Kekhawatiran merusak pikiran. Jika tidak dicegah atau dikendalikan,akan mengakibatkan kegelisahan atau bahkan penyakit jiwa. Anda akan mendapat peringatan awal, seringkali dengan masalah kesehatan tubuh. Kekhawatiran dalam pikiran menyebabkan goncangan pada tubuh.
Hidup dalam zaman ini, hidup yang serba ketergesa-gesaan: segala sesuatu dilakukan serba cepat. Dr. Charles Mayo dari Mayo Clinic berkata. “Kekhawatiran memengaruhi peredaran darah, jantung dan kelenjar serta seluruh system saraf. Jarang kita dengar ada orang meninggal karena bekerja berlebihan, tetapi banyak orang meninggal karena stress.
Perusahaan Asuransi Metropolitan Life mengedarkan selebaran tentang kelelahan. Inilah yang dikatakannya: “Kerja keras jarang menyebabkan kelelahan yang tidak dapat disembuhkan dengan tidur atau istirahat malam yang cukup.
Kekhawatiran, ketegangan, dan gangguan emosional adalah tiga penyebab terbesar kelelahan. Seringkali hal-hal itulah penyebab sebenarnya ketika kita menyalahkan pekerjaan fisik atau mental. Ingatlah bahwa otot yang tegang adalah otot yang bekerja. Beristirahatlah. Simpanlah tenaga untuk tugas-tugas penting.
Sebuah pepatah Yunani mengatakan , “Anda akan mematahkan busur bila Anda terus merentangkannya.” Jika kita terus menerus hidup dalam ketegangan atau stres, akan tiba waktunya, cepat atau lambat, kita akan sakit.
Cara Menang atas Kekhawatiran
Hanya ada dua hal yang perlu dikhawatrikan:
Apakah Anda sehat atau sakit.
Jika Anda sehat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan
Jika Anda sakit, ada dua hal yang perlu dikhawatirkan:
Apakah Anda akan sembuh atau meninggal.
Jika Anda sembuh, tak ada yang perlu dikhawatirkan
Jika Anda meninggal, hanya dua hal yang perlu dikhawatirkan:
Apakah Anda akan masuk surga atau neraka.
Jika Anda masuk surga, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Tetapi jika Anda masuk neraka, sudah terlambat untuk khawatir; jadi mengapa harus khawatir?
1.Ketahuilah apa yang penting
Tetapi hanya satu saja yang perlu ( Lukas 10:42a ).
Anda berbicara tentang menempatkan prioritas! Ada hal yang mungkin mendesak, tetapi tidak penting, belajarlah membedakannya. Maria telah memilih satu hal yang benar-benar penting, yaitu duduk di dekat kaki Yesus dan mendengarkan-Nya (Lukas 10:38,39). Kamu merepotkan diri dengan begitu banyak hal, Marta; kamu harus memutuskan mana yang lebih penting.
Kunci mengurangi ketegangan adalah berfokus pada satu hal dan membiarkan penghalang-penghalang dalam kehidupan sehari-hari berlalu. Ya, akan ada kemunduran, hari yang suram, masalah, dan pertanyaan yang tak dapat kita jawab; itulah kehidupan. Tetapi bukan terjadi pada saya yang mengendalikan emosi saya.
2).Memercayai Allah
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu (Amsal 3:5,6)
Ada empat tindakan dalam bagian ini; percaya, tidak bersandar kepada pengertian sendiri, mengakui Allah, dan meluruskan jalan Anda. Tiga tindakan yang pertama mewakili tanggung jawab kita, tetapi yang ke empat mengatakan Dia akan meluruskan jalan Anda. Ini adalah sebuah janji dan Allah menawarkan bertanggung jawab atas hal ini. Tantangan bagi kita adalah melakukan tiga hal yang pertama. Selanjutnya kita tidak perlu takut atau gelisah karena Allah berjanji bahwa Dia akan memelihara kita.
Penulis kitab Amsal, diilhami Roh Kudus, menasihati kita bahwa tanggung jawab kita adalah percaya, bersandar dan mengakui Allah. Baiklah tanggung jawab saya adalah berfokus kepada Allah.
