah, catat masalahnya,bentuk kelompok dengan beberapa orang yang Anda percayai yang dapat bergabung dengan Anda dalam doa tentang masalah itu, kembangkan strategi yang jelas untuk memecahkan masalah (seperti penjadwalan waktu yang ditetapkan dan tempat ibadah , atau bergabung dengan kelompok ), mengambil tindakan, dan buat diri Anda bertanggung jawab kepada orang-orang yang mendukung Anda dalam doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jagalah kesehatan fisik Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikan perawatan tubuh Anda yang dibutuhkan akan membantu Anda merasa kurang berkecil hati. Makan makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan cukup tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menghabiskan waktu dengan seseorang yang tidak putus asa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Isilah waktu Anda bersama dengan kehadiran orang yang positif, secara alami akan membuat Anda merasa diri sendiri lebih naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikan kepada orang-orang yang membutuhkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengulurkan tangan untuk membantu orang lain ternyata akan memberi harapan  untuk Anda, hal itu akan memberi Anda sukacita bahwa Tuhan menggunakan Anda untuk sesuatu yang berarti.bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sederhanakan hidup Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dasari jadwal Anda pada prioritas Anda. Jangan membuang waktu dan energi pada kegiatan yang tidak mencerminkan apa yang paling penting bagi Anda. Bebaskan diri Anda dari tugas-tugas yang tidak memberi harapan bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berbagi iman dengan orang lain &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali Allah memberi Anda kesempatan untuk berbagi iman dengan orang yang mencari Tuhan, lakukanlah,. Anda akan mengingatkan diri Anda tentang bagaimana Tuhan telah bekerja dalam hidup Anda dan mengalami kebahagiaan membantu orang lain untuk menemukan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gunakan talenta-talenta yang Tuhan berikan kepada Anda &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membiarkan talenta-talenta Anda tertidur, hanya akan meningkatkan rasa keputusasaan. Mintalah Tuhan untuk memimpin Anda untuk situasi tertentu di mana Anda dapat menempatkan talenta-talenta itu untuk digunakan sepenuhnya - bagi kemuliaan Allah, dan untuk membantu membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lawan upaya-upaya Setan yang berusaha mengecilkan hati Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah janji Alkitab bahwa jika Anda menolak setan, ia akan lari dari Anda. Setiap hari, berdoa untuk kekuatan rohani yang Anda butuhkan untuk melawan serangan jahat yang akan Anda jumpai dalam dunia yang telah jatuh ini. Ketika setan menggoda Anda untuk meragukan Allah, pilih untuk percaya kepadaNya. Ketika Setan mencoba untuk menipu Anda dan Anda merasa bingung, berdoa untuk melihat kebenaran. Ketika Iblis mempromosikan perpecahan antara Anda dan orang Kristen lain, buatlah setiap usaha untuk mempertahankan kesatuan dari Roh Kudus melalui ikatan damai. Perlu diingat bahwa kuasa Allah yang bekerja dalam diri Anda lebih besar daripada rencana jahat Setan dan, dalam Kristus, Anda memiliki otoritas spiritual untuk mengalahkan Setan bekerja dan muncul sebagai pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pilih iman dari pada rasa takut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengakui bahwa Allah selalu bersama Anda - bahkan di tengah keadaan yang sangat putus asa. Setiap kali Anda merasa takut, pilihlah untuk percaya kepada Tuhan.  Tuhan akan selalu memberikan dorongan yang Anda perlukan untuk berurusan dengan rasa takut selama diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan pernah menyerah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tetap berpegang pada janji Allah bahwa Dia mempunyai rencana penting bagi hidup Anda. Terus berdoa untuk dorongan Anda butuhkan untuk memenuhi semua tujuan-Nya bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Whitney Hopler&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adapted from &lt;/span&gt;A Hope and a Future: Overcoming Discouragement,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; copyright 2009 by Don Wilton.  