PERCAYA, berarti bergantung dan tunduk sepenuhnya. Ketika saya percaya kepada-Nya dengan segenap hati, artinya saya menyerahkan masa kini dan masa depan saya, dan berkata, “Tuhan, semua ini milik-Mu.”
HATI berarti manusia batin, pusat intelek dan emosi. Ini tidak berbicara bagian fisik anatomi kita. Ini berarti kita diperintahkan untuk menaruh semua kepercayaan kita sepenuhnya kepada Dia, tidak menahan satu bidang pun dari kehidupan kita. Tidak pikiran, tidak juga emosi kita. Kita harus menyerahkan segalanya kepada Dia.
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya kepada TUHAN. (Yeremia 17:7 ).
3).Bersandar pada Allah
Supaya bisa bersandar pada Allah, saya tidak boleh bersandar pada pengertian sendiri. Dengan kata lain, saya tidak boleh melihat diri sendiri sebagai sumber jawaban atau sumber kekuatan yang saya butuhkan.
PENGERTIAN, mengacu kepada persepsi terbatas seseorang. Setiap kali anda menghadapi situasi yang menekan jangan segera melihat diri sendiri dan berkata, “Bagaimana saya akan mengatasinya?” Sadarilah bahwa wawasan Anda terbatas.
BERSANDAR, artinya mengandalkan, memberi semua energi ANda, berserah.
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (I Petrus 5 : 7).
4).Mengakui Pertolongan Allah
Saya harus mengakui atau mengenali Allah dalam semua bidang kehidupan; bukan hanya dalam beberapa hal, bukan dalam kebanyakan hal, bukan dalam hal-hal yang tidak saya mengerti, bukan dalam hal-hal yang tak dapat saya tangani, tetapu dalam semua hal yang saya hadapi. Dalam soal-soal kehidupan yang paling pentind maupun yang paling sederhana, dalam soal-soal yang berarti maupun yang sepele, dalam soal-soal yang sulit maupun yang mudah, saya harus mengakui Dia.
MELURUSKAN, berarti berjalan di depan, mempersiapkan jalan, dan menyingkirkan semua rintangan. Frasa di bagian akhir ayat 6 (Amsal 3), “maka Ia akan meluruskan jalanmu”. Ini menggambarkan bahwa Allah berjalan di depan Anda dalam situasi yang sulit, dan dengan kuasa-Nya yang besar, Dia menyingkirkan semua rintangan. Karena Anda bersandar kepada-Nya, Dia akan membawa Anda menuju kemenangan. Anda adalah anak Tuhan. Seperti halnya seorang ayah akan melindungi anaknya yang masih kecil dan tidak berdaya, dan tidak dapat melindungi dirinya sendiri, dan akan mempersiapkan jalan untuk memastikan anak itu terlindung, dikasihi, dan dibela – Allah mempersiapkan jalan untuk Anda.
Saya dapat menyimpulakan Amsal 3:5,6 seperti ini:
Berilah diri Anda sepenuhnya kepada Tuhan. Serahkan semua kebutuhan masa kini dan masa depan Anda kepada-Nya, yaitu Tuhan Juruselamat Anda yang begitu dekat, temukan keamanan dan perlindungan Anda di dalam Dia. Lakukan ini dengan segenap pikiran, perasaan dan kehendak Anda. Untuk memungkinkan hal ini, Anda tidak boleh bersandar pada kepintaran manusia. Sebaliknya, akui penyertaan-Nya dan perhatian-Nya dalam setiap situasi Anda. Kemudian, Dia yang mengendalikan situasi sepenuhnya, akan meratakan jalan Anda, menyingkirkan setiap rintanga di sepanjang jalan itu.
Sebuah janji yang luar biasa.
Janji ini untuk orang-orang yang mengalami tekanan pada zaman sekarang. Bebas dari kekhawatiran adalah berkat dari Allah.
Tuhan akan melakukan bagian-Nya jika kita melakukan bagian kita lebih dulu.
Tanggung jawab saya adalah memercayai Dia dan menyerahkan semua kekhawatiran saya kepada-Nya.
BACK TO HOME
Hidup dalam zaman ini, hidup yang serba ketergesa-gesaan: segala sesuatu dilakukan serba cepat. Dr. Charles Mayo dari Mayo Clinic berkata. “Kekhawatiran memengaruhi peredaran darah, jantung dan kelenjar serta seluruh system saraf. Jarang kita dengar ada orang meninggal karena bekerja berlebihan, tetapi banyak orang meninggal karena stress.
Perusahaan Asuransi Metropolitan Life mengedarkan selebaran tentang kelelahan. Inilah yang dikatakannya: “Kerja keras jarang menyebabkan kelelahan yang tidak dapat disembuhkan dengan tidur atau istirahat malam yang cukup.
Kekhawatiran, ketegangan, dan gangguan emosional adalah tiga penyebab terbesar kelelahan. Seringkali hal-hal itulah penyebab sebenarnya ketika kita menyalahkan pekerjaan fisik atau mental. Ingatlah bahwa otot yang tegang adalah otot yang bekerja. Beristirahatlah. Simpanlah tenaga untuk tugas-tugas penting.
Sebuah pepatah Yunani mengatakan , “Anda akan mematahkan busur bila Anda terus merentangkannya.” Jika kita terus menerus hidup dalam ketegangan atau stres, akan tiba waktunya, cepat atau lambat, kita akan sakit.
Cara Menang atas Kekhawatiran
Hanya ada dua hal yang perlu dikhawatrikan:
Apakah Anda sehat atau sakit.
Jika Anda sehat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan
Jika Anda sakit, ada dua hal yang perlu dikhawatirkan:
Apakah Anda akan sembuh atau meninggal.
Jika Anda sembuh, tak ada yang perlu dikhawatirkan
Jika Anda meninggal, hanya dua hal yang perlu dikhawatirkan:
Apakah Anda akan masuk surga atau neraka.
Jika Anda masuk surga, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Tetapi jika Anda masuk neraka, sudah terlambat untuk khawatir; jadi mengapa harus khawatir?
1.Ketahuilah apa yang penting
Tetapi hanya satu saja yang perlu ( Lukas 10:42a ).
Anda berbicara tentang menempatkan prioritas! Ada hal yang mungkin mendesak, tetapi tidak penting, belajarlah membedakannya. Maria telah memilih satu hal yang benar-benar penting, yaitu duduk di dekat kaki Yesus dan mendengarkan-Nya (Lukas 10:38,39). Kamu merepotkan diri dengan begitu banyak hal, Marta; kamu harus memutuskan mana yang lebih penting.
Kunci mengurangi ketegangan adalah berfokus pada satu hal dan membiarkan penghalang-penghalang dalam kehidupan sehari-hari berlalu. Ya, akan ada kemunduran, hari yang suram, masalah, dan pertanyaan yang tak dapat kita jawab; itulah kehidupan. Tetapi bukan terjadi pada saya yang mengendalikan emosi saya.
2).Memercayai Allah
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu (Amsal 3:5,6)
Ada empat tindakan dalam bagian ini; percaya, tidak bersandar kepada pengertian sendiri, mengakui Allah, dan meluruskan jalan Anda. Tiga tindakan yang pertama mewakili tanggung jawab kita, tetapi yang ke empat mengatakan Dia akan meluruskan jalan Anda. Ini adalah sebuah janji dan Allah menawarkan bertanggung jawab atas hal ini. Tantangan bagi kita adalah melakukan tiga hal yang pertama. Selanjutnya kita tidak perlu takut atau gelisah karena Allah berjanji bahwa Dia akan memelihara kita.
Penulis kitab Amsal, diilhami Roh Kudus, menasihati kita bahwa tanggung jawab kita adalah percaya, bersandar dan mengakui Allah. Baiklah tanggung jawab saya adalah berfokus kepada Allah.