Published by B&amp;amp;H Publishing Group, Nashville, Tn. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-8424757465169945375?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/8424757465169945375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/15-langkah-untuk-mengatasi-rasa-putus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/8424757465169945375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/8424757465169945375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/15-langkah-untuk-mengatasi-rasa-putus.html' title='15 Langkah Untuk Mengatasi Rasa Putus Asa.'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/St2E3DeryVI/AAAAAAAAAu0/KhxltKI0WqA/s72-c/15+steps.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-4607288310222917900</id><published>2009-10-19T23:07:00.006+08:00</published><updated>2010-11-30T23:34:03.362+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Alam Semesta : Sebagian Besar Masih  Misteri.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/StyA9lYvYBI/AAAAAAAAAuk/_tKMzpWWY5I/s1600-h/Alam+Semesta-galaxi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 117px; height: 87px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/StyA9lYvYBI/AAAAAAAAAuk/_tKMzpWWY5I/s320/Alam+Semesta-galaxi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394328249179267090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seabad yang lalu, para ilmuwan yakin bahwa seluruh alam semesta berada dalam galaksi kita, Bima Sakti. Namun, selama abad ke-20, kemajuan penting di bidang astronomi, fisika dan teknologi menyingkap betapa luasnya alam semesta itu. Beberapa temuan juga membuat kita  merasa tidak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, beberapa dekade belakangan ini, para astronom menyadari bahwa mereka tidak tahu apa isi lebih dari 90 persen alam semesta ini. Tidak hanya itu, temuan-temuan yang mengarah ke kesimpulan itu telah membuat para ilmuwan meragukan pemahaman mereka sendiri tentang dasar-dasar ilmu fisika. Tentu saja, keraguan seperti itu bukanlah hal baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, menjelang akhir abad ke-19, para fisikawan mengamanti keganjilan pada kecepatan cahaya. Mereka mendapati bahwa dari sudut pandang pengamat, cahaya selalu sama kecepatannya tidak soal seberapa cepat si pengamat itu bergerak. Tetapi, itu tampaknya tidak masuk akal. Problem ini terjawab pada tahun 1905 melalui teori relativitas khusus Albert Einstein, yang memperlihatkan bahwa jarak (panjang), waktu, dan massa tidak bersifat mutlak. Lalu, pada tahun 1907, setelah mendapat gagasan baru yang ia sebut “pikiran paling membahagiakan dalam hidup saya”, Einstein mulai mengembangkan teori relativitas umum, yang ia terbitkan pada tahun 1916. Dalam karya yang  revolusioner ini, Einstein menjelaskan kaitan antara gravitasi, ruang, serta waktu, dan mempertajam penjelasan Isaac Newton tentang fisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alam Semesta yang mengembang  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan bukti-bukti pada masanya, Einstein percaya bahwa alam semesta itu statis, tidak mengembang maupun menciut. Namun, pada tahun 1929, astronom Amerika bernama Edwin Hubble menyajikan bukti yang menunjukkan bahwa alam semesta sedang mengembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubble juga menguak misteri lama tentang bercak-bercak kabur yang bercahaya di langit malam, yang dinamakan nebula karena tampak seperti awan gas. Tetapi, apakah semua nebula ini ada dalam galaksi kita, atau diluarnya, seperti yang diusulkan astronom Inggris bernama Sir William Herschel (1738-1822) lebih dari seabad sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Hubble pertama kali memperkirakan jarak ke salah satu benda ini, yakni nebula besar dalam konstelasi Andromeda, ia menyimpulkan bahwa nebula itu ternyata adalah galaksi yang jauhnya sejuta tahun cahaya. Artinya, nebula itu berada jauh di luar Bima Sakti, yang berdiameter “hanya” 100.000 tahun cahaya. Setelah Hubble menghitung jarak ke nebula-nebula lain, ia mulai menyadari betapa luasnya alam semesta, dan temuan ini memicu revolusi di bidang astronomi serta kosmologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, Hubble mengamati bahwa alam semesta sedang mengembang, karena ia melihat bahwa galaksi-galaksi yang jauh kian menjauh dari kita. Ia juga memerhatikan bahwa semakin jauh suatu galaksi, semakin cepat ia menjauh. Pengamatan itu menyiratkan bahwa alam semesta di masa lalu lebih kecil daripada sekarang. Sewaktu Hubble menerbitkan karyanya yang inovatif ini pada tahun 1929, ia membubuh dasar untuk pengembangan teori ledakan dasar, yakni alam semesta berasal dari suatu ledakan kosmis sekitar 13 miliar tahun yang lalu. Tetapi, gambarannya belum lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seberapa Cepat Mengembangnya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak zaman Hubble, para astronom telah mencoba mengukur seakurat mungkin kecepatan pengembangan itu, yang disebut “konstanta Hubble”. Mengapa pengukuran ini sangat penting? Jika para astronom dapat menghitung seberapa cepat alam semesta mengembang, mereka dapat menggunakan perhitungan itu untuk memperkirakan usianya. Selain itu, kecepatan pengembangan bisa berdampak serius terhadap masa depan. Mengapa? Menurut logika, jika, katakanlah, alam semesta mengembang terlalu lambat, pada akhirnya gravitasi akan menang dan segala sesuatu akan menciut hingga terjadi “penciutan besar”. Tetapi, jika pengembangannya terlalu cepat, alam semesta bisa mengembang selamanya dan akhirnya lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pengukuran yang lebih akurat telah menjawab beberapa pertanyaan, timbul lagi berbagai pertanyaan lain, pertanyaan yang menimbulkan keraguan atas pemahaman kita saat ini tentang materi dan gaya-gaya fundamental di alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Energi Gelap dan Materi Gelap&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1998, para peneliti yang menganalisi cahaya dari supernova, atau bintang yang meledak, jenis tertentu, menemukan bukti bahwa laju pengembangan alam semesta ini justru semakin cepat. Awalnya, para ilmuwan skeptis, tetapi bukti-buktinya segera bertambah. Tentu saja, mereka ingin tahu apa bentuk energi yang mempercepat laju pengembangan itu. Yang pasti, energi itu tampaknya berlawanan dengan gravitasi, dan keberadaan energi itu tidak bersesuaian dengan teori sekarang. Maka, bentuk energi yang misterius ini dinamakan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;energi gelap&lt;/span&gt;”, dan boleh jadi membentuk hampir 75 persen alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, energi gelap bukan satu-satunya fenomena misterius yang ditemukan belakangan ini. Fenomena satunya lagi diteguhkan keberadaannya pada tahun 1980-an sewaktu para astronom memeriksa berbagai galaksi. Galaksi-galaksi ini, termasuk galaksi kita, tampaknya berputar terlalu cepat sehingga seharusnya tidak tetap menyatu. Jadi, pasti ada semacam materi yang menyediakan daya rekat gravitasi yang dibutuhkan. Tetapi, materi apa?  Karena para ilmuwan tidak mengetahuinya, mereka menyebutnya “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;materi gelap&lt;/span&gt;”, sebab materi itu tidak menyerap, memancarkan atau memantulkan radiasi yang terdeteksi. Ada berapa banyak materi gelap di luar sana? Menurut perhitungan, itu mungkin mengisi 22 persen atau lebih massa alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/StyCnbN8TQI/AAAAAAAAAus/vp7JyB6lU7U/s1600-h/Alam+Semesta.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 153px; height: 117px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/StyCnbN8TQI/AAAAAAAAAus/vp7JyB6lU7U/s320/Alam+Semesta.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394330067515755778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pikirkanlah : Menurut perkiraan sekarang, materi normal berjumlah sekitar 4 persen massa alam semesta. Dua hal besar yang belum diketahui, materi gelap dan energi gelap tampaknya mengisi selebihnya. Jadi, sekitar 95 persen alam semesta masih merupakan misteri yang kelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Petualangan yang Tak Ada Akhirnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sains sedang mencari jawaban, tetapi sering kali, serangkain jawaban justru menimbulkan serangkain teka-teki lagi. Fakta ini mengingatkan kita akan pernyataan mendasar yang dicatat dalam Alkitab dalam Pengkhotbah 3:11. Bunyinya, “ Allah membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya, bahkan