PERCAYA, berarti bergantung dan tunduk sepenuhnya. Ketika saya percaya kepada-Nya dengan segenap hati, artinya saya menyerahkan masa kini dan masa depan saya, dan berkata, “Tuhan, semua ini milik-Mu.”
HATI berarti manusia batin, pusat intelek dan emosi. Ini tidak berbicara bagian fisik anatomi kita. Ini berarti kita diperintahkan untuk menaruh semua kepercayaan kita sepenuhnya kepada Dia, tidak menahan satu bidang pun dari kehidupan kita. Tidak pikiran, tidak juga emosi kita. Kita harus menyerahkan segalanya kepada Dia.
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya kepada TUHAN. (Yeremia 17:7 ).
3).Bersandar pada Allah
Supaya bisa bersandar pada Allah, saya tidak boleh bersandar pada pengertian sendiri. Dengan kata lain, saya tidak boleh melihat diri sendiri sebagai sumber jawaban atau sumber kekuatan yang saya butuhkan.
PENGERTIAN, mengacu kepada persepsi terbatas seseorang. Setiap kali anda menghadapi situasi yang menekan jangan segera melihat diri sendiri dan berkata, “Bagaimana saya akan mengatasinya?” Sadarilah bahwa wawasan Anda terbatas.
BERSANDAR, artinya mengandalkan, memberi semua energi ANda, berserah.
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (I Petrus 5 : 7).
4).Mengakui Pertolongan Allah
Saya harus mengakui atau mengenali Allah dalam semua bidang kehidupan; bukan hanya dalam beberapa hal, bukan dalam kebanyakan hal, bukan dalam hal-hal yang tidak saya mengerti, bukan dalam hal-hal yang tak dapat saya tangani, tetapu dalam semua hal yang saya hadapi. Dalam soal-soal kehidupan yang paling pentind maupun yang paling sederhana, dalam soal-soal yang berarti maupun yang sepele, dalam soal-soal yang sulit maupun yang mudah, saya harus mengakui Dia.
MELURUSKAN, berarti berjalan di depan, mempersiapkan jalan, dan menyingkirkan semua rintangan. Frasa di bagian akhir ayat 6 (Amsal 3), “maka Ia akan meluruskan jalanmu”. Ini menggambarkan bahwa Allah berjalan di depan Anda dalam situasi yang sulit, dan dengan kuasa-Nya yang besar, Dia menyingkirkan semua rintangan. Karena Anda bersandar kepada-Nya, Dia akan membawa Anda menuju kemenangan. Anda adalah anak Tuhan. Seperti halnya seorang ayah akan melindungi anaknya yang masih kecil dan tidak berdaya, dan tidak dapat melindungi dirinya sendiri, dan akan mempersiapkan jalan untuk memastikan anak itu terlindung, dikasihi, dan dibela – Allah mempersiapkan jalan untuk Anda.
Saya dapat menyimpulakan Amsal 3:5,6 seperti ini:
Berilah diri Anda sepenuhnya kepada Tuhan. Serahkan semua kebutuhan masa kini dan masa depan Anda kepada-Nya, yaitu Tuhan Juruselamat Anda yang begitu dekat, temukan keamanan dan perlindungan Anda di dalam Dia. Lakukan ini dengan segenap pikiran, perasaan dan kehendak Anda. Untuk memungkinkan hal ini, Anda tidak boleh bersandar pada kepintaran manusia. Sebaliknya, akui penyertaan-Nya dan perhatian-Nya dalam setiap situasi Anda. Kemudian, Dia yang mengendalikan situasi sepenuhnya, akan meratakan jalan Anda, menyingkirkan setiap rintanga di sepanjang jalan itu.
Sebuah janji yang luar biasa.
Janji ini untuk orang-orang yang mengalami tekanan pada zaman sekarang. Bebas dari kekhawatiran adalah berkat dari Allah.
Tuhan akan melakukan bagian-Nya jika kita melakukan bagian kita lebih dulu.
Tanggung jawab saya adalah memercayai Dia dan menyerahkan semua kekhawatiran saya kepada-Nya.
BACK TO HOME



0 comments:
Poskan Komentar