Ia memberikan kekekalan  dalam hati mereka, agar manusia, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak pernah dapat memahami&lt;/span&gt; pekerjaan yang dibuat oleh Allah yang benar sejak permulaan sampai akhir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, saat ini pengetahuan yang dapat kita serap sangat terbatas karena singkatnya jangka hidup kita, dan kebanyakan pengetahuan itu merupakan spekulasi, yang bisa berubah-ubah. Tetapi, ini hanya sementara, karena Allah bermaksud memberi manusia yang setia kehidupan tanpa akhir dalam Firdaus di bumi. Di sana, kita dapat memeriksa karya ciptaan-Nya untuk selama-lamanya, dan dengan demikian memperoleh pengetahuan sejati. Mazmur 37: 11,29 ; Lukas 23:43.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karea itu, kita tidak perlu takut akan spekulasi kiamat atas alam semesta. Lagi pula, yang diselidiki sains barulah kulit luarnya, sedangkan Pencipta tahu segalanya.  (Wahyu) 4:11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Raja Daud di masa lampau memandang langit malam yang bening dan bersih, ia diliputi perasaan takjub dan hormat yang ia ungkapkan dalam nyanyian Mazmur 8:3-4 berbunyi, “ Bila aku melihat langitMu, buatan jariMu, bulan dan bintang-bintang yang Kau tempatkan, apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia sehingga Engkau mengindahkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com/"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-4607288310222917900?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/4607288310222917900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/alam-semesta-sebagian-besar-masih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/4607288310222917900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/4607288310222917900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/alam-semesta-sebagian-besar-masih.html' title='Alam Semesta : Sebagian Besar Masih  Misteri.'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/StyA9lYvYBI/AAAAAAAAAuk/_tKMzpWWY5I/s72-c/Alam+Semesta-galaxi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-1370953333086178631</id><published>2009-10-04T18:43:00.006+08:00</published><updated>2010-11-30T23:34:36.456+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Melenggang Pulang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Ssh8b6CoMFI/AAAAAAAAAuc/hUPJZCgUc74/s1600-h/Melenggang+Pulang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 83px; height: 89px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Ssh8b6CoMFI/AAAAAAAAAuc/hUPJZCgUc74/s320/Melenggang+Pulang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388693773027389522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mari pulang, marilah pulang, Pulanglah kita bersama-sama.Ketika bencana menerjang Indonesia dengan jumlah korban ratusan ribu manusia, ada yang menulis Indonesia, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Natural disaster or mass murder.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara pandang ini, bencana tidak punya wajah lain terkecuali buruk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia yang merenung di tengah bentangan sejarah, bercakap-cakap dengan alam, melihat tidak ada satu pun putaran waktu di mana kehidupan hanya berisi kebahagiaan. Amerika Serikat sebagai contoh, sebelum menjadi kekuatan ekonomi nomor satu, dunia sempat mengalami sejarah yang berdarah-darah. Jepang sebagai kekuatan ekonomi nomor dua dunia bangkit justru setelah dua kotanya hangus oleh bom atom. China yang kini duduk sebagai kekuatan ekonomi nomor tiga juga serupa. Beberapa puluh tahun lalu, bahkan memakan nasi pun sudah terhitung mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Becermin dari sini, mendengar ada korban manusia akibat gempa tentu mengundang keprihatinan sekaligus doa semoga semua berbahagia. Berbuat untuk meringankan beban korban tentu lebih mulia. Namun yang layak direnungkan, alam sebagai guru sedang berbicara apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Timur dikenal beberapa jenis guru. Dari guru hidup, guru buku suci, guru simbolik, sampai dengan guru rahasia di dalam diri. Menyangkut guru hidup dan guru buku suci, lebih mudah mencapai kesepakatan. Namun menyangkut guru simbolik, apa lagi guru rahasia di dalam diri, hanya mereka yang dibekali kepekaan yang bisa merasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila boleh lari, semua mau lari dari bencana. Karena tidak bisa lari, para suci kemudian merenung dalam-dalam dan menemukan cahaya. Yesus bercahaya ribuan tahun karena disakiti. Mahatma Gandhi menerangi banyak jiwa karena ditembak mati. Jalalludin Rumi rangkaian katanya menggetarkan sukma juga karena mengalami kesedihan kehilangan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajarannya, bencana tidak saja hulunya air mata. Ia juga awal kehidupan yang bercahaya. Kehilangan orang dekat akibat bencana tentu menyedihkan. Cacat tubuh karena terkena reruntuhan bangunan, sungguh kejadian yang menyentuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kehidupan penuh guru simbolik. Di antara demikian banyak simbolik, kematian adalah yang teragung. Di tengah kebahagiaan, sedikit yang mau merenung dalam-dalam. Namun di depan kematian, kita terpaksa kita menggali dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wajah dukacita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang pernah ”bercakap-cakap” dengan kematian akan dibukakan makna, dukacita memiliki dua wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ia membuat manusia menjadi semakin terhubung ke atas, samping, bawah. Terutama karena melalui dukacita, kita sadar ternyata manusia hanya makhluk tidak berdaya. Dalam ketidakberdayaan, kita hanya saling menyayangi yang menyembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dukacita berfungsi seperti mesin turbo yang mendorong manusia keluar dari alam derita ini. Andaikan kehidupan hanya berisi kebahagiaan, maka manusia akan terus berputar dalam lingkaran kelahiran, penderitaan, kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila begini cara memandangnya, Indonesia bukanlah neraka yang hanya berisi hukuman dan kesalahan. Indonesia adalah lahan subur pertumbuhan jiwa. Perhatikan apa yang terjadi ketika Aceh diterjang tsunami, tidak saja sahabat Islam yang menyediakan tangan untuk membantu. Orang Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu ikut bersama-sama berdoa sekaligus mengulurkan bantuan. Dalam bahasa seorang guru, saat manusia membantu, sesungguhnya tidak saja sedang meringankan beban pihak lain, tetapi juga membangkitkan energi kasih sayang yang ada dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Peru pernah ditulis oleh para tetua ribuan tahun lalu, tidak ada yang kebetulan, semuanya hanya rangkaian pesan. Di tempat di mana alam kerap menggoda manusia dengan dukacita, mungkin layak bertanya, seberapa banyak manusia yang sudah menemukan cahaya di balik dukacita kemudian mengizinkan cahaya itu membimbing dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Serupa rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan serupa rumah. Bila rumahnya kotor penuh sampah, ia mengundang lalat dan nyamuk berdatangan. Jika taman penuh bunga bermekaran, ia mengundang kupu-kupu warna-warni berdatangan dari segala penjuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan alam yang kerap berbicara dengan bahasa dukacita, memaki dan mencaci mungkin hanya akan menambah tumpukan sampah. Mencari cara bertumbuh di tengah lumpur dukacita mungkin lebih membuat Indonesia menjadi taman jiwa yang menawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif ini, bisa dimaklumi bila Ezra Bayda memberi judul karyanya At Home In The Muddy Water. Di Timur, puncak perjalanan ke dalam kerap disimbolkan dengan bunga padma yang bertumbuh dan mekar di lumpur, tetapi tidak kotor oleh lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ibarat lumpur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana ibarat lumpur. Hanya mereka yang penuh cinta dan keikhlasan yang bisa mekar seperti bunga padma. Dikatakan demikian, karena kekuatan suci dari atas sedang memancing manusia dengan kasih sayang, dan siapa yang mengisi hidupnya dengan cinta dan keikhlasan, sedang mencoba memakan kail yang datang dari atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ini terjadi, bencana bukan hukuman, ia hanya bimbingan untuk segera pulang. Persis seperti lirik lagu anak-anak yang dikutip di awal. Senang-sedih dan dualitas lainnya ada dalam pikiran. Belajar melampauinya dengan memeluk semua apa adanya. Inilah yang dilakukan para guru tercerahkan di Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gede Prama Penulis Buku Sadness, Happiness, Blissfulness: Transforming Suffering Into The Ultimate Healing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-1370953333086178631?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/1370953333086178631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/melenggang-pulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/1370953333086178631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/1370953333086178631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/melenggang-pulang.html' title='Melenggang Pulang'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/Ssh8b6CoMFI/AAAAAAAAAuc/hUPJZCgUc74/s72-c/Melenggang+Pulang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2515012983622258096.post-2039249445969734395</id><published>2009-10-01T16:46:00.004+08:00</published><updated>2010-11-30T23:35:30.369+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Belajar dari China</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SsRsmXe2ENI/AAAAAAAAAuM/KeuV7KzzMQY/s1600-h/Great-Wall-Of-China-10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SsRsmXe2ENI/AAAAAAAAAuM/KeuV7KzzMQY/s320/Great-Wall-Of-China-10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387550460636172498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam Pendahuluan buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Merangkul Cina&lt;/span&gt; (2009), sinolog I Wibowo membandingkan China dan Indonesia.&lt;br /&gt;Berangkat dari kondisi yang sama—hancur sebagai korban Perang Dunia—perjalanan waktu membedakan nasib keduanya. Tulisnya, ”Memasuki abad ke-21 China telah menjadi kekuatan besar, sementara Indonesia tetap menjadi kekuatan kecil, bahkan tidak mempunyai kekuatan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pendapat tentang Indonesia tidak punya kekuatan tampaknya berlebihan. Beberapa bukti terakhir, seperti perannya di G-20, menunjukkan Indonesia sudah punya ”sesuatu” yang bisa dipelihara dan didayagunakan di kemudian hari. Namun, pendapat bahwa China lebih maju dari Indonesia memang tidak terbantahkan. Justru karena itu, kemajuan China bisa dijadikan pelajaran berharga guna memacu kemajuan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pelajaran bisa diambil dari kemajuan China. Tiga yang mendasar dan penting adalah soal kepercayaan diri, prioritas pendidikan, dan peta jalan ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Percaya diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan diri adalah salah satu sifat yang dibangun dan dikembangkan Mao Zedong sejak awal 1930-an hingga 1970-an. Percaya diri itu dibangun sebagai jawaban atas ”penghinaan seratus tahun” (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bainian guochi&lt;/span&gt;) sebelumnya oleh bangsa-bangsa Barat dan Jepang sejak Perang Candu 1840-1949. Begitu bernafsunya membangun kepercayaan diri, Mao memaksakan Revolusi Kebudayaan (1966-1976) yang menelan korban jutaan jiwa. Bagaimanapun, Mao menyumbangkan bangunan dasar bagi infrastruktur, industri, kesehatan, dan pendidikan yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, struktur bangunan dasar psikologis, ekonomis, sosial, dan politik untuk eksis dan maju, China secara alami tumbuh lebih kuat dan lebih percaya diri dibandingkan dengan, misalnya, Jepang dan Korsel yang harus menggadaikan sebagian kedaulatannya kepada AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas pendidikan diperhatikan dan dijalankan para pemimpin China sejak Mao. Menurut Gang Guo (2007), selama Revolusi Kebudayaan, jumlah siswa masuk sekolah dasar meningkat separuh, sekolah menengah pertama naik empat kali lipat, dan sekolah menengah meningkat 14 kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada perdebatan terkait kualitas pendidikan. Namun, Mao memberi dasar distribusi yang lebih merata sumber daya manusia. Bila revolusi kebudayaan untuk SD-SMA, yang terkena langsung revolusi kebudayaan adalah yang lahir antara 1951 dan 1970, yang kini menjadi tulang punggung kemajuan RRC sejak 1990-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deng Xiaoping pada 1978 mengatakan, ”Bila China ingin memodernisasi pertanian, industri, dan pertahanan, yang harus dimodernisasi lebih dahulu adalah sains dan teknologi serta menjadikannya kekuatan produktif.” Pada 1985, Deng menegaskan pentingnya pendidikan karakter, dan orientasi hafalan dianggap ”membunuh” karakter anak. Setelah itu, guru dan kaum profesional amat dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Jiang Zemin pada 2000 mengumpulkan semua pemimpin China untuk membahas bagaimana mengurangi beban pelajaran siswa melalui adopsi sistem pendidikan yang patut secara umur dan menyenangkan, serta pengembangan semua aspek dimensi manusia, kognitif, karakter, aestitika, dan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2005, Pusat Penelitian Modernisasi China menerbitkan peta jalan Modernisasi China untuk abad ke-21. Isinya: tahun 2025 produk domestik bruto (GDP) China menyamai Jepang. Tahun 2050 China jadi negara maju secara moderat. Tahun 2080 China menjadi negara maju, sama dengan AS. Tahun 2100 China menjadi negara paling maju di dunia, melampaui AS. Atas dasar peta jalan itu, China bergerak menuju masyarakat yang lebih baik secara bersama (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;xiaokang&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan bangsa kita, kepercayaan diri bangsa China lebih kuat karena dasar yang dibangun Mao dan capaian-capaian kasatmata, seperti olimpiade dan kemajuan ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pelan tetapi pasti, bangsa Indonesia sebenarnya mulai percaya diri. Keberhasilan mempraktikkan demokrasi dan kemajuan ekonomi setelah krisis akhir 1990-an mulai menjadikan kita dihargai negara-negara lain. Buktinya, dalam GDP, Indonesia berada di nomor 16 dunia dan menjadi anggota G-20 yang mulai disegani anggota lain. Momentum untuk kepercayaan diri ini perlu terus dijaga, dipelihara, dan diapresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati terlambat, bangsa kita telah mengakui pentingnya pendidikan sebagai pendasar bangunan bangsa. Hal itu terbukti dengan anggaran 20 persen untuk pendidikan. Kendati implementasinya belum sempurna dan konsepnya belum kuat sehingga terkesan lebih sibuk menghabiskan anggaran, keputusan politik bangsa bahwa pendidikan harus diprioritaskan sudah berada di jalur yang benar. Dalam waktu 20 tahun ke depan, kita akan membuktikan bangsa ini akan lebih kuat bersaing di antara bangsa-bangsa lain. Konsep pembangunan pendidikan harus dibuat lebih mendasar dan terarah sehingga alokasi dana 20 persen pendidikan bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, agar kemajuan itu tercapai, diperlukan peta jalan yang lebih jelas. Dua tahun lalu, Yayasan Indonesia Forum menyampaikan Visi Indonesia 2030. Beberapa lembaga dan pusat studi tentu punya kerangka peta jalan bangsa. Yang penting, peta jalan itu diakui dan disepakati oleh lembaga berwenang sehingga mempunyai legitimasi yang kuat untuk diterapkan. Dulu MPR membuat rencana pembangunan berjangka panjang. Kini para pemimpin harus mencari cara untuk membuat dan memutuskan peta jalan yang lebih otoritatif guna memandu perjalanan pembangunan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I BASIS SUSILO&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dosen Hubungan Internasional dan Dekan FISIP Unair&lt;/span&gt;/KOMPAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samueluniwaly.com"&gt;BACK TO HOME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2515012983622258096-2039249445969734395?l=www.samueluniwaly.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.samueluniwaly.com/feeds/2039249445969734395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/belajar-dari-china.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/2039249445969734395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2515012983622258096/posts/default/2039249445969734395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.samueluniwaly.com/2009/10/belajar-dari-china.html' title='Belajar dari China'/><author><name>Samuel Uniwaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13764965493074251643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/TL0PXKug-pI/AAAAAAAAAyc/27BK5OzG1ow/S220/Bp-Sem-web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UeT3PlnnLmM/SsRsmXe2ENI/AAAAAAAAAuM/KeuV7KzzMQY/s72-c/Great-Wall-Of-China-